Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 69.


__ADS_3

Setelah mengantar Daniel dan Sonnya pulang, Cakra pun kembali ke hotel. Sesampainya di sana Cakra langsung menghubungi Lusi.


"Halo Mah."Sapa Cakra saat sambungan teleponnya terhubung dengan Lusi.


"Halo sayang, bagaimana hasilnya?."Tanya Lusi.


"Hasilnya sangat baik Mah, aku berhasil menjalin kerjasama dengan perusahaan yang selama ini di impikan oleh Papah.


Oh iya Mah, selain itu aku juga menemukan dunia aku di sini Mah."Ucap Cakra.


"Dunia?


Maksud kamu Kania?."Tanya Lusi.


"Iya Mah, Kania ada di sini bersama dengan anakku."Ucap Cakra.


"Benarkah itu Cakra, Kania masih hidup?."Tanya Lusi memastikan.


"Iya Mah aku yakin.


Tapi Kania tidak mengingat apa pun tentang ku, tapi aku sangat yakin dia adalah Kania ku.


Dan asal Mamah tahu, anak ku sangat mirip dengan ku. Dia anak yang tampan dan pintar."Ucap Cakra.


Dari gaya bicara Cakra, Lusi tahu kalau Cakra sangat bahagia. Lusi juga bahagian kalau memang yang Cakra temui itu memang Kania dan anaknya, tapi bagaimana kalau ternyata bukan, mereka hanya orang yang kebetulan mirip saja.


"Sayang apa kamu yakin kalau itu Kania, bisa saja mereka itu cuman kebetulan mirip sama Kania dan juga kamu."Ucap Lusi.


"Ya aku juga sempat berpikir seperti itu, tapi hati kecilku mengatakan kalau itu adalah Kania Mah.


Pokoknya Mamah tidak perlu khawatir aku pasti akan membawa mereka pulang Mah."Jelas Cakra.


"Jadi kamu akan tinggal di sana?."Tanya Lusi.


"Iya, aku akan tinggal di sampai aku berhasil membawa Kania pulang."Ucap Cakra dengan penuh keyakinan.


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu."Ucap Lusi.


Tak lama dari itu sambungan telepon mereka pun terputus. Kemudian Cakra pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Setelah bertemu dengan Sonnya, Cakra merasa jauh lebih bahagia dan semangat.


_____


Di pagi hari yang cerah, Cakra membuka mata dan pada saat itu Cakra melihat Kania yang sedang tersenyum padanya.


"Selamat pagi suami ku sayang."Ucap Kania, kemudian Kania pun mencium bibir Kania sekilas.

__ADS_1


"Kamu sudah kembali?."Tanya Cakra.


"Apanya yang sudah kembali, selama ini aku selalu bersama dengan kamu kok."Jawab Kania.


CEKLEK.


Pintu kamar mereka terbuka dan seorang anak laki laki pun berlari kearah mereka.


"Selamat pagi Mami, Papi."Sapa anak itu sambil mencium pipi Kania dan Cakra.


"Selamat pagi anak Mami sayang."Saut Kania yang juga mencium pipi anak itu.


"Daniel?."Ucap Cakra.


"Iya Pih."Ucap anak itu."Papi nggak sapa aku balik?."Sambung Daniel.


"Oh iya, selamat pagi sayang."Ucap Cakra yang juga mencium pipi Daniel.


Setelah itu mereka pun bercanda dan tertawa bahagia di dalam kamar.


Cakra benar benar merasa bahagia, karena ini adalah momen yang sangat di impikannya.


Tertawa bersama dengan dunianya.


____


"Ah..."


Cakra terbangun dari mimpi indahnya saat terjatuh dari tempat tidur.


"Sial ternyata hanya mimpi."Ucap Cakra.


Saat Cakra melihat jam, ternyata siang sudah berganti malam. Saat itu Cakra berpikir untuk mengajak Sonnya dan Daniel pergi makan di luar.


Akhirnya Cakra pun bersiap bersiap sebelum pergi ke kediaman Sonnya.


Setelah selesai bersiap, Cakra melihat dirinya di cermin. Cakra pun tersenyum, dia merasa kalau saat ini seperti kembali menjadi Cakra yang dulu, Cakra sang Playboy.


"Baiklah Cakra, ayo mulai.


Mulai untuk kembali menaklukkan duniamu, dan jangan biarkan dia lepas dari genggaman kamu lagi."Ucap Cakra pada dirinya sendiri agar lebih bersemangat lagi.


Kemudian Cakra pun langsung pergi ke kediaman Sonnya. Setelah menempuh waktu tiga puluh menit, Cakra pun sampai di depan rumah Sonnya.


Kebetulan pada saat itu Sonnya dan Daniel sedang berada di balkon kamar Sonnya.

__ADS_1


"Paman Cakra."Teriak Daniel.


"Hai."Ucap Cakra sambil melambaikan tangannya.


"Ada apa Paman datang ke rumah ku?."Tanya Daniel.


"Paman hanya ingin pergi jalan jalan tapi tidak ada yang bisa menemani Paman, dan Paman langsung teringat padamu Daniel dan pastinya Mami kamu yang cantik itu,


jadi Paman datang untuk mengajak kalian pergi jalan jalan.


Kamu mau kan?."Jelas Cakra.


"Iya aku mau."Ucap Daniel.


"Nggak, ini sudah malam."Saut Sonnya.


"Ini baru jam tujuh Mami."Ucap Daniel.


"Tetap aja malam kan.


Lagi pula kita tidak bisa pergi bersama dengan orang yang tidak kita kenal sayang."Jelas Sonnya.


"Mami, dia itu Paman Cakra.


Mami tahu itu kan."Ucap Daniel.


"Iya Mami tahu dia Paman Cakra, tapi kan--."


"Tidak ada tapi tapian, pokoknya Daniel mau pergi jalan jalan sama Paman Cakra."Ucap Daniel."Paman tunggu sebentar aku dan Mami akan bersiap."Sambung Daniel yang berteriak pada Cakra.


"Baiklah Paman tunggu."Saut Cakra.


Cakra tersenyum puas saat rencananya berhasil. Setelah itu Cakra pun akan mulai aksinya untuk mengambil hati Sonnya dan Daniel.


Setelah menunggu selama lima belas menit Sonnya dan Daniel pun keluar dari dalam rumah. Kemudian mereka langsung masuk ke dalam mobil Cakra.


Pada saat Cakra anak masuk ke dalam mobil seorang pria baru saja datang dengan mobilnya. Pria itu terkejut saat melihat Cakra ada di sini.


Dan setelah mobil Cakra pergi, pria itu keluar dari mobil dan mengetuk pintu. Kemudian seorang pria paruh baya keluar dari dalam rumah.


Pria itu pun menanyakan Sonnya, tapi sayangnya Sonnya batu saja pergi.


Akhirnya pria itu pun memutuskan untuk langsung pergi dari sana. Di dalam mobil pria itu terus mengumpat.


"Sial, kenapa orang itu bisa ada di sini dan bertemu dengan Sonnya.

__ADS_1


Tidak, kali ini aku tidak akan melepaskan nya lagi. Cukup sekali aku gagal mendapatkan nya dan kali ini aku tidak akan membiarkan itu terjadi kembali."Ucap pria itu yang tak lain adalah David.


__ADS_2