Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 61.


__ADS_3

Pada saat itu juga Liani membereskan barang barangnya. Sedangkan Endah membersihkan dapur.


Setelah semuanya beres Liani menghampiri Endah untuk berpamitan. Endah pun mengantar Liani ke depan.


"Kamu hati hati ya, beri kabar Ibu kalau kamu sudah dapat tempat tinggal."Ucap Endah.


"Iya Bu.


Liani pamit ya Bu."Ucap Liani dan Endah pun mengangguk.


"Tunggu."


Liani menghentikan langkahnya saat ada yang memanggil dan ternyata itu Lusi.


"Ini untuk sewa tempat tinggal kamu."Ucap Lusi sambil memberikan uang pada Liani.


"Tapi...."


"Tidak perlu ragu, ambil saja saya rasa ini juga cukup untuk makan kamu selagi belum dapat pekerjaan."Ucap Lusi.


Akhirnya Liani pun menerima uang dari Lusi. Setelah memberikan uang itu Lusi pun masuk kembali ke dalam rumah tanpa mengucapkan apa pun lagi.


Liani melihat kearah Endah dengan tatapan sedihnya. Kemudian Liani pun langsung pergi dari kediaman Lusi.


Hari ini benar benar sial untuk Liani, dan hari ini Liani sadar kalau dirinya memang tidak sebanding dengan Kania. Dan Kania bukanlah orang yang mudah untuk di kalahkan.


Mungkin memang ini saatnya untuk menyerah atas perasaannya pada Cakra.


"Akan ku coba."


Sedangkan kini Kania sedang menenangkan pikirannya di pinggir kolam.


Cakra yang tahu akan hal itu langsung menghampiri Kania sambil membawa buah untuk Kania.


"Ini makanlah."Ucap Cakra sambil tersenyum.


Kania mengambil buah yang di berikan Cakra padanya, setelah itu Kania memakan sambil menatap Cakra dengan tajam.


"Ada apa? Kenapa kamu menatap ku seperti itu?."Tanya Cakra.


"Kamu pasti senang karena ada wanita yang suka rela menjadi istri kedua kamu."Ucap Kania sambil menodongkan garpu pada Cakra.


"Nggak kok."Jawab Cakra sambil menghindari garpu yang ditodongkan Kania.


"Bohong." Cerca Kania sambil mengunyah buahnya.


"Untuk apa aku bohong sama kamu.


Bukankah kamu sendiri yang mengatakan kalau aku ini hanya milik kamu, terus kenapa sekarang kamu berpikir sesuatu yang sudah kamu tahu itu tidak mungkin.

__ADS_1


Aku Cakra Pangestu bersumpah tidak akan mencintai wanita lain selain Kania Putri Lesmana. Dan akan aku pastikan hanya dia lah yang akan menjadi istriku satu satunya."Ucap Cakra sambil memegang kepala Kania.


Kania pun langsung memeluk Cakra dengan sangat erat. Kania tidak menyangka kalau Cakra begitu mencintainya, awalnya Kania sempat berpikir kalau Cakra tidak mencintai dirinya seperti dirinya.


Tapi semuanya salah, justru sebaliknya, Cakra mencintai dirinya lebih mencintainya dari siapa pun termasuk dirinya sendiri.


"Lalu bagaimana kalau aku mati?."Tanya Kania.


"Kenapa kamu bertanya tentang itu?


Dengar Kania aku tidak suka kalau kamu berbicara atau pun membahas tentang kematian."Ucap Cakra dengan wajah yang tak dapat di artikan.


"Baiklah."Ucap Kania.


Kania pun menyuapi Cakra dan mereka pun akhirnya makan bersama. Saat saat seperti inilah yang nantinya akan sangat dirindukan.


_


Pada siang hari Cakra dan Kania pergi ke cafe. Saat mereka datang mereka tidak sadar bawah di dalam cafe ada Mikela.


Sedangkan Mikela yang sedari tadi melihat Cakra dan Kania terlihat begitu marah dan tidak terima.


Terlebih lagi saat melihat Kania tertawa bersama wanita yang dia sangka adalah kekasih Cakra.


"Sialan ternyata aku di permainkan."Ucap Mikela.


Mikela bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekat pada Cakra dan Kania.


