
Pada saat tengah malam mereka pun masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
Saat masuk ke dalam kamar Cakra langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kok langsung rebahan? Nggak ganti baju dulu?."Tanya Kania.
"Iya, kamu duluan saja."Ucap Cakra.
Kania pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya. Di dalam kamar mandi, saat Kania akan mengganti bajunya dengan lingerie yang di berikan Bunga waktu itu Kania sedikit ragu.
Apakah akan sangat memalukan kalau memakai lingerie ini?
Atau apakah akan terlihat aneh dan Cakra akan mentertawakan nya nanti?.
"Huufff, tidak aku harus mencobanya."Ucap Kania.
Kania pun langsung mengganti dress nya dengan lingerie berwarna merah darah itu.
Setelah selesai Kania membuka pintu perlahan, lalu melihat apa yang sedang di lakukan oleh Cakra.
"Kemana Cakra?."Tanya Kania pada dirinya sendiri saat tidak melihat Cakra.
Kania pun langsung keluar dari kamar mandi.
Lalu Kania berjalan menuju tempat tidur dan duduk di sana.
"Aduh kok tiba tiba saja aku merasa tidak yakin sih, aku ganti baju saja deh."Ucap Kania.
Kania pun kini membuka lemarinya untuk mengambil baju tidur miliknya.
Namun tiba tiba saja ada yang memeluknya dari belakang.
"Cakra."Panggil Kania.
"Hmm."Jawab Cakra.
"Kamu dari mana?."Tanya Kania kembali.
"Dari balkon.
Dan pada saat aku di sana aku melihat kamu keluar dari kamar mandi menggunakan lingerie ini membuat aku terpaku untuk sesaat.
Dan apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan ini akan berakibat fatal."Ucap Cakra.
"Berakit fatal?."Tanya Kania.
"Iya.
Kamu mau tahu?."Tanya Cakra dan Kania pun mengangguk.
Cakra melepaskan pelukannya, kemudian membalikkan tubuh Kania agar menghadap padanya.
"Tatap mataku Kania."Ucap Cakra.
Kania pun menatap mata Cakra. Cakra mendekat pada Kania, hingga tidak ada jarak lagi antara Cakra dan Kania.
Cakra membelai rambut hingga leher Kania. Cakra pun berbisik pada Kania.
"Kamu ingat tadi siang aku ingin meminta sesuatu padamu?."Tanya Cakra dan Kania mengangguk.
"Sekarang aku akan memintanya dan aku harap kamu bisa memberikannya padaku.
Kania aku ingin meminta hak ku sebagai suamimu."Ucap Cakra.
Kania menatap mata Cakra, kemudian Kania pun menarik tengkuk leher Cakra dan mencium bibir Cakra.
__ADS_1
Cakra anggap itu sebagai jawaban dari Kania. Cakra pun langsung membawa Kania ke atas tempat tidur.
Kemudian Cakra mencium kening, mata, hidup, pipi kemudian bibir Kania. Setelah itu Cakra mencium setiap inci leher Kania.
Pada saat itu tangan Cakra bermain di dua gundukan yang begitu kenyal yang membuat Cakra merasa nyaman memainkannya.
Tak sampai di situ, tangan Cakra pun mulai bermain di daerah yang sebelumnya tidak pernah di sentuhnya selama bertahun-tahun.
Dan malam ini akhirnya Cakra bisa memiliki Kania seutuhnya. Namun pada saat Cakra akan memulainya, Kania menghentikan Cakra.
"Tunggu Cakra!."Ucap Kania.
"Ada apa?."Tanya Cakra.
"Aku--- aku takut."Ucap Kania.
"Tenanglah, semuanya akan baik baik saja.
Aku akan pelan pelan."Ucap Cakra.
Kemudian Cakra mencium kening Kania dan setelah itu Cakra melanjutkan permainannya yang sempat tertunda.
Perlahan namun pasti akhirnya kini Kania dan Cakra menyatu.
Malam itu terasa sangat panjang untuk Kania dan Cakra.
______
Bulan kini telah berganti matahari. Namun Kania dan Cakra masih terlelap.
