
Keesokan harinya Cakra berkemas di bantu oleh Kania. Karena hari ini Cakra harus pergi ke luar kota secara mendadak jadi Cakra berkemas untuk sekalian pergi ke acara pernikahan Rendi.
"Kamu sedih ya?
Maaf ya sayang aku tidak bisa membawa kamu pergi, dan aku juga harus tetap pergi karena perjanjian kami dulu."Ucap Cakra.
"Iya mau bagaimana lagi."Ucap Kania.
Cakra pun mencium kening Kania, setelah itu mencium perut Kania dan mengelusnya.
"Baik baik ya sayang."Ucap Cakra.
Setelah berpamitan Cakra pun langsung pergi meninggalkan Kania. Setelah Cakra pergi harusnya Kania langsung pergi ke rumah Lusi. Tapi karena ngantuk Kania pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.
_
Waktu pun terus berjalan hingga tak terasa hari pun kini sudah gelap tapi Kania masih terlelap di atas tempat tidurnya.
Hingga pada tengah malam sebuah notif pesan berbunyi yang akhirnya membangunkan Kania.
Kania mengambil handphone nya lalu melihat siapa yang mengirim pesan.
"Nomer tidak di kenal."Ucap Kania.
Kania pun membuka pesan itu.
..."Sayang setelah aku pikir pikir sebaiknya kau ikut bersama ke acara pernikahan Rendi, tapi maaf sayang atau tidak bisa menjemput kamu. Jadi aku meminta seseorang untuk menjemput kamu pergi ke sana, dan kita akan bertemu di sana....
...Oh iya maaf aku pakai no baru....
......Suamimu Cakra."......
Kania sangat senang saat membaca pesan itu. Akhirnya Kania pun langsung berkemas sebelum orang yang di minta untuk menjemput datang.
Dan tak lama setelah Kania selesai berkemas dan bersiap ada seseorang yang menjemputnya. Si dalam perjalanan Kania memberitahu Mia dan juga Bunga kalau dia juga akan datang ke pesta pernikahan Rendi.
Kania sangat ingin segera bertemu dengan mereka di sana.
Karena perjalanan masih lama Kania pun tertidur di dalam mobil.
Dan pada saat Kania membuka matanya kembali, Kania melihat keluar jendela dan Kania melihat hari sudah pagi.
"Apa kita sudah sampai?."Tanya Kania.
"Bener Nona kita sudah sampai."Jawab supir itu.
Kania pun keluar dari mobil, dia melihat sebuah kapal pesiar yang begitu mewah. Kania pun tersenyum dan tak menunggu lama Kania langsung pergi ke sana di bantu supir tadi. Dan setelah masuk ke dalam pesiar Kania di arahkan ke sebuah kamar.
Setelah itu Kania di tinggal sendiri.
__ADS_1
Kania membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang terasa begitu nyaman.
"Kapan ya Cakra datang?."Tanya Kania.
Sedangkan kini Cakra yang baru saja sampai di kapal pesiar langsung menuju kamar yang sudah di siapkan. Saat menuju kamar, Cakra berpapasan dengan Mia dan Bunga.
"Cakra."Panggil Mia.
"Hai."Sapa Cakra.
"Di mana Kania?."Tanya Mia.
"Kania? Tentu saja Kania ada di rumah."Jawab Cakra.
"Di rumah?
Tapi tadi malam Kania memberitahu kita kalau dia sedang dalam perjalanan kesini."Saut Bunga.
"Maksudnya?."Tanya Cakra yang tidak mengerti apa maksud Bunga.
Bunga dan Mia pun menceritakan semuanya pada Cakra. Tapi Cakra sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan oleh Bunga dan Mia.
"Dengar ya aku sama sekali tidak mengajak atau pun mengizinkan Kania kesini."Ucap Cakra.
Bunga pun memperlihatkan pesannya dengan Kania tadi malam. Cakra pun menjadi khawatir kata Cakra sama sekali tidak meminta orang untuk menjemput Kania.
Mia pun langsung menghubungi Kania.
