Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 70


__ADS_3

David pulang kediamannya dengan raut wajah resah dan juga marah. Maya yang melihat anaknya seperti sedang ada masalah langsung mendekat dan bertanya apa yang terjadi padanya.


"David Kenapa kamu terlihat gelisah dan marah seperti itu? Apa ada masalah?


Dan bukannya kamu bilang kamu akan pergi bersama Sonnya malam ini, lalu kenapa kembali lebih awal?."Tanya Maya.


"Mah, aku tidak mau tahu secepatnya Kania harus jadi milik aku."Ucap David yang tentunya membuat Maya terkejut.


"Ada apa sebenarnya David tolong jelaskan."Saut Maya.


"Mah aku mencintai Sonnya aku tidak mau kehilangan Sonnya, Mamah harus bantu aku Mah.


Jangan sampai terlambat."Jawab David.


"Tidak bisa tergesa-gesa seperti itu itu dong, semuanya harus di bicarakan dengan baik baik.


Lagi pula bukankah Sonnya meminta waktu untuk memikirkan tentang perjodohan kalian."Ucap Bagas yang menghampiri Maya dan David.


"Pah, laki laki itu sekarang sudah muncul di hadapan Sonnya bahkan sekarang mereka sedang pergi bersama.


Aku tidak mau kalau sampai Sonnya mencintai dia, jadi sebelum terlambat sebaiknya langsung saja di resmikan perjodohan ini Pah."Jelas David.


"Tapi Dav----"


"Tidak ada tapi tapi Pah, aku mau perjodohan aku dan Sonnya di resmikan secepatnya titik."Ucap David yang kemudian langsung pergi meninggalkan Maya dan juga Bagas.


Bagas dan Maya bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi kenapa David jadi seperti sekarang. David marah sama seperti dulu saat dia di paksa untuk tinggal di Singapura.


Bagas pun memutuskan untuk menghubungi orang tua Sonnya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi antara David dan Sonnya.


_


Sedangkan kini di lain tempat Cakra sedang bermain bersama dengan Daniel dan juga Sonnya. Entah bagaimana cara Cakra bisa langsung sedekat itu dengan Daniel dan mengambil hatinya.


Sonnya yang melihat Daniel tertawa lepas seperti itu, membuat hati Sonnya sangat senang.


"Aku cape."Ucap Daniel,"dengar perut ku saja keroncong."Sambung Daniel sambil memegang perutnya.


"Baiklah kalau begitu kita pergi cari makan sekarang juga."Ucap Cakra.


Kemudian mereka pun pergi mencari tempat makan. Dan kali ini Sonnya mencuri pandang pada Cakra.


Tapi Cakra diam saja dan pura pura tidak tahu.


Waktu terasa begitu cepat berlalu, dan malam pun semakin larut. Cakra mengantar Sonnya dan Daniel pulang.


Di dalam perjalanan Sonnya merasa gugup dan itu terlihat jelas oleh Cakra.

__ADS_1


"Ada apa?."Tanya Cakra.


"Tidak ada papa.


Oh iya terimakasih sudah mengajak Daniel dan juga aku pergi malam ini."Jawab Sonnya.


"Iya sama sama, aku juga sangat berterimakasih karena kamu dan Daniel mau menemani aku malam ini."Ucap Cakra.


"Kamu tahu, malam ini untuk pertama kalinya aku melihat Daniel tertawa lepas dan tidak ada paksaan.


Dan aku berharap bisa melihat Daniel selalu seperti itu."Ucap Sonnya yang kemudian melihat Daniel yang sedang terlelap di belakang.


"Benarkah?."Tanya Cakra memastikan dan Sonnya pun hanya mengangguk.


"Sejak dalam kandungan Daniel sudah tidak punya Papi, dan aku hanya tinggal bersama dengan orang tuaku saja."Ungkap Sonnya.


"Kenapa kamu tidak menikah lagi?."Tanya Cakra.


"Jujur saja selama ini belum ada laki laki yang bisa membuat aku nyaman, aman dan jatuh hati. Aku pernah mencoba menjalin hubungan tapi tidak bisa, rasanya hatiku sudah terkunci dengan sangat rapat.


Namun aku tidak pernah perduli dengan hal itu selagi Daniel bahagia, tapi nyatanya tidak. Tidak ada satu pria pun yang dapat mengambil hati Daniel, padahal aku tahu dia inginkan seorang Papi dalam hidupnya."Jelas Sonnya.


"Kamu tahu Sonnya, aku pun sama. Setelah kepergian istriku aku tidak bisa membuka hati ku untuk wanita lain.


Aku pernah mencoba untuk mencintai wanita lain, tapi hati ku terasa sakit seakan akan aku menghianati istri ku.


Cakra menghentikan mobilnya di pinggir jalan, karena dia tidak tahan. Cakra menyembunyikan wajahnya dari Sonnya. Dan Sonnya tahu bahwa saat itu Cakra sedang menangis.


Entah kenapa Sonnya pun ikut meneteskan air matanya, Sonnya merasa hatinya teriris saat mengetahui apa yang di alami Cakra.


"Beruntung sekali wanita yang menjadi istri dan dunia kamu itu Cakra. Aku yakin dia juga sangat mencintai kamu seperti kamu mencintainya.


Jika memang dia masih hidup dan berada di suatu tempat, pasti hatinya akan tetap menjadi milikmu meskipun dia tidak mengingat tentang mu."Ucