
Pada sore harinya Kania pergi ke cafe dengan di antar oleh Bunga. Sesampainya di cafe Kania melihat pengunjung yang cukup ramai dan semuanya terlihat sibuk.
Bahkan Cakra pun terlihat ikut turun tangan untuk melayani pengunjung yang datang. Kania pun langsung ke kasir untuk membantu.
"Kamu pergilah bantu yang lain biar kasir aku yang urus."Ucap Kania pada karyawan yang ada di kasir.
"Iya."Jawab Karyawan itu.
Karyawan itu pun langsung membantu yang lainnya.
"Kenapa kamu di sini? Siapa yang mengurus kasir?."Tanya Cakra.
"Ada Mbak Kania."Jawab karyawan itu.
"Ok kalau begitu."Ucap Cakra.
Cakra menghampiri Kania di kasir.
"Hai sayang, kapan datang?."Tanya Cakra.
"Baru kok."Jawab Kania.
"Kenapa nggak langsung ke atas aja, kamu pasti cape seharian pergi bersama bersama Bunga dan Mia."Ucap Cakra sambil membelai rambut Kania.
"Aku nggak cape kok, lagian aku pergi ke sana kemari juga cuman main bukan melakukan hal yang melelahkan,"ucap Kania "Oh iya ada yang ingin aku ceritakan sama kamu nanti."Sambung Kania.
"Kenapa nggak sekarang aja?."Tanya Cakra.
"Cafe sedang rame Cakra."Ucap Kania, Cakra pun mengangguk sambil melihat cafe yang memang sudah hampir penuh.
Setelah itu Cakra pun kembali membatu yang lainnya melayani pengunjung yang datang.
_
Hari kini semakin gelap dan cafe Cakra menjadi semakin rame. Pada saat sedang melihat para pengunjung, Kania melihat seseorang wanita yang tidak asing untuknya.
Hingga akhirnya Kania sadar kalau wanita itu adalah Mikela.
"Mikela? Untuk apa di ke sini?
Apa mungkin Mikela tahu kalau cafe ini milik Cakra, jadi dia datang ke sini untuk mencari Cakra.
Kalau begitu aku nggak boleh diam aja, aku harus bawa Cakra ke atas agar tidak bertemu dengan Mikela."Ucap Kania.
__ADS_1
Kania pun meminta Lala untuk mengurus kasir, setelah itu Kania berjalan dengan terburu buru ke arah Cakra. Lalu Kania menarik tangan Cakra dan mengajaknya pergi ke atas.
"Ada apa?."Tanya Cakra.
"Ikut saja dulu."Jawab Kania.
Kania dan Cakra pun naik ke atas dengan sedikit berlari, agar Mikela tidak melihat mereka.
Dan sesamanya di atas, Cakra meminta penjelasan dari Kania kenapa menariknya secara tiba tiba.
"Sekarang katakan padaku ada apa!."Ucap Cakra.
"Ada Mikela di sini."Jawab Kania.
"Apa, Mikela?,"ucap Cakra dan Kania pun mengangguk,
"Apa yang sedang dia lakukan di sini?."Tanya Cakra.
"Aku juga nggak tahu untuk apa dia di sini. Entah hanya sebuah kebetulan saja atau memang dia tahu kalau cafe ini milik kamu."Jelas Kania.
"Tapi bukankah dia ada di luar negeri?,"Tanya Cakra kembali,
"Dan kenapa juga Kuta harus bersembunyi seperti ini? Biarkan saja dia tahu kalau kita di sini."Sambung Cakra.
Bukankah seharusnya Cakra tahu dengan sangat jelas seperti apa Mikela itu, dia pasti tidak akan menyerah begitu saja sampai apa yang di inginkannya dia dapat.
"Kamu tahu sendiri bukan kalau kamu adalah obsesinya, jadi aku tidak ingin dia bertemu dengan kamu. Karena setelah itu pasti dia akan terus mengganggu kamu."Ucap Kania.
"Ah...., jadi istri ku yang cantik ini tidak ingin kalau ada wanita lain yang mendekatiku?."Tanya Cakra.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu?