"Halo Kania, kamu di mana?."Tanya Mia.
"Aku sudah ada di dalam kamar kapal pesiar. Kamu ada di mana?."Jawab Kania.
"Kamar mana Kania?."Tanya Mia panik.
"Kenapa terdengar panik sekali Mia?."Tanya Kania.
"Kania aku sedang bersama dengan Cakra, dan ternyata Cakra sama sekali tidak mengirimkan pesan apa pun padamu apa lagi meminta kamu untuk datang dan menyuruh orang menjemput kamu."Jelas Mia.
"Apa?
Kamu bercanda kan Mia?."Tanya Kania yang mulai merasa tidak enak.
"Tidak Kania, aku serius."Saut Mia.
Cakra mengambil handphone Mia lalu berbicara pada Kania.
"Halo."Ucap Cakra.
"Cakra."Saut Kania kaget saat mendengar suara Cakra.
__ADS_1
"Kamu dimana?
Kenapa kamu tidak mendengarkan aku?."Tanya Cakra.
"Jadi benar bukan kamu yang mengirimkan pesan itu padaku? Kamu benar benar tidak meminta aku datang dan menyuruh orang untuk menjemput ku?
Kalau begitu siapa yang pura pura menjadi kamu?
Cakra, aku ak--u takut."Ucap Kania.
"Sekarang dengarkan aku!
Cepat keluar dari sana dan jangan matikan teleponnya terus lah terhubung dengan ku, mengerti."Ucap Cakra.
"Iya."Saut Kania.
Kania pun keluar dari dalam kamar dan terus mendengarkan petunjuk Cakra. Sedangkan Cakra Mia dan Bunga berpindah untuk mencari Kania. Mia pergi bersama dengan Andika sedangkan Bunga pergi bersama dengan Putra.
Waktu terus berjalan dan Kania tahu kalau dia saat ini di lantai paling bawah. Cakra pun langsung berlari menuju ke sana.
Namun takdir berkata lain saat Cakra sampai di lantai paling bawah, Kania sudah akan terjatuh, Kania hanya berpegang pada batas kapal.
"KANIA......"Teriak Cakra sambil berlari ke arah Kania.
"CAKRA........"Teriak Kania.
Dan semuanya terlambat Kania terjatuh ke dalam laut. Cakra benar benar panik dan terkejut, bahkan Cakra ingin langsung melompat kelaut untuk menyelamatkan Kania.
Namun Andika dan Putra menahan Cakra.
"Cakra aku yang mau kamu lakukan?."Tanya Andika.
"Kania, lepas aku mau menolong Kania."Ucap Cakra dengan terus berontak.
"Nggak gitu caranya Cakra, kita akan meminta bantuan pada yang lain."Ucap Putra.
"Istriku jatuh kedalam laut, tapi kenapa kalian malah menahan aku seperti ini."Ucap Cakra sambil menangis dan memberontak.
Mia dan Bunga datang bersama beberapa anggota awak kapal untuk membantu mencari Kania.
Sayang seribu kali sayang setelah pencarian cukup lama Kania sama sekali tidak bisa di temukan.
Pada saat itu Cakra benar benar seperti orang gila, Cakra terus berusaha untuk melompat ke dalam laut. Hingga akhirnya Andika dan Putra membuat Cakra pingsan dan mengunci Cakra di dalam kamar saat menghadiri pesta pernikahan Rendi.
Rendi yang mengetahui apa yang terjadi pada Kania, langsung menghubungi bantuan untuk mencari Kania. Rendi pun meminta Andika, Putra, Mia dan Bunga untuk fokus pada Kania dan Cakra saja.
Cakra yang sudah tersadar terus berusaha untuk keluar dari dalam kamar, hingga ada seseorang yang membuka kamar Cakra. Pada saat pintu terbuka Cakra langsung pergi untuk mencari Kania. Tanpa rasa takut Cakra langsung melompat kelaut.
Tapi karena sudah banyak yang sedang mencari Kania, ada banyak orang yang melihat Cakra lompat ke laut dan akhirnya langsung menolong Cakra.
__ADS_1