Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 77


__ADS_3

Hari ini Mikela berencana untuk menemui Cakra, karena Mikela tahu kalau Cakra sudah kembali dari Singapura tiga hari yang lalu.


Mikela berdandan dengan sangat molek dan juga Seksi.


Mikela yakin kalau kali ini Cakra tidak akan sanggup untuk menolaknya.


"Aku yakin sekali kalau kali ini Cakra tidak akan menolak aku lagi.


Dan setelah itu aku akan tidur dengannya lalu mengatakan aku hamil, dengan begitu Cakra akan langsung menikahi aku."Ucap Mikela.


Setelah selesai bersiap, Mikela pun langsung pergi menuju kantor Cakra.


Karena selama ini hanya kantor dan rumah Cakra yang bisa dia datangi. Tapi Cakra hampir tidak pernah ada di rumahnya, dia selalu berada di rumah Kania dan juga cafe milik nya itu.


Setelah dua puluh menit akhir Mikela pun sampai di depan kantor Cakra. Sesampainya di sana Mikela langsung masuk dan berjalan menuju lift. Mikela tidak sadar kalau dirinya di lihat oleh semua orang, bahkan di bicarakan oleh mereka.


"Kau tahu aku pikir dia adalah kekasih Pak Cakra, tahunya cuma seorang wanita murahan."Ucap A.


"Jangan berbicara seperti itu."Ucap B.


"Tidak papa, lagi pula apa yang A katakan itu benar. lihat saja gaya berpakaiannya dan jalannya itu sangat terlihat kalau dia bukan wanita terhormat."Saut B.


"Ya memang, tapi untuk apa mengurusi wanita itu buang buang waktu kita saja."Ucap B.


Dan banyak lagi cacian mau pun hinaan untuk Mikela. Sebenarnya bukan Mikela tidak tahu hanya saja Mikela tidak ambil pusing, Mikela akan buat perhitungan pada mereka setelah dia menikah dengan Cakra.


Mikela pun kini sudah berada di lantai paling atas. Mikela pun keluar dari lift lalu berjalan menuju ruangan Cakra.


"Selamat siang sayang."Ucap Mikela saat masuk kedalam ruangan.


Mikela berjalan menuju meja Cakra. Kursi yang tadinya membelakangi Mikela kini berputar hingga menghadap ke arah Mikela.


Mikela menghentikan langkahnya, dan senyuman yang tadinya mengembang kini hilang dan yang terlihat hanya sebuah kepanikan dan terkejut tentunya.


"Kania."Ucap Mikela.


Kania tersenyum pada Mikela.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?."Tanya Kania.


"Kania, kamu masih hidup?."Tanya Mikela.


"Maaf Nyonya nama saya Sonnya bukan Kania."Jawab Kania.


Kania sengaja pura pura tidak mengenal Mikela dan menjadi orang lain yaitu Sonnya.


"Sonnya?."Tanya Mikela dan Kania pun mengangguk.


"Di mana Cakra?."Tanya Mikela kembali.

__ADS_1


"Cakra sedang meeting, ada perlu apa?."Ucap Kania.


"Bukan urusan kamu.


Dan tolong menyingkir dari sana, karena itu tempat duduk Cakra.


Dan yang pantas duduk di sana selain Cakra itu istrinya."Ucap Mikela.


"Kenapa kamu yang marah?


Cakra saja tidak marah aku duduk sini, lagi pula siapa kamu berani mengatur ku?


Dan asal kamu tahu aku ini kekasih Cakra jadi aku bebas melakukan apa pun di sini."Ucap Kania.


"Apa kekasih Cakra?."Tanya Mikela dan Kania pun mengangguk dengan angkuh.


Kania melihat kemarahan di wajah Mikela dan itu membuatnya senang.


Mikela pun duduk di depan Kania.


"Ok, mungkin kamu memang kekasih Cakra. Tapi asal kamu tahu aku ini calon istri Cakra.


Jadi sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang juga atau aku akan membuat perhitungan dengan kamu."Ucap Mikela.


Kania tertawa mendengar ucapan Mikela, tawa Kania menggelar di ruangan itu. Kemudian Kania menatap Mikela dengan sangat tajam.


