
Saat di pertengahan jalan tiba tiba saja mobil Kania berhenti. Kania pun langsung bertanya pada Pak Bayu kenapa berhenti tiba tiba.
"Kenapa berhenti Pak?."Tanya Kania.
"Maaf Non, Bapak juga kurang tahu."Jawab Pak Bayu. "Sebentar ya Bapak lihat dulu mesinnya."Sambung Pak Bayu yang kemudian turun dari mobil.
Kania pun menunggu di dalam mobil. Sudah hampir sepuluh menit Kania menunggu tapi Pak Bayu belum juga kembali masuk ke dalam mobil. Akhirnya Kania pun memutuskan untuk turun dan menghampiri Pak Bayu.
"Pak kok lama sih? Ada apa?."Tanya Kania.
"Aduh Non ini sepertinya ada masalah dengan mobilnya dan bapak nggak terlalu paham betul."Jawab Pak Bayu.
"Yah terus gimana dong Pak, aku dah telat nih."Ucap Kania.
"Bapak cariin taksi ya."Ucap Pak Bayu.
"Ya sudah deh."Ucap Kania.
Kania pun masuk kembali ke dalam mobil untuk mengambil tas nya. Dan saat Kania keluar tiba tiba saja Cakra melintas. Cakra yang melihat Kania langsung berhenti tak jauh dari Kania. Kemudian Cakra pun menghampiri Kania.
"Kania."Panggil Cakra. "Kok masih di sini? Ini udah hampir telat loh."Sambung Cakra.
"Mobilnya mati dan Pak Bayu nggak tahu masalah apa, jadi gue mau naik taksi."Jawab Kania. "Elu sendiri kenapa baru nyampe sini, naik motorkan lebih cepat?."Sambung Kania yang bertanya pada Cakra.
"Tapi ada yang ketinggalan, jadi ya udah deh gue balik lagi."Jawab Cakra. "Kalau elu naik taksi nggak tahu elu mau nyampe jam berapa di sekolah, mana harus nunggu dulukan. Mending elu berangkat bareng gue aja naik motor."
Kania pun diam dan berpikir sejenak.
"Tapi..."
"Udah nggak usah tapi tapian, ayo kita dah telat ini "Ucap Cakra yang langsung menarik tangan Kania.
Dan akhirnya Kania pun berangkat bersama Cakra. Kania memegang pundak Cakra karena takut jatuh.
"Kania, elu jangan pegang pundak gue!."Ucap Cakra.
"Emangnya kenapa? Gue kan takut jatuh."Ucap Kania.
"Elu pegang pinggang gue aja, bukan apa apa soalnya kalau pegang pundak, gue berasa nggak enak nyetir nya, berasa kaku gitu."Ucap Cakra.
"Oh, ya udah deh."
Kania pun akhirnya memegang pinggang Cakra, setelah itu Cakra melajukan motornya lebih cepat lagi, sehingga Kania dengan spontan memeluk Cakra.
Cakra tidak menghiraukan itu, justru Cakra merasa senang. Sebenarnya bukan sengaja ingin mencari kesempatan atau ingin menakuti Kania tapi karena memang mereka sudah terlambat.
Dan benar saja saat mereka sampai pintu gerbang baru saja di tutup. Memang yang terlambat bukan Kania dan Cakra saja tapi ada beberapa siswa dan siswi yang terlambat juga. Kania turun dari motor terus meminta di bukakan pintu gerbangnya.
__ADS_1
"Woy buka dong!."Teriak Kania.
Seorang siswa datang menghampiri Kania dan menatap Kania. Siswa itu adalah Adam, ketua OSIS.
"Apa teriak teriak?."Tanya Adam.
"Buka gerbangnya."Ucap Kania kembali.
"Elu tuh ya kebiasaan, udah telat marah marah lagi."Ucap Adam.
"Gue telat semenit doang ya. Lagian tadi pas elu mau tutup gerbang gue dah mau masuk tapi elu langsung cepat nutup gerbangnya."Ucap Kania. "Atau jangan-jangan elu sengaja ya?."
"Kalau iya emang kenapa?."Ucap Adam yang berbisik pada Kania.
"Rese banget sih elu."Ucap Kania.
Tak lama dari itu pintu gerbang di buka kembali agar yang datang terlambat bisa masuk, tapi mereka harus dapat hukum terlebih dahulu.
Dan kali ini mereka dapat hukum lari mengelilingi lapangan basket sebanyak sepuluh kali.
