
Dua hari telah berlalu dengan sangat cepat, tapi tidak untuk Kania. Kania merasa dua hari begitu lama. Selama ini baru sekarang Kania berpisah dengan Cakra.
Kania benar benar merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dan dalam waktu dua hari ini Kania selalu terlihat murung.
"Aduh...Yang baru di tinggal dua hari sudah seperti di tingkat dua tahun."Ucap Mia.
"Iya nih, lemas banget."Saut Bunga.
"Kalian tahu nggak sih, kalau aku merasa dua hari itu sangat sangat lama.
Apa yang sedang di lalukan Cakra sekarang ya?."Ucap Kania.
"Kenapa nggak telpon aja sih."Ucap Bunga.
"Aku udah pernah telpon tapi Cakra sedang sibuk dan nggak bisa di ganggu."Saut Kania.
"Ya ampun kasihan banget sih."Ucap Bunga.
Sebenarnya Kania sangat malas pergi ke kampus, tapi karena ada kelas terpaksa Kania harus tetep berangkat.
__________
Sedangkan kini Cakra sedang menyelesaikan pekerjaan terakhir dan rencananya Cakra akan langsung pulang setelah ini.
"Semoga saja nanti cepat selesai.
Pasti Kania menantikan kepulangan ku."Ucap Cakra.
Dan sesuai dengan harapan Cakra, tak sampai siang hari pekerjaannya sudah selesai dan Cakra pun langsung pulang.
Saat di dalam perjalanan Cakra berencana untuk memberi kabar Kania. Saat akan menghubungi Kania, hampir saja Cakra menabrak seorang wanita.
Karena khawatir Cakra pun turun dari mobil untuk melihat keadaan wanita itu apakah baik baik saja atau tidak.
"Apakah kamu tidak apa apa?."Tanya Cakra.
"Iya nggak papa, tapi lain kali hati hati dong kalau nyetir.
Dan kalau nggak bisa nyetir jangan nyetir."Ucap wanita itu.
"Maaf ya mbak."Ucap Cakra.
"Iya."Jawab wanita itu sambil melihat wajah Cakra.
"Tunggu kamu Cakra kan?."Tanya wanita itu.
"Iya."Jawab Cakra.
"Ternyata benar.
Kamu masih ingat nggak sama aku?
Aku Liani, teman Pudin."Ucap wanita itu yang tak lain adalah Liani.
"Oh."Ucap Cakra.
"Kamu apa kabar?."Tanya Liani.
__ADS_1
"Baik.
Kamu beneran nggak papakan?."Tanya Cakra.
"Iya nggak papa kok."Jawab Liani.
"Kalau begitu aku pergi ya, aku buru buru."Ucap Cakra yang kemudian langsung berlalu pergi.
"Ta--pi."
Cakra langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
Sebenarnya Cakra langsung ingat saat Liani menyebutkan namanya. Pada saat itu Cakra ingin langsung pergi dan tidak ingin berurusan dengannya.
Pada pukul dua siang Cakra sudah sampai Jakarta. Kemudian Cakra menelpon ke rumah untuk bertanya apakah Kania sudah pulang atau belum.
Dan ternyata Kania belum pulang. Cakra pun memutuskan untuk datang ke kampus Kania. Pada saat di jalan Cakra membeli seikat bunga mawar merah untuk Kania.
Cakra menunggu Kania di depan sambil membawa seikat bunga.
Pada saat itu banyak para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat ke arah Cakra.
"Hai lihat siap pria itu?."Ucap Mahasiswi A.
"Mana?"Tanya Mahasiswi B.
"Itu yang bersandar di mobil sambil membawa seikat bunga."Jawab Mahasiswi A.
"Wah tampan sekali.
Tapi sepertinya dia bukan anak sini, karena aku belum pernah melihat dia sebelumnya."Ucap Mahasiswi B.
Dan seperti itu lah yang di katakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi itu. Mereka bertanya tanya tentang siapa Cakra.
Dan setelah cukup lama Cakra menunggu akhirnya, Kania pun keluar. Kania yang melihat Cakra langsung berlari kearah Cakra.
Kania langsung memeluk Cakra dengan sangat erat. Hal itu tentu mengejutkan semuanya.
