
Setelah lebih dari satu Minggu Kania mengurung diri di dalam kamar, kini akhirnya Kania memutuskan untuk keluar dari Kamar. Kania ingin berdamai dengan keadaan dan kenyataan, Kania tidak ingin terus menerus terpuruk hingga akhirnya merugikan dirinya sendiri.
Bi Nining yang melihat Kania menuruni anak tangga langsung berlari menghampiri Kania. Bi Nining tersenyum pada saat itu.
"Alhamdulillah akhirnya non Kania mau keluar dari kamar juga,"Ucap Bi Nining sambil memapah Kania "Bibi kangen sama non Kania."Sambung Bi Nining.
"Maafkan Kania ya Bi sudah membuat Bibi khawatir."Ucap Kania.
"Iya non gak papa, yang terpenting sekarang non Kania baik baik saja."Ucap Bi Nining.
"Oh iya Bi, aku mau belajar melakukan pekerjaan rumah sama Bibi,"Ucap Kania "Bibi mau kan mengajari Kania?."Sambung Kania yang bertanya pada Bi Nining.
"Kenapa non Kania ingin belajar melakukan pekerjaan rumah? Lagi pula masih ada Bibi yang akan melakukan semuanya, jadi non Kania tidak perlu melakukan apa pun."Jawab Bi Nining.
"Tapi Bi, Kania ingin bisa melakukan banyak hal, apalagi mengurus rumah dan memasak."Ucap Kania.
Bi Nining terdiam sesaat untuk berpikir apakah tidak apa apa kalau dia mengajari Kania melakukan pekerjaan rumah.
Tapi bagaimana kalau Cakra tidak mengizinkannya, pasti Cakra akan menegurnya.
"Begini saja, kita tunggu Den Cakra pulang saja ya. Nanti kalau Den Cakra sudah pulang Bibi minta izin dulu sama Den Cakra, kalau Den Cakra mengizinkan baru Bibi mau mengajari Non Kania."Jelas Bi Nining.
Dan Kania pun hanya mengangguk, Kania tahu semuanya pasti mengkhawatirkannya dan mereka tidak ingin terjadi apa pun padanya. Karena itu mereka tidak ingin gegabah untuk menuruti semua keinginan Kania tanpa minta izin pada Cakra terlebih dahulu.
_______
Waktu terus berjalan dan hari pun kini sudah malam. Kania duduk di ruang tengah sambil menonton tv di temani Bi Nining.
Sebenarnya Kania sudah meminta Bi Nining untuk istirahat, tapi Bi Nining tetap mau menemani Kania menonton tv sambil menunggu Cakra pulang.
Walau pun akhirnya Bi Nining ketiduran.
Tepat pukul sembilan malam Cakra pulang, seperti biasa Cakra langsung masuk ke dalam rumah. Cakra sedikit terkejut saat melihat Kania berdiri sambil tersenyum ke arahnya.
"Sedang apa?"Tanya Cakra.
"Nunggu kamu pulang."Jawab Kania.
"Tumben."Ucap Cakra sambil berjalan mendekat pada Kania.
"Aku sudah siapkan makan malam buat kamu, kamu pasti belum makan kan,"Ucap Kania dan Cakra pun hanya menggelengkan kepala "Ayo kita ke meja makan."Sambung Kania.
__ADS_1
Setelah sampai di meja makan, Cakra langsung duduk sedangkan Kania menyimpan makan di piring Cakra. Setelah itu Kania pun duduk di samping Cakra dan melihat Cakra yang sedang menikmati makan malamnya.
Selesai makan Kania pun langsung membereskan semuanya. Dan sebelum mereka pergi ke kamar, Kania membangunkan Bi Nining agar Bi Nining bisa tidur di kamarnya.
______
Malam kini semakin larut, Cakra dan Kania pun kini sudah terlelap. Namun tiba tiba saja suara Guntur bergemuruh begitu kencang dan hujan pun turun dengan begitu derasnya.
Kania yang mendengar itu langsung terbangun dari tidurnya. Dengan sedikit terkejut Kania bangkit dari atas tempat tidur lalu membuka lemarinya.
Cakra yang merasakan pergerakan Kania langsung pun ikut terbangun. Cakra melihat Kania yang begitu gelisah.
Cakra pun menghampiri Kania yang sedang mengobrak-abrik lemarinya.