Hingga Bi Nining membangunkan mereka.
Tok tok tok.
"Den Cakra, Non Kania.
Mendengar suara ketukan pintu dan suara Bi Nining, Cakra langsung bangun dan membuka pintu.
"Iya Bi."Ucap Cakra dengan suara khas orang bangun tidur.
"Ini sudah jam delapan Den."Ucap Bi Nining.
"Oh, iya Bi."Ucap Cakra.
"Kalau begitu Bibi kembali ke bawah ya Den."Ucap Bi Nining dan Cakra pun hanya mengangguk.
Setelah Bi Nining pergi Cakra langsung menutup pintu kembali, lalu berbaring dan memeluk Kania.
"Sayang sudah jam delapan, mau sampai kapan kamu tidur?."Tanya Cakra.
"Hmm aku masih ngantuk."Jawab Kania.
"Bukankah hari ini kamu ada kelas."Ucap Cakra.
"Iya, sebentar lagi ya."Ucap Kania.
"Baiklah kalau begitu."Ucap Cakra lalu mencium kening Kania.
Kemudian Cakra pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu Cakra bersiap lalu Cakra pun turun kebawah.
Tak lama Cakra kembali ke kamar sambil membawa makanan untuk Kania. Pada saat itu Kania sedang mandi.
Sepuluh menit kemudian Kania keluar dari kamar mandi.
"Loh kamu masih ada di rumah?."Tanya Kania saat melihat Cakra duduk di sofa.
__ADS_1
"Iya, hati ini tidak ada pekerjaan jadi aku akan pergi ke kampus.
Tapi aku akan mengantar kamu terlebih dahulu."Jawab Cakra.
"Kita mau sarapan di sini?."Tanya Kania saat melihat makanan di atas meja dan Cakra pun mengangguk.
Karena sudah sangat lapar Kania langsung duduk di samping Cakra dan sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan Kania bersiap untuk pergi ke kampus.
Saat di perjalanan menuju kampus, tidak ada pembicaraan antara Kania dan Cakra.
Cakra fokus mengemudikan motornya.
Setelah dua puluh menit mereka pun sampai di kampus Kania.
"Nanti aku akan menjemputmu."Ucap Cakra.
"Baiklah.
hati hati di jalan."Ucap Kania.
"Kamu juga hati hati, kalau terjadi sesuatu langsung hubungi aku."Ucap Cakra.
"Iya."
Setelah itu Cakra pun pergi dari kampus Kania. Saat Cakra sudah pergi, Mia dan Bunga langsung berlari ke arah Kania.
Kemudian Bunga dan Mia mencium rambut Kania.
"Wah wah wah sepertinya ada yang habis belah nangka nih tadi malam."Ucap Mia.
"Belah duren, dodol banget sih."Saut Bunga.
"Alah sama aja lah mau belah nangka ke mau duren ke sama aja.
Sama sama abis berhubungan."Ucap Mia.
"Terserah deh.
Oh ya Kania ayo kita cari tempat yang sepi sebelum kelas."Ajak Bunga.
"Mau ngapain?."Tanya Kania.
"Mau denger cerita kamu tadi malam itu bagaimana."Jawab Bunga.
"Dodol, itu privasi."Ucap Mia.
"Udah udah ngapain ribut sih."Ucap Kania.
"Lagian dia kepo banget sih soal gituan.
Kalau kamu mau tahu yang tinggal cobain sendiri aja.
Eh lupa, kamu kan jomblo."Ucap Mia.
"Enggak masalah karena memang belum aja yang cocok.
Nah kamu udah ada yang cocok, udah sering jalan bareng tapi masih nggak ada status.
Ih kasihan banget deh."Ledek Bunga.
Dan mereka terus saling ledek satu sama lain. Dan Kania hanya bisa tertawa mendengar Mia dan Bunga saling meledek.
"Aduh sampai kapan sih kalian akan terus saling mengejek begitu, memangnya kalian tidak cape apa."Ucap Kania.
__ADS_1
Akhirnya Mia dan Bunga pun berhenti untuk saling mengejek.