
Setelah lima belas Kania pun keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk. Sebelum bener bener keluar dari kamar mandi, Kania melihat apa yang sedang Cakra lakukan, dan setelah melihat Cakra yang sedang tidur, Kania pun memberikan diri untuk keluar dari kamar mandi.
"Untung saja Cakra sedang tidur, lagi pula kenapa aku bisa lupa tidak membawa baju ganti tadi, dasar bodoh."Ucap Kania.
Kania berjalan menuju lemari bajunya, dan saat Kania akan membuka lemari bajunya tidak sengaja handuk Kania terbuka dan jatuh kelantai.
Dan karena itu tubuh Kania yang tak mengenakan apa pun terlihat jelas melalui pantulan kaca lemari baju Kania.
Dan pada saat itu Cakra yang memang tidak tidur dan sedang menghadap ke arah lemari, tentu saja melihat tubuh Kania dengan sangat jelas.
Sedangkan Kania belum menyadari kalau Cakra sedang menatap ke arahnya.
Namun saat Kania membetulkan handuknya yang jatuh dan melihat ke kaca, Kania baru melihat dan menyadari kalau Cakra sedang melihat ke arahnya.
"Cakra, kamu tidak tidur?"Tanya Kania.
"Tidak."Jawab Cakra.
"Jadi tadi kamu melihat ku saat handuk ku jatuh?."Tanya Kania kembali.
"Iya."Jawab Cakra sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Cakra, Kania langsung berbalik dan menghampiri Cakra. Kemudian Kania pun memukuli Cakra menggunakan bantal.
"Dasar mesum."Ucap Kania.
"Aku tidak mesum, kamu sendiri kenapa membuka handuk mu di sana?"Saut Cakra.
Kemudian Cakra menangkap tangan Kania dan menariknya sehingga Kania jatuh di atas Cakra.
"Oh apa mungkin kamu sengaja melakukannya karena ingin menggodaku?"Ucap Cakra "Kania, aku ini laki laki normal jadi jangan memancing ku seperti itu, memangnya kamu tidak takut kalau aku akan melakukan sesuatu padamu."Sambung Cakra.
"Memangnya kamu akan melakukan apa?,"tanya Kania "Lagi pula aku tidak melakukan apa pun, dan yang tadi itu karena tidak di sengaja. Kamu saja yang mencuri kesempatan melihatnya."Sambung Kania.
"Kania, sudah ku katakan aku ini laki laki normal. Jika ada pemandangan indah yang belum aku lihat sebelumnya tentu saja aku tidak akan melewatkan hal itu, lagi pula sah sah saja kalau aku melihatnya.
Kamu tidak lupakan kalau kamu adalah memilik ku dan aku berhak atas kamu. Jadi aku tidak salah atau pun dosa jika melihat kamu tanpa mengenakan apa pun."Ucap Cakra yang kini memeluk Kania dengan erat.
Kania hanya diam saja, karena apa yang di katakan oleh Cakra memang benar. Cakra memang tidak salah kalau melihatnya tanpa mengenakan apa pun, dan sah sah saja jika Cakra ingin melakukan sesuatu padanya.
Tapi bukankah ini terlalu cepat untuk melakukan sesuatu yang lebih jauh?.
__ADS_1
"Cakra lepaskan aku, aku mau pakai baju."Ucap Kania.
"Tidak, tidurlah di sampingku."Saut Cakra.
"Tapi aku belum pakai baju."Ucap Kania.
"Tidak papa, pakai selimut saja."Ucap Cakra.
Akhirnya Kania tidur di samping Cakra hanya dengan menggunakan handuk dan di tutup oleh selimut yang juga di pakai Cakra.
Kania berbalik memunggungi Cakra, saat ini Kania benar benar gugup.
Tapi tiba tiba saja Cakra memeluk Kania dari belakang, Cakra pun mencium tengkuk leher Kania dengan sangat lembut, bukan hanya sekali tapi berkali kali.