Mikela pun sedikit terintimidasi oleh tatapan itu, bahkan Mikela merasa kalau di dalam tatan itu ada sebuah kebencian dan amarah yang begitu besar.


Kemudian Kania mengalihkan pandangannya dan tersenyum mengejek pada Mikela.


"Dengan begitu lantang kamu mengancam ku, tapi hanya dengan tatapanku, kamu sudah ketakutan seperti itu."Ucap Kania.


"Aku beritahu ya, sebaiknya kamu segera sadar diri dan menjauh dari Cakra, atau aku akan menjatuhkan kamu dari atas kapal pesiar ke dalam lautan."Ucap Kania.


Mikela ketakutan saat mendengar itu. Kenapa Sonnya berbicara seperti itu.


"Kenapa Sonnya mengancam aku seperti apa yang sudah aku lakukan pada Kania dulu, apa mungkin dia memang benar benar Kania?." Batin Mikela.


"Enggak, Kania sudah mati. Lagi pula Kania tidak akan seberani ini."


"Kamu pikir kamu itu siapa mengancam ku seperti itu?


asal kamu tahu ya, kamu di jadikan kekasih oleh Cakra itu hanya karena kamu mirip dengan istrinya yang sudah mati itu.


Dan kamu tahu, istri nya meninggal itu karena apa?


Pastinya karena aku membunuhnya.


Jadi jika kamu tidak ingin bernasib sama seperti istrinya dulu, sebaiknya jauhi Cakra."Ucap Mikela.

__ADS_1


"Kamu sadar tidak kalau kamu sedang membuka kedok kamu sendiri. Apa kamu tidak berpikir kalau aku akan memberitahu Cakra tengah hal ini."Ucap Kania.


"Silahkan saja, lagi pula kamu tidak punya bukti."Tantang Mikela.


"Aku pikir kamu adalah seorang wanita yang pintar, ternyata tidak.


Tentu saja aku punya buktinya.


Kamu tahu apa?


Tara.....


Aku sudah merekam semua pembicaraan kita tadi, termasuk pengakuan kamu itu, dan aku rasa itu cukup untuk menjadikan bukti."Ucap Kania.


Mikela kini berjalan mendekat pada Kania dan hendak mengambil rekaman itu. Namun sayangnya tidak berhasil.


Kania tersenyum mengejek.


"Panik ya, oh takut....


takut tidak bisa mendapatkan Cakra atau takut di penjara?


Tenang saja aku akan membuat kamu di penjara sekaligus kehilangan Cakra.


Hahaha."Ucap Kania yang kemudian pergi meninggalkan ruangan Cakra sambil tertawa.


"Sialan.


Aku harus cari cara untuk menyingkirkan dia sebelum dia memberitahu Cakra."Ucap Mikela yang langsung keluar dari ruangan Cakra untuk mengejar Kania.


Mikela berlari untuk mengejar Kania tapi dia sudah kehilangan jejak.


Mikela pun segera keluar kantor Cakra dan berharap bisa bertemu dengan Kania.


Saat Mikela baru keluar dari pintu kantor, ada sebuah mobil yang pergi dan Mikela sangat yakin kalau itu mobil kekasih Cakra.


Mikela pun mengejar mobil itu menggunakan mobilnya.


Satu hal yang tidak Mikela sadari, Kania bukan pergi dari kantor Cakra. Tapi Kania pergi ke ruangan lain. Kini Kania sedang melihat Mikela yang sedang mengejar mobil miliknya bersama Cakra melalui jendela.


"Apa rencana kamu selanjutnya?."Tanya Cakra.


"Aku akan bermain dengan dia sampai aku puas, setelah itu baru aku akan mengirimkan dia ketempat yang seharusnya."Jawab Kania.


"Baiklah, tapi jika kamu butuh sesuatu katakan saja."Ucap Cakra.


"Kamu tenang saja, aku akan melakukannya sendiri. Aku hanya minta kamu berperan seperti yang seharusnya."Saut Kania.


"Tentu saja."Ucap Cakra yang kemudian mencium kening Kania.

__ADS_1


"Kamu lihat saja Mikela, cepat atau lambat aku akan menghukum kamu." Batin Kania.


__ADS_2