
Setelah memberikan baju olahraganya pada Kania, Cakra pun keluar dari dalam kamar mandi perempuan dan menunggu Kania di luar.
Tak lama Kania pun keluar dari dalam kamar mandi dengan sudah mengenakan baju olahraga milik Cakra.
Cakra pun mendekat pada Kania. Kemudian Cakra mengambil kantong plastik yang berisi baju basah Kania.
"Kita pulang sekarang ya."Ucap Cakra dan Kania pun mengangguk.
Cakra dan Kania berjalan beriringan menuju parkiran di mana Cakra memarkirkan motornya di sana. Sesampainya di sana Cakra langsung menghidupkan mesin motor dan Kania pun naik.
Di dalam perjalanan mereka hanya diam. Kania pun hanya duduk sambil memeluk Cakra di belakang. Setelah lima belas menit mereka pun kini sudah sampai.
Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah.
Kania langsung naik dan pergi ke kamarnya. Sedangkan Cakra memilih ke dapur untuk membuat minuman hangat.
"Loh Den Cakra lagi buat apa?."Tanya Bi Nining saat melihat Cakra tengah sibuk membuat sesuatu di dapur.
"Ini Bi, aku lagi buat susu jahe untuk Kania."Jawab Cakra sambil tersenyum.
"Kalau begitu biar Bibi aja yang buatkan, sekalian Bibi buatkan minuman buat Den Cakra ya."Ucap Bi Nining.
"Enggak usah Bi, lagi pula ini juga sudah selesai kok."Ucap Cakra. "Saya pergi ke kamar ya Bi."Sambung Cakra yang kemudian pergi ke kamar sambil membawa susu jahe buatannya.
Cakra langsung masuk ke dalam kamar, dan saat Cakra masuk, Cakra melihat Kania sudah mengganti bajunya.
Cakra berjalan mendekat pada Kania yang tengah duduk di atas tempat tidur.
"Ini buat elu."Ucap Cakra sambil memberikan susu jahe pada Kania.
"Makasih."Ucap Kania. Kania pun langsung meminumnya.
"Gimana enak gak?."Tanya Cakra yang kini sudah duduk di samping Kania.
"Enak kok."Jawab Kania. "Ini elu yang bikin?."Sambung Kania yang bertanya pada Cakra. Dan Cakra pun mengangguk.
"Makasih ya."Ucap Kania.
"Iya."Saut Cakra.
Cakra pun bangkit dari duduknya lalu pergi ganti baju. Setelah selesai Cakra kembali duduk di samping Kania.
__ADS_1
Cakra menyentuh kening Kania untuk memastikan apakah Kania demam atau tidak.
"Gue gak papa kok."Ucap Kania.
"Syukur deh kalau elu gak papa."Ucap Cakra.
"Tumben elu enggak pergi lagi, biasanya kan elu langsung pergi lagi dan pulang malam."Ucap Kania.
"Harusnya, tapi untuk hari ini enggak bisa. Gue enggak mungkin ninggalin elu dalam keadaan kaya gini."Saut Cakra.
"Oh iya, kenapa elu bisa kekunci di dalam kamar mandi dan basah kuyup kaya tadi sih?."Sambung Cakra yang penasaran kenapa Kania bisa kekunci bahkan sampe basah kuyup.
"Kelas gue keluar sedikit terlambat, dan sebelum gue pergi buat nemuin elu, gue pergi ke kamar mandi. Di sana sepi enggak ada orang. Tapi pas gue di dalam tiba tiba aja ada yang kunciin gue dari luar, terus gue juga di siram air."Jelas Kania.
"Gue udah teriak dan minta tolong tapi enggak ada orang satu pun yang masuk ke dalam kamar mandi."Sambung Kania.
"Kok bisa? Seharusnya pasti ada satu atau dua siswi yang pergi ke kamar mandikan sebelum bener bener semuanya udah pulang dari sekolah."Ucap Cakra.
"Iya seharusnya memang ada. Tapi gue denger kalau ada orang yang ngelarang yang lainnya masuk ke dalam kamar mandi."Saut Kania.
"Siapa?."Tanya Cakra.
"Gue enggak tahu pasti siapa, tapi samar samar gue kaya denger suara Monia."Jawab Kania.