Cakra dan Kania terkejut saat melihat Mikela.


Tanpa rasa malu Mikela langsung memeluk Cakra dengan sangat mesra, namun hal itu tak bertahan lama karena Cakra mendorong Mikela.


"Jaga sikap kamu Mikela!."Ucap Cakra.


"Kenapa sih?


Kamu malu?


Ayo lah sayang bukankah dulu juga kita sering bermesraan di depan teman teman kita, jadi untuk apa malu malu lagi sih."Ucap Mikela.


"Dengar Mikela dulu ya dulu, sekarang ya sekarang.


Dulu kita memang pernah ada hubungan, tapi sekarang kamu bukan siapa siapa aku lagi.


Dan harus kamu ingat baik baik kalau sekarang aku adalah Suami Kania, Ayah dari anak yang sedang Kania kandung.


Ngerti!."Ucap Cakra yang kemudian langsung pergi ke atas sambil menggandeng Kania. Sedangkan Kania hanya tersenyum bahagia.


Mikela kini hanya diam saja melihat Cakra berlalu pergi bersama dengan Kania.

__ADS_1


Mikela benar benar tidak senang melihat Kania tersenyum bahagia seperti itu, karena bagi Mikela senyuman itu adalah sebuah ejekan untuknya.


"Silahkan kamu nikmati kebahagiaan kamu Kania, karena aku akan menyiapkan sesuatu yang tidak akan pernah kamu dan Cakra bayangkan sebelumnya."Ucap Mikela.


Setelah itu Mikela pergi dari cafe dengan seribu amarahnya. Namun di dalam hati dan pikirannya sudah menyiapkan diri untuk melakukan sesuatu yang akan memisahkan Cakra dan Kania untuk selama.


......"*Di dunia ini hanya akulah yang bisa memiliki Cakra, dan jika Cakra menolak ku karena wanita lain maka aku akan menyingkirkannya.......


......Aku bersumpah demi cintaku padamu aku akan menjadi satu satunya wanita di dalam hidup mu*." Batin Mikela.......


___


Setelah hari itu Kania tidak pernah melihat Mikela lagi di kampus. Kania sedikit merasa tenang karena tidak ada yang mengganggunya lagi.


Namun terkadang Kania mereka cemas dan tidak enak, karena beberapa hari ini Kania merasa kalau ada yang mengawasinya.


Awalnya Kania sempat berpikir kalau Cakra meminta seseorang untuk mengikuti dan menjaganya secara diam diam, tapi saat Kania bertanya pada Cakra, Cakra tidak tahu apa pun tentang itu.


Karena takut apa yang di katakan oleh Kania itu benar, akhirnya Cakra meminta seseorang untuk mengawasi Kania dan sekitarnya. Namun setelah tiga hari tidak ada yang mencurigakan.


Siang itu saat Cakra di kampus, Cakra menelpon Kania untuk menanyakan keadaannya. Ya sekarang Cakra lebih protektif pada Kania.


"Halo sayang."Ucap Cakra saat sambungan teleponnya sudah terhubung.


"Halo."Saut Kania dari sebrang telpon.


"Kamu sedang apa?."Tanya Cakra.


"Kamu sedang di kantin sama Mia dan Bunga."Jawab Kania.


"Baiklah kalau begitu, aku tutup telponnya ya."Ucap Cakra.


"Iya."


Setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus. Kania pun lanjut makan sambil mengobrol bersama dengan Mia dan Bunga.


" Eh kalian tahu tidak kalau David akan pindah ke Singapore." Ucap Mia.


"Kata siapa kamu?."Tanya Bunga.


"Aku dengar aja dari yang lain.


Aku rasa dia pergi karena penolakan Kania deh, secara dia itu cinta banget sama Kania.


Ingin melupakan tapi nggak bisa karena terus bertemu karena itu dia memilih untuk pergi keluar negeri."Jelas Mia.


"Belum tentu juga ah, siapa tahu saja memang dia sudah tidak ingin tinggal di sini lagi dan ingin tinggal bersama orang tuanya." Jelas Kania.


"Kania semua orang di sini udah tahu kok kalau alasannya itu kamu."Saut Mia.

__ADS_1


Kania pun hanya menggelengkan kepalanya dan tidak mau ambil pusing tentang David itu.


__ADS_2