Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 13


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu begitu cepat. Dan selama itu pula Cakra selalu pulang malam.


Awalnya Kania tidak memperdulikan hal itu, tapi lama semakin lama Kania mulai penasaran kemana Cakra pergi setelah pulang sekolah.


Seperti biasa Cakra sampai di rumah tepat pada pukul sembilan malam. Cakra langsung masuk ke dalam kamar. Saat Cakra masuk ke dalam kamar Cakra terkejut melihat Kania yang masih terjaga.


"Tumben elu belum tidur."Ucap Cakra.


"Belum ngantuk."Saut Kania.


"Hmm."


Cakra menaruh barangnya di tempat semula lalu Cakra pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah lima belas menit Cakra pun keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya.


Lalu Cakra duduk di meja belajarnya untuk mengerjakan tugas sekolahnya.


"Cakra gue mana sama elu."Ucap Kania.


"Tanya apa?."Saut Cakra tanpa menoleh pada Kania.


"Sebenarnya elu pergi ke mana sih sepulang sekolah, kenapa selama satu Minggu ini elu selalu pulang malam?."Tanya Kania.


Cakra menghentikan kegiatannya lalu menengok ke arah Kania yang sedang menunggu jawaban dari dirinya.


"Kenapa?."Tanya Cakra kembali.


"Kok elu malah balik nanya sih, ya gue penasaran aja. Apa memang dari dulu elu selalu pulang malam seperti ini."Ucap Kania.


"Sorry Kania, untuk saat ini gue belum bisa kasih tahu elu. Tapi elu tenang aja gue enggak ngelakuin hal yang aneh aneh kok."Ucap Cakra.


Kemudian Cakra melanjutkan kegiatannya kembali, dan Kania kini hanya diam tanpa bertanya apa pun lagi pada Cakra. Meskipun sebenarnya Kania masih sangat penasaran dengan apa yang Cakra lakukan saat pulang sekolah. Tapi Kania tidak bisa memaksa Cakra untuk berbicara jujur padanya kalau memang Cakra tidak mau memberitahunya.


Waktu terus berjalan dan malam pun kini semakin larut. Kania kini sudah terlelap sedari tadi. Sedangkan Cakra baru saja membaringkan dirinya di atas tempat tidur di samping Kania.


"Maaf Kania gue enggak bisa kasih tahu elu kalau gue kerja sampingan sepulang sekolah. Karena gue enggak mau elu merasa enggak enak sama gue. Padahal apa yang gue lakukan saat ini memang sudah kewajiban gue." Batin Cakra sambil menatap Kania yang sudah terlelap.


"Apa pun yang terjadi di masa depan nanti. Gue akan berusaha untuk melakukan yang terbaik buat elu Kania. Meskipun di antara kita tidak ada kata cinta, dan walaupun pernikahan ini karena keterpaksaan. Tapi gue akan selalu berusaha untuk memenuhi tanggung jawab gue terhadap elu. Dan semoga saja seiring berjalannya waktu yang akan kita lalui bersama bisa menumbuhkan benih cinta di antara kita."

__ADS_1


Cakra pun akhirnya terlelap karena Cakra sudah merasa sangat lelah dengan kegiatannya hari ini.


Keesokan harinya, Kania bangun lebih awal. Saat Kania terbangun, Kania merasakan kalau tubuh berat dan seperti tertimpa sesuatu.


Setelah Kania benar benar sadar, Kania melihat kalau ternya yang menimpa tubuhnya adalah Cakra.


Cakra memeluk Kania begitu erat seakan Cakra tidak ingin lepas dari Kania.


Tanpa sadar Kania memandang wajah Cakra yang masih terlelap, dan saat itu Kania pun tersenyum.


"Tampan dan manis."Ucap Kania.


"Terimakasih atas pujian di pagi harinya."Saut Cakra yang ternya sudah terbangun juga.


Cakra langsung melihat ke arah wajah Kania sambil tersenyum.


"Elu juga cantik dan imut."Ucap Cakra sambil menyentuh hidung Kania dengan telunjuknya sambil tersenyum.


"Sejak kapan elu udah bangun?."Tanya Kania.


"Sejak elu bangun dan puji gue."Jawab Cakra.


"Terus kenapa masih peluk peluk gue?."Tanya Kania kembali.


Kemudian Cakra pun mempererat pelukannya pada Kania. Dan dengan begitu usilnya Cakra menggelitik Kania, sehingga Kania langsung teriak dan tertawa kegelian.


"Aaa... Cakra."Ucap Kania sambil tertawa.


Karena Cakra terus menggelitik Kania dan tidak .aku berhenti, Kania pun akhirnya melakukan hal yang sama dan mereka pun akhirnya tertawa bersama.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berhenti karena sama sama kelelahan. Dan pada saat itu jam alarm Kania berbunyi, saat itu Cakra dan Kania langsung melihat jam.


"Telat ...."Ucap Kania dan Cakra bersamaan saat melihat kalau sebentar lagi bel sekolah akan berbunyi.


Kania dan Cakra pun langsung berlari untuk bersiap. Karena Kania berhasil masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu, terpaksa Cakra pakai kamar mandi yang ada di bawah.


Setelah semuanya selesai, Cakra dan Kania langsung bergegas berakhir sekolah.


Awalnya Kania ingin berangkat menggunakan mobil, namun Cakra mengajak untuk naik motor saja agar bisa lebih cepat sampai. Setelah berpikir akhirnya Kania berangkat bersama dengan Cakra menggunakan motor.

__ADS_1


"Pegangan yang kencang Kania!."Ucap Cakra.


"Iya."Jawab Kania.


Cakra mengendarai motornya dengan sangat cepat agar cepat sampai dan berusaha agar tidak telat. Namun sayang sungguh sayang secepat apa pun Cakra mengendarai motornya mereka tetap saja terlambat.


Pada akhirnya mereka tetap mendapat hukuman karena keterlambatan mereka. Dan untungnya kali ini mereka mendapat hukuman untuk membersihkan perpustakaan. Setidaknya itu jauh lebih baik dari pada harus membersihkan kamar mandi di sekolah.


"Ini tuh gara gara elu tahu."Ucap Kania.


"kenapa gara gara gue?."Tanya Cakra.


"Coba aja tadi pagi elu enggak ngegelitikin gue pasti kita enggak akan telat."Ucap Kania.


"Bukan cuman salah gue doang kali, elu juga. Coba kalau elu enggak ikut ngegelitikin gue pasti kita akan lupa waktu dan terlambat."Saut Cakra.


"Udah enggak usah banyak ngeluh, cepat kerjain biar cepat selesai."Sambung Cakra.


Akhirnya mereka membersihkan perpustakaan bersama dengan baik dan tanpa ada keributan seperti biasanya, sehingga pekerjaan mereka kali ini cepat selesai.


Setelah selesai, mereka pun duduk untuk beristirahat sejenak. Saat mereka sedang istirahat seorang siswi menghampiri mereka, tepatnya menghampiri Cakra. Siswi itu adalah mantan kekasih Cakra yang tak lain adalah Mikela.


"Cakra ini buat elu."Ucap Mikela sambil memberikan air minum pada Cakra.


"Makasih."Ucap Cakra sambil mengambil air minum yang di berikan Mikela padanya.


"Ya udah gue pergi ya, dah."Ucap Mikela sambil tersenyum, setelah itu Mikela pun berlalu pergi meninggalkan Cakra dan Kania.


"Nih minum."Ucap Cakra sambil memberikan air minum yang tadi di berikan oleh Mikela pada Kania.


"Kenapa kasih gue, itukan buat elu."Ucap Kania.


"Apa pun yang jadi milik gue, itu artinya jadi milik elu juga."Ucap Cakra.


"Udah ambil aja enggak papa, gue tahu elu pasti haus kan."Sambung Cakra.


Kania pun akhirnya langsung langsung mengambil dan meminum air itu, setelah merasa cukup, Kania pun memberikan sisa air minum itu pada Cakra. Sambil menunggu jam pelajaran pertama selesai Cakra memilih bermain game sedangkan Kania hanya melihat permainan Cakra sambil bersandar di pundak Cakra.


Tanpa mereka sadari kalau mereka kini sudah semakin dekat dan mungkin saling membuka diri satu sama lain.

__ADS_1


______________


Untuk para membaca mohon maaf karena baru bisa up kembali 🙏.


__ADS_2