
Waktu terus berjalan, hari demi hari pun terus berganti. Seperti biasanya Kania dan Cakra melakukan aktivitas mereka masing masing.
Saat ini Kania sedang memilih milih baju untuk di pakainya hati ini. Cakra yang baru keluar dari kamar mandi merasa heran melihat Kania yang sibuk memilih baju.
"Ada apa?"Tanya Cakra.
"Tidak papa, aku hanya cari baju yang cocok untuk ku dan yang pastinya yang muat aku pakai."Jawab Kania.
"Memangnya yang biasa kamu pakai semuanya sempit?."Tanya Cakra dan Kania pun hanya mengangguk.
"Semuanya tidak bisa aku kancing, lihat."Ucap Kania, "Aku gemuk ya sekarang?."Sambung Kania yang bertanya pada Cakra.
"Sedikit sih,
kalau enggak kamu pakai dress aja ke kampusnya."Ucap Cakra.
"Tapi aku kan nggak pernah pake dress ke kampus ."Ucap Kania.
"Ya nggak papa lah."Ucap Cakra. Akhirnya Kania pun memakai dress ke kampus.
Sesampainya di kampus, lagi lagi Kania jadi pusat perhatian oleh yang lainnya. Pasalnya ini pertama kalinya untuk Kania pergi ke kampus menggunakan dress.
"Kania."
Kania menengok ke arah sumber suara. Saat ini Kania melihat Mikela. Kania sangat terkejut saat melihat Mikela ada di kampus yang sama dengannya.
"Kenapa Mikela ada di sini?."Batin Kania.
Mikela berjalan mendekat pada Kania, Mikela melirik Kania sambil tersenyum mengejek.
"Sekian lama tidak bertemu aku pikir kamu akan bertambah baik, tapi ternya, ah....
Pantas saja Cakra meninggalkan kamu dan memilih wanita lain. Coba lihat badan kamu sekarang tambah berisi. GEMUK."Ucap Mikela.
"Terus kamu pikir kamu jauh lebih baik dari pada aku?,
coba kamu berkaca Mikela kamu itu sudah terlihat seperti Tante Tante, badan kamu juga kurus kering, hanya tinggal tulang seperti tidak makan selama bertahun-tahun.
Kamu tahu tidak apa yang menyukai tulang?,
hanya anjing yang menyukainya bukan manusia."Ucap Kania setelah itu Kania pun pergi meninggalkan Mikela.
"Kurang ajar, beraninya dia berbicara seperti itu padaku."Ucap Mikela.
_
__ADS_1
Kania pergi ke kamar mandi, di dalam kamar mandi Kania melihat dirinya dari pantulan kaca kamar mandi.
"Sepertinya apa yang di katakan Mikela benar, aku gemuk."Ucap Kania.
"Bagaimana kalau Cakra tidak menyukai aku lagi karena aku gemuk?."Sambung Kania.
Kania pun keluar kamar mandi sambil menangis. Kania berlari keluar kampus.
Kania memutuskan untuk pergi ke cafe.
Dan setelah lima belas menit Kania sudah sampai di cafe. Kania masuk dan langsung duduk di meja dekat kasir, Kania terus saja menangis.
Pelayan cafe yang melihatnya langsung mendekati Kania dan bertanya apa yang terjadi. Tapi bukannya menjawab alasan kenapa dia menangis, Kania justru meminta makanan.
"Cepat bawa makanan untuk ku."Ucap Kania.
"Baiklah."Ucap pelayan itu.
Pelayan itu pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk Kania. Setelah beberapa menit beberapa makanan sudah tersaji di hadapan Kania.
Kania pun langsung memakan makanan itu, namun Kania tidak berhenti menangis.
"Hai apa yang terjadi pada Kania?.Tanya pelayan A.
"Aku tidak tahu, tiba tiba saja dia datang sambil menangis lalu meminta makanan."Jawab pelayan B.
"Heee aku gemuk, apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana kalau Cakra tidak menyukai aku lagi, bagaimana kalau Cakra lebih memilih Mikela yang seperti tulang anjing itu huuhuu."Sambung Kania.
"Sepertinya kita perlu menelpon Kak Cakra."Ucap pelayan B.
"Benar, kalau begitu aku akan menelpon Kak Cakra sekarang juga."Ucap pelayan A yang langsung menghubungi Cakra.
Tuuutt...
"Halo."
"Halo, Kak Cakra.
Maaf Kak kalau mengganggu, tapi Kak Kania sedang menangis sambil makan di cafe."Ucap pelayan A.
"Apa menangis?."Tanya Cakra.
"Benar, tapi kami tahu Kak Kania kenapa?."Jawab pelayan A.
"Baiklah aku akan pergi ke sana sekarang juga."Ucap Cakra.
__ADS_1
Kemudian sambungan telepon pun terputus. Dan setelah itu Cakra langsung pergi menuju cafe. Butuh waktu dua puluh menit untuk sampai di cafe.
Saat sampai di cafe, Cakra langsung menghampiri Kania yang masih makan sambil menangis.
"Kania, kamu kenapa?."Tanya Cakra sambil duduk di samping Kania.
Kania menatap Cakra sambil menangis.
"Aku, aku gemuk Cakra."Jawab Kania, kemudian Kania memasukkan makanan kembali ke mulutnya.
"Siapa yang bilang?."Tanya Cakra lagi.
"Si makanan anjing."Jawab Kania.
"Si makanan anjing? Siapa?."Ucap Cakra yang tidak tahu siapa yang di maksud Kania.
"Mikela.
Kamu tahukan kalau badan dia kurus kering cuman tinggal tulang. Tulang makanan anjing kan."Jelas Kania.
"Oh."Saut Cakra.
Kania menatap Cakra dengan tatapan tajam.
"Beneran aku gendut sekarang? Kamu nggak aku suka aku lagi, atau jangan jangan kamu punya wanita lain di belakang aku."Ucap Kania.
Cakra tidak tahu apa yang di pikirkan Kania saat ini. Bagaimana bisa dia berpikir kalau dia akan menduakan nya.
Tapi Cakra juga merasa heran kenapa Kania seperti tidak seperti biasanya. Kalau dari badan Kania memang sedikit bertambah berisi. Namun porsi makan Kania jauh lebih banyak dari sebelumnya dan emosi Kania juga meledak ledak.
"Apa yang terjadi pada Kania ya, sepertinya ada yang aneh dari dia."Batin Cakra.
"Kenapa kamu diam saja, jangan bilang kamu sedang memikirkan wanita lain."Ucap Kania.
"Tidak ada wanita lain di pikiran ku Kania, hanya ada kamu kamu dan kamu saja yang selalu ada di dalam pikiran dan hati ku."Ucap Cakra.
"Beneran?."Tanya Kania.
"Iya."Jawab Cakra.
"Aku boleh minta sesuatu?."Tanya Kania.
"Tentu."Jawab Cakra.
"Aku mau di suapin."Ucap Kania. Cakra tersenyum kemudian Cakra pun menyuapi Kania makan.
__ADS_1
Namun baru saja satu suap Kania susah merasa kenyang. Kemudian Kania pergi meninggalkan Cakra menuju ke atas.
"Dia kenapa sih?."Tanya Cakra bingung dengan Kania.