Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 32


__ADS_3

Mia menatap Kania dengan tatapan penuh kekecewaan dan amarah. Kemudian Mia menatap Bunga.


"Dia, semua ini gara gara dia.


Dia yang aku anggap sahabat terbaik ku, dia yang aku percaya, tapi ternyata dia seorang penghianat."Ucap Mia dengan lantang.


Bunga dan Kania terkejut mendengar ucapan Mia. Mereka yakin kalau apa yang mereka pikirkan itu benar.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?."Tanya Kania.


"Kamu tidak perlu berpura pura lagi di hadapan ku Kania. Aku muak dengan sandiwara kamu."Saut Mia.


"Lebih baik kamu katakan apa yang sebenarnya terjadi!."Ucap Bunga.


"Ok, aku akan katakan.


Kamu tahukan kalau aku menyukai Cakra, sangat menyukai Cakra. Dan yang mengetahui hal itu bukan hanya kamu, tapi dia pun tahu akan hal itu.


Di depan aku dia berpura pura mendukung ku, tapi di belakang dia menghianati aku dan bahkan menjalin hubungan dengan Cakra.


Padahal dia tahu dengan sangat jelas tentang perasaan ku pada Cakra selama ini."Jelas Mia.


"Mia, soal itu---"


"Cukup! Aku tidak mau mendengar apa pun lagi darimu Kania."Ucap Mia.


Kania kini benar benar Bingin dan tidak tahu harus apa. Mia sangat marah dan kecewa pada dirinya.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini, sekarang aku hanya ingin sendiri."Ucap Mia.


Bunga akhirnya mengajak Kania pergi meninggalkan Mia sendiri. Sebenarnya Kania enggan untuk meninggalkan Mia, namun Bunga memaksanya untuk pergi, dan membiarkan Mia menenangkan dirinya sendiri.


Kania dan Bunga pun langsung kembali ke kelas, Di dalam kelas Kania sangat tidak tenang.


"Kamu kenapa?."Tanya Bunga.


"Aku khawatir tentang hubungan ku dengan Mia selanjutnya, bagaimana pun juga hanya kamu dan Mia yang selalu bersama dengan dari dulu,"jawab Kania "Aku juga penasaran dari mana dia tahu tentang hubunganku dengan Cakra?."Sambung Kania.


"Aku juga tidak tahu, tap bisa jadi Mia hanya tahu atau mengira kamu dan Cakra itu pacaran bukan suami istri."Saut Bunga.


"Entahlah, yang jelas saat ini aku hanya ingin langsung menjelaskan pada Mia tentang hubungan ku dan Cakra."Ucap Kania.


Tak lama bel masuk pun berbunyi, Mia pun kini sudah kembali ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran.


_


Hari itu Mia tidak mau berbicara dengan Kania, bahkan Mia selalu saja menyendiri.


Dan hal itu tentu saja membuat Kania merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Saat pulang sekolah Kania menunggu Cakra di persimpangan jalan, dan tak lama Cakra pun datang.


"Kania, ayo."Panggil Cakra.


"Kania."


Cakra memanggil Kania kembali namun Kania masih terdiam tenggelam dalam lamunannya.


Cakra pun akhirnya turun dari motor dan menghampiri Kania.


"Kania."Panggil Cakra sambil menepuk pundak Kania.


"Iya "Saut Kania sambil melihat ke arah Cakra.


"Kamu kenapa?."Tanya Cakra.


"Kenapa apanya?."Ucap Kania yang tidak mengerti apa maksud Cakra.


"Kamu tadi melamun itu kenapa?."Tanya Cakra kembali.


"Aku tidak papa kok, lagi pula aku juga tidak melamun."Jawab Kania.


"Benarkah lalu kenapa kamu diam saja saat aku panggil berkali kali?."Tanya Cakra kembali.


"Aku tidak dengar."Ucap Kania sambil tersenyum.


Bukannya Kania tidak ingin memberitahu Cakra tentang apa yang sedang dia pikirkan. Namun Kania tidak mau Cakra ikut memikirkan tentang permasalahannya, sudah cukup banyak hal yang Cakra pikirkan selama ini.