Cakra terdiam sesaat. Cakra berpikir, kalau memang itu suar Monia, pasti ada hubungannya dengan Mikela. Tapi untuk apa Mikela ngelakuin itu pada Kania. Apa mungkin Mikela tahu kalau Kania adalah alasan berakhirnya hubungannya dengan Mikela.
"Kalau benar itu Monia, pasti dia itu dendam deh sama gue gara gara gue siram dia waktu di kantin."Ucap Kania.
"Maksudnya?."Tanya Cakra.
Kania pun akhirnya menceritakan kejadian di kantin tadi. Mendengar cerita Kania, sebenarnya tidak sepenuhnya Kania salah. Karena apa yang di lakukan Kania semata mata untuk membela temannya. Namun tidak menyangka kalau seperti ini jadinya.
"Hp elu kemana? Kenapa tadi gak aktif?."Tanya Cakra.
"Hp gue mati, tuh sekarang lagi di cas."Jawab Kania.
"Ya udah sekarang elu istirahat yang benar."Ucap Cakra.
"terus elu mau kemana?."Tanya Kania.
"Enggak kemana mana kok, gue di sini nemenin elu."Jawab Cakra.
__ADS_1
"Ok."
Setelah itu Kania pun tidur. Saat setelah Kania tertidur, Cakra langsung menghubungi Andika kembali. Namun kali ini Cakra tidak berbicara pada Andika tapi dengan Bimo Kakak Andika.
Cakra meminta maaf sekaligus meminta izin pada Bimo untuk tidak masuk kerja hari ini.
Cakra sebenarnya merasa tidak enak, karena baru beberapa hari bekerja Cakra sudah minta izin untuk tidak masuk bekerja.
Bimo pun tidak mempermasalahkannya karena jujur saja Bimo sudah tahu mengenai Cakra dari Andika.
Bimo pun meminta maaf pada Cakra, karena Bimo sudah memaksa untuk bercerita tentang dirinya. Setelah tahu mengenai status Cakra, Bimo pun memahami keadaan Cakra.
Cakra pun tidak mempermasalahkannya, mungkin dengan begini akan jauh lebih mudah untuk kedepannya jika ada sesuatu yang mendesak seperti saat ini.
Setelah selesai menelpon, Cakra pun tidur di samping Kania. Cakra ingin beristirahat lebih lama, setelah beberapa hari ini terus melakukan aktivitas yang cukup melelahkan.
"Senang rasanya bisa punya waktu istirahat lebih hari ini. Ternyata mencari uang memang tidak mudah ya. Gue benar benar menyesal sudah menghamburkan uang dulu, maaf ya Pah, maafkan Cakra yang dulu suka menghambur-hamburkan uang Papah dulu." Batin Cakra sebelum akhirnya Cakra terlelap di samping Kania.
_______
Setelah cukup lama tertidur Cakra pun terbangun dan pada saat itu handphonenya pun berdering. Cakra mengambil handphone nya lalu mengangkat telpon itu.
"Halo."Ucap Cakra.
"Halo Cakra, kamu di mana?."Tanya orang di sebrang telpon.
"Kamu jemput aku ya di jalan dekat cafe yang biasa."Sambung orang itu yang tak lain adalah Mikela.
"Sorry gue gak bisa."Ucap Cakra.
"Ayo dong Cakra, mobil aku mogok. Masa kamu tega sih ngebiarin aku sendiri."Ucap Mikela.
"Lebai banget sih elu. Elu kan punya uang tinggal panggil taxsi aja apa susahnya sih."Ucap Cakra.
"Dengar ya, gue harap elu jangan hubungin gue lagi, ok. Gue udah gak mau berurusan sama elu lagi."Sambung Cakra.
"Tapi kenapa sih Cakra?."Tanya Mikela.
"Cakra."Panggil Kania.
"Iya gue di sini."Saut Cakra. Setelah itu Cakra langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan Mikela.
__ADS_1
Dan saat Cakra lihat ternyata Kania hanya mengigau. Cakra pun tersenyum sambil menatap Kania yang masih terlelap. Cakra yakin kalau saat ini pasti Kania sedang memimpikannya.