Mereka pun langsung berlari mengelilingi lapangan. Cakra berlari tepat di belakang Kania. Saat tengah berlari Cakra melihat kalau Adam diam diam memperhatikan Kania.
"Ngapain dia perhatiin Kania? Jangan jangan dia suka lagi sama Kania." Batin Cakra.
Selesai berlari mereka semua beristirahat untuk mengatur nafas mereka terlebih dahulu sebelum ke kelas. Sedangkan Cakra pergi entah kemana karena Kania sudah tidak melihat Cakra lagi.
Tapi tiba tiba saja ada seseorang yang memberikan air minum pada Kania. Kania menengok dan melihat siapa yang memberikan nya air minum yang ternyata adalah Cakra.
Kania pun akhirnya mengambil minuman yang di berikan oleh Cakra walaupun sedikit ragu. Lalu Kania meminum minuman itu, setelah Kania minum minuman itu langsung di ambil oleh Cakra kembali dan Cakra pun meminumnya.
"Eh kok elu minum sih?."Tanya Kania.
"Kenapa? Gue juga haus kali."Jawab Cakra.
"Tapi itukan bekas minum gue."
"Terus kenapa?."Tanya Cakra.
"Emang elu nggak ngerasa jijik gitu?."Tanya Kania.
"Kenapa harus ngerasa jijik?."Ucap Cakra. "Kan bekas minum istri gue sendiri, anggap aja kalau itu ciuman secara tidak langsung."Sambung Cakra yang sedikit berbisik.
"Semuanya cepat masuk kelas kalian masing masing!."Teriak Adam.
Setelah itu mereka pun pergi menuju kelas mereka masing masing, kecuali Cakra. Cakra masih duduk sambil minum.
Adam pun menghampiri Cakra.
__ADS_1
"Ngapain elu masih di sini?."Tanya Adam.
"Elu nggak liat gue lagi ngapain? Pake nanya lagi."Ucap Cakra yang kemudian pergi.
"Jangan deketin Kania."Ucap Adam saat Cakra baru saja melintasi nya.
Cakra pun berhenti lalu berbalik dan menatap Adam yang saat ini tengah menatap Cakra juga.
"Elu bilang apa tadi?."Tanya Cakra.
"Gue bilang jangan deketin Kania."
"Kenapa memangnya kalau gue deketin Kania? Ada masalah sama Elu? Ngerugin elu gitu?."Tanya Cakra.
"Nggak usah banyak tanya, intinya elu nggak boleh deketin Kania."Ucap Adam kembali.
"Nggak ada hak elu ngelarang gue buat deketin siapa pun termasuk Kania."Ucap Cakra yang kemudian langsung berbalik dan berlalu pergi meninggalkan Adam.
Setelah pembicaraan singkat itu, Cakra kini semakin yakin kalau Adam pasti diam diam menyukai Kania.
Cakra masuk ke dalam kelasnya dan langsung duduk di tempatnya dengan wajah kesal. Karena guru kelas Cakra tidak masuk dan mereka pun hanya di berikan tugas, teman teman Cakra langsung mendekati Cakra dan mengobrol.
"Dih yang abis libur dua hari datang datang muka di tekuk gitu."Ucap Putra. "Kenapa elu?."
"Kesel gue."Jawab Cakra.
"Di hukum apaan emang sama si Adam?."Tanya Rendi.
"Keliling lapangan."Jawab Cakra.
"Itu mah dah biasa, lagian kan elu dah langganan keliling lapangan."Ucap Rendi.
"Iya, tapi bukan itu yang bikin gue kesel."Ucap Cakra.
"Terus apa?."Tanya Putra.
"Masa dia tiba tiba bilang ke gue buat nggak deketin Kania, tanpa alasan lagi."Jawab Cakra.
"Serius?."Tanya Putra. "Jangan jangan naksir kali tuh bocah sama Kania."
"Emang kalian nggak tahu kalau Adam suka sama Kania?."Tanya Andika.
Semuanya menggelengkan kepala.
"Emang elu tahu dia suka Kania dari mana?."Tanya Rendi.
"Gue pernah nggak sengaja denger sih pas dia ngobrol sama temen temennya."Jawab Andika.
__ADS_1
"Dan kalau nggak salah udah lama banget dia suka sama Kania, kayanya waktu itu dia pernah mau nembak Kania tapi nggak jadi gara gara dia dengar pembicaraan Kania sama temennya kalau dia nggak tertarik untuk pacaran."
Cakra hanya diam dan mendengarkan setiap ucapan Andika.