"Kania kamu sedang apa?"Tanya Cakra sambil menepuk pundak Kania.
"Cakra bantu aku, aku sendang mencari mantel untuk mamah dan papah. Di luar hujan begitu deras Cakra, pasti mereka kedinginan."Ucap Kania.
Setelah mendengar ucapan Kania, Cakra memutar tubuh Kania lalu memeluknya. Kemudian Cakra mencium kening Kania.
"Kamu tenang, semuanya baik baik saja dan tidak ada yang perlu kamu khawatirkan."Ucap Kania.
Kania kini kembali sadar, Kania pun membalas pelukan Cakra. Memang mencoba mengikhlaskan sesuatu itu tidaklah mudah.
"Tidak papa."Saut Cakra.
Kemudian Cakra pun menuntun Kania untuk kembali ke tempat tidur. Kini Kania kembali tertidur sambil memeluk Cakra.
"Cakra bisakah kita pergi jalan jalan besok?"Tanya Kania.
"Tentu saja,"Jawab Kania "Kamu tinggal sebut kamu ingin pergi kemana maka aku akan membawamu pergi ke sana."Sambung Cakra.
"Terserah, yang jelas aku ingin pergi ke tempat yang akan membuat aku lebih tenang."Saut Kania.
"Sesuai keinginanmu."Ucap Cakra kemudian mencium kening Kania.
Dan setelah itu Kania kembali tidur. Cakra senang karena keadaan Kania sekarang sudah jauh lebih baik. Bahkan Kania pun sudah mau pergi keluar rumah.
Kebetulan besok sekolah libur jadi Cakra bisa membawa pergi Kania jalan jalan sebelum Cakra pergi bekerja.
_____
__ADS_1
Keesokan harinya Cakra membangunkan Kania pagi pagi. Cakra membangunkan Kania pagi pagi karena Cakra ingin mengajak Kania ke suatu tempat, dan tempat itu lumayan jauh jadi harus berangkat pagi pagi.
Setelah selesai bersiap Cakra dan Kania pun langsung pergi. Kali ini Cakra pergi menggunakan mobil milik Kania.
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar empat sampai lima jam mereka pun akhirnya sudah sampai di sebuah desa yang masih begitu alami.
"Ayo turun."Ucap Cakra.
Kania pun mengikuti Cakra yang turun dari dalam mobil. Kemudian Cakra mengajak Kania masuk ke sebuah rumah sederhana, namun terlihat nyaman.
Tok tok tok.
"Assalamualaikum."Ucap Cakra.
"Waalaikumsalam,"jawab seseorang dari dalam rumah "Tunggu sebentar."Sambung seseorang dari dalam rumah.
Dan tak lama kemudian pintu pun terbuka, saat pintu terbuka, terlihat seorang pemuda yang seumuran dengan Cakra.
"Wah Cakra."Ucap pemuda itu yang kemudian langsung bersalaman dengan Cakra.
"Bagaimana kabar mu?."Tanya Cakra.
"Alhamdulillah baik, bagaimana dengan mu?," Jawab pemuda itu yang juga bertanya pada Cakra "Oh iya ayo masuk dulu."Sambung pemuda itu.
"Cakra dia siapa?."Tanya Kania.
"Oh iya, Kania perkenalkan di temanku Pudin. Dia anak Bibi yang bekerja di rumah ku.
Dan Pudin perkenalkan dia istri ku, Kania."Ucap Cakra yang memperkenalkan Kania dan Pudin.
"Wah ternyata benar ya kamu sudah menikah."Ucap Pudin.
"Iya mungkin memang sudah waktunya.
Oh iya aku kesini untuk mengajak Kania jalan jalan, dan aku rasa di sini adalah tempat yang tepat untuk menenangkan diri.
Jadi tidak masalahkan kalau aku dan Kania sini?."Ucap Cakra.
"Tentu saja tidak masalah, aku malah senang kalian datang kesini."Saut Pudin.
Mereka pun mengobrol sebentar sebelum akhirnya Pudin pergi ke belakang untuk membuat minuman dan mengambil makanan.
__ADS_1
Kania berjalan keluar dan melihat lihat sekitar. Udara di sana sangat segar membuat Kania merasa tenang dan damai. Rasanya Kania ingin tinggal lebih lama di sini.