Dengar ya, dia mana pun tidak ada istri yang mau kalau suaminya di dekati wanita lain, apa lagi wanita itu menjadikan suami orang sebagai obsesinya."Kesal Kania.
Kania pun langsung masuk ke dalam ruangan pribadi mereka dengan perasaan yang kesal. Cakra yang tahu akan hal itu hanya tersenyum, kemudian Cakra pun menyusul Kania masuk ke dalam ruangan pribadi mereka.
Saat Cakra masuk, Cakra melihat Kania yang tengah duduk di sofa.
Cakra berjalan mendekat setelah itu Cakra pun membaringkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di atas pangkuan Kania.
Cakra pun terus memandangi wajah Kania dari bawah sambil tersenyum tersenyum. Entah sejak kapan Cakra menjadi sangat suka memandang wajah Kania yang cantik.
"Cantik."Ucap Cakra.
__ADS_1
Sedangkan di bawah, Mikela sedang memesan. Pada saat itu, Mikela melihat Lala yang sedang berada di kasir.
Mikela pun meminta pelayan yang melayaninya untuk memanggil Lala.
"Panggil wanita yang ada kasir itu!."Ucap Mikela.
"Ada apa ya Nona?."Tanya pelayan itu.
"Aku ada urusan dengannya, jadi jangan banyak tanya, langsung saja kamu panggilkan dia kesini."Ucap Mikela.
"Baik Nona."Pelayan itu pun langsung pergi untuk memanggil Lala dan juga menyiapkan pesanan Mikela tadi.
Dan tak lama Lala pun datang menghampiri Mikela.
"Maaf Nona apa ada yang bisa saya bantu?."Tanya Lala dengan sangat ramah sambil tersenyum manis.
"Duduklah."Ucap Mikela.
"Maaf Nona tidak bisa, saat ini saya dengan bekerja."Tolak Lala. Mikela menatap Lala dengan tatapan tidak suka.
Sedangkan Lala saat ini tengah bingung, kenapa wanita yang ada di hadapannya begitu terlihat tidak menyukainya, padahal tidak saling kenal sama sekali.
"Baiklah langsung pada intinya saja.
Siapa kamu? Dan apa hubungan kamu dengan Cakra?."Ucap Mikela tanpa basa basi lagi dan hal itu tentu saja membuat Lala bertambah bingung.
"Maaf Nona saya tidak mengerti dengan apa yang di katakan Nona."Ucap Lala dengan wajah yang terlihat begitu bingung.
"Dengar ya aku tahu kamu memiliki hubungan dengan Cakra. Dan kamu juga harus tahu kalau aku adalah wanita yang pernah begitu di cintai oleh Cakra pada saat kami di SMA dulu.
Kami memang pernah berpisah, tapi sebentar lagi kami akan bersama kembali.
Karena aku tidak akan membiarkan wanita rendah seperti kamu bersama dengan Cakra yang begitu sempurna, karena hanya aku yang pantas mendampinginya."Ucap Mikela.
Lala yang mendengar ucapan Mikela pun kini mengerti. Tadi siang Lala melihat wanita ini ada di cafe dan kemungkinan dia melihatnya saat menarik Cakra ke atas, dan akhirnya dia beranggapan kalau dirinya memiliki hubungan dengan Cakra. Lala pun paham kalau wanita yang ada di hadapannya saat ini ingin menghancurkan hubungan Cakra dan Kania.
"Tidak akan aku biarkan."Batin Lala.
"Maaf ya Nona, saya tidak mengenal kamu. Dan untuk hubungan ku dan Cakra itu pun bukan urusan kamu.
Jika memang dulu kamu adalah wanita yang di cintai Cakra, itu juga bukan urusan aku. Lagi pula cinta pada masa SMA itu hanya cinta monyet jadi kamu jangan terlalu senang dan terlalu bangga untuk hal itu.
Dengar ya Nona saat ini Cakra sudah bahagia bersama dengan wanita yang sangat di cintai nya, jadi saya sarankan sebaiknya kamu tidak menggangu Cakra lagi."Ucap Lala yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Mikela.
__ADS_1
Mikela sangat kesal dengan ucapan Lala. Mikela pun bangkit dari duduknya untuk mengejar Lala.