Apalagi saat Cakra mencium Kania dan begitu pun sebaliknya.
Karena berita yang beredar di kampus mengatakan kalau Kania itu tidak normal karena tidak ada satu pun pria yang di terimanya setelah sekian banyak yang menyatakan cinta padanya.
Kini semuanya tahu alasan yang sebenarnya kenapa Kania tidak menerima pria yang menyatakan cinta padanya, itu karena Kania sudah memiliki kekasih yang begitu tampan rupawan dan juga kaya.
"Aku seperti merasa kalau semua orang sedang melihat kearah kita dan membicarakan kita."Ucap Cakra.
"Iya memang, tapi biarkan saja tidak usah diperdulikan."Saut Kania.
"Tapi kenapa?."Tanya Cakra.
"Itu karena ada yang menyebar berita kalau Kania itu tidak normal."Saut Bunga.
"Apa? Kok bisa?."Tanya Cakra.
"Itu karena Kania menolak semua pria yang menyatakan perasaan mereka pada Kania.
Kamu tahu sendiri bukan kalau Kania itu cantik dan pintar jadi pasti banyak yang menyukai dia.
__ADS_1
Dan karena itulah beredar berita kalau Kania tidak normal."Jelas Mia.
"Wah wah ternyata istri ku yang cantik ini setia padaku ya."Ucap Cakra sambil tersenyum menggoda Kania.
"Apa sih."Ucap Kania.
Cakra melihat ke satu arah dan pada saat itu Cakra melihat Adam yang tengah menatapnya dengan tajam. Cakra sadar kalau Adam tidak suka padanya, dan jika di lihat dari tatapannya Cakra sadar kalau Adam menyukai Kania.
"Setelah sekian lama ternyata dia masih menyukai Kania."Ucap Cakra.
"Siapa?."Tanya Kania.
"Adam."Jawab Cakra.
"Kamu tahu kalau Adam menyukai Kania?
Sejak kapan?."Tanya Bunga.
"Sejak SMA."Jawab Cakra.
Setelah itu Cakra langsung mengajak Kania pulang. Cakra tidak ingin berada di sana terlalu lama.
Sedangkan Adam hanya bisa melihat Kania pergi bersama dengan Cakra.
Adam tidak menyangka kalau Kania masih berhubungan dengan Cakra sampai saat ini.
"Tidak bisa di percaya kalau Kania masih menjalan hubungan dengan Cakra."Ucap Syanas.
Tanpa menjawab ucapan Syanas, Adam langsung berlalu pergi dengan rasa kesal. Sedangkan Syanas terlihat begitu senang .
Karena dengan begitu, Syanas yakin kalau Adam akan berhenti untuk mengejar Kania.
Dan itu akan menjadi kesempatan yang baiknya untuk mendekati Adam dan mengambil hatinya.
"Aku yakin setelah ini Adam akan berhenti mengejar Kania dan nantinya Adam akan mengejar ku."Ucap Syanas.
Tanpa pikir panjang lagi, Syanas langsung menyusul Adam. Syanas tidak ingin membuang kesempatan.
_______
Di dalam perjalanan Cakra menceritakan awal mula dia tahu kalau Adam menyukai Kania.
Dan setelah itu Kania pun menceritakan pada Cakra bahwa beberapa hari yang lalu Adam menyatakan cintanya di depan semua orang.
Saat itu Cakra hanya tersenyum, namun Kania tahu kalau Cakra tidak senang terlihat jelas dari gerak tubuhnya.
Kania pun meyakinkan Cakra kalau Kania tidak merespon Adam. Kania tidak mau kalau sampai Cakra salah paham padanya.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan salah paham padamu."Ucap Cakra.
"Benarkah?."Tanya Kania meyakinkan.
"Iya."Jawab Cakra sambil tersenyum.
Kania pun bersandar di pundak Cakra.
"Ah aku sangat merindukan saat saat seperti ini.
__ADS_1
Kamu tahu, dua hari ini terasa begitu lama bagiku. Aku sampai tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar waktu cepat berlalu."Ucap Kania.
"Aku pun merasakan hal yang sama."Ucap Cakra.