Jelang beberapa menit mereka pun kini sampai di cafe. Kania yang tiba tiba saja merasa sedikit pusing langsung pergi ke atas untuk beristirahat sebentar.


Sedangkan Cakra pergi menemui kekasih Jaja yang akan mulai bekerja pada hari ini.


"Hai Ja, di mana kekasih mu?."Tanya Cakra pada Jaja.


"Dia sedang di belakang menaruh barangnya."Jawab Jaja.


"Oh, ok."Ucap Cakra.


"Ah itu dia,"ucap Jaja "La kemarilah."Sambung Jaja.


Seorang gadis kini berjalan mendekat pada saat setelah Jaja memanggilnya.


Gadis itu tersenyum ramah pada Jaja dan juga Cakra.


"La perkenalkan ini Cakra, pemilik cafe ini."Ucap Jaja memperkenalkan kekasihnya pada Cakra.


"Hai nama aku Lala."Sapa Lala sambil mengulurkan tangan pada Cakra.


"Cakra."Saut Cakra sambil membalas uluran tangan Lala.

__ADS_1


"Ja, kamu beritahu dan ajari dia pekerjaannya di sini, aku mau keatas terlebih dahulu."Ucap Cakra yang di balas dengan sebuah anggukan oleh Jaja.


Setelah Cakra pergi, Jaja pun memberitahu semua hal pada Lala tentang tugas dan apa saja yang harus di kerjakan.


Jaja pun memberitahu Lala untuk tidak pergi ke lantai dua tanpa izin apa lagi masuk ke ruangan Cakra.


"Tunggu, kamu kan tinggal di sini, di lantai tiga. Tapi tidak boleh ke lantai dua, jadi bagaimana cara kamu pergi ke lantai tiga?."Tanya Lala.


"Tentu saja naik tangga, dan pasti lewat lantai dua. Aku lewat depan pintu ruangan lantai dua.


jadi kalau di gambarkan lantai dua itu seperti rumah atau apartemen Cakra.


Karena di sana ada kamar tidur, ruang kerja, kamar mandi ruang tamu dan dapur kecil."Jelas Jaja.


"Jadi Cakra juga tinggal di sini?."Tanya Lala kembali.


"Tidak, dia pulang kalau semua pekerjaan nya selesai."Jawab Jaja dan Lala pun hanya mengangguk tanda dia mengerti.


Setelah menjelaskan semuanya Lala pun langsung bekerja membatu yang lain untuk membersihkan cafe sebelum buka.


Dan pada saat cafe buka, Kania turun.


Lala yang melihat Kania langsung tersenyum ramah, walaupun Lala penasaran siapa Kania.


"Kamu pacarnya Jaja ya?."Tanya Kania.


"Iya, perkenalkan nama aku Lala."Jawab Lala sambil memperkenalkan dirinya pada Kania.


"Nama ku Kania."Saut Kania sambil menyambut uluran tangan Lala.


"Semoga kamu betah ya bekerja di sini."Sambung Kania sambil tersenyum.


Dan seperti biasa, cafe sangat ramai pada saat malam hari. Semua orang pun terlihat sangat sibuk melayani para tamu.


_


Waktu berjalan begitu cepat, malam kini semakin larut dan tamu pun mulai sepi karena memang sebentar lagi akan tutup. Malam ini cafe memang buka lebih lama, karena malam Minggu.


Saat cafe sudah kosong, mereka pun langsung membersihkan semuanya sebelum benar benar tutup.


Kali ini Kania dan Cakra membersihkan bagian luar. Mereka bekerja sambil bercanda dan sesekali Cakra memeluk bahkan mencium Kania.


Awalnya Kania sangat terkejut saat Cakra mencium dan memeluknya di tempat umum. Namun lama kelamaan Kania terbiasa, lagi pula ini tempat Cakra dan kebetulan pada saat itu tidak ada yang melihat mereka.


Dan saat Cakra memeluk Kania dari belakang sambil membisikkan sesuatu pada Kania, terdengar suara tepuk tangan.


Kania dan Cakra pun langsung melihat kearah suara tepuk tangan itu.


Kania sangat terkejut saat melihat Mia tengah berdiri di hadapannya sambil tepuk tangan dan air mata yang menetes.

__ADS_1


__ADS_2