Hal itu tentu saja membuat Kania memanas dan membuat Kania semakin menegang.
Sedangkan Cakra hanya tersenyum saat menyadari kalau tubuh Kania semakin lama semakin menegang.
Tapi Cakra tidak melakukan apa yang ingin dia lakukan lagi, Cakra takut kalau di teruskan akan membuat dia melupakan segalanya, lagi pula belum saatnya mereka melakukan sesuatu yang lebih selain ciuman, walaupun memang mereka belum pernah berciuman sebelumnya.
Cakra pun akhirnya tertidur sambil memeluk Kania, begitu pula dengan Kania.
Waktu pun terus berjalan, Cakra dan Kania masih saja tertidur dengan begitu nyenyak nya. Bahkan mereka pun tidak mendengar saat Bi Nining memangil mereka untuk makan siang.
"Bi Kania ada?"Tanya Bunga saat Bi Nining membukakan pintu untuk mereka.
"Ada, tapi masih tidur di kamarnya."Jawab Bi Nining.
"Kami tadi sudah kasih tahu Kania kalau kami akan datang Bi."Ucap Mia.
"Ya sudah masuk saja, nanti Bibi bangunkan non Kania dan kasih tahu kalau kalian sudah datang."Ucap Bi Nining.
"Makasih Bi."Ucap Bunga dan Mia bersamaan.
Mereka pun masuk ke dalam rumah Kania. Kemudian mereka duduk di ruang tamu untuk menunggu Kania turun.
Sedangkan Bi Nining kembali membangunkan Kania.
Tok tok tok
"Non Kania, non di depan ada teman non Kania."Ucap Bi Nining.
__ADS_1
Cakra yang mendengar teriakkan Bi Nining langsung bangun dan membuka pintu.
"Ada apa Bi?."Tanya Cakra pada Bi Nining.
"Itu den ada teman temannya non Kania di depan."Jawab Bi Nining.
"Suruh mereka tunggu di depan saja dulu ya, dan ingat jangan mereka ke sini."Ucap Cakra.
"Baik den."Saut Bi Nining.
Bi Nining pun langsung turun kembali, Bi Nining pun pergi ke dapur untuk membuatkan dan mengambil cemilan untuk teman teman Kania.
Sedangkan kini Cakra sedang membangunkan Kania yang masih terlelap.
"Kania, Kania bangun."Ucap Cakra sambil menggoyang tangan Kania pelan.
"Ada apa?."Tanya Kania dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur.
"Bunga dan Mia sudah datang dan sekarang mereka ada di depan."Jawab Cakra.
"Apa?"Tanya Kania "Aduh gimana dong nih, bagaimana kalau mereka lihat kamu di sini?"Sambung Kania yang langsung bangkit.
"Kamu jangan panik, sekarang kamu cepat temui mereka sebelum mereka. Nanti aku akan pergi lewat samping."Ucap Cakra.
"Ok ok."Saut Kania yang langsung berjalan menuju pintu.
"Kania pakai bajumu dulu."Ucap Cakra.
Kania langsung menghentikan langkahnya dan menepuk jidatnya. Bagaimana bisa dia lupa kalau saat ini dia tidak mengenakan baju.
Akhirnya Kania berlari mengambil bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Kania benar benar tidak habis pikir dengan dirinya, bagaimana bisa dia bertingkah memalukan seperti itu.
Dan yang lebih memalukan adalah ketika Cakra melihatnya tanpa busana.
Tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi. Toh cepat atau lambat semua itu akan terjadi juga, dan ini pun kesalahan dia sendiri yang sembrono.
Setelah selesai Kania pun langsung turun dan menemui Bunga dan Mia. Dan saat Kania sudah mulai mengobrol dengan Bunga dan Mia, Cakra turun lalu pergi melalui pintu samping.
Kemudian Cakra langsung menyalakan motornya yang sudah Pak Banu keluarkan saat sebelum Cakra turun.
__ADS_1
Cakra pun langsung berlalu pergi dari sana, sebelum ada yang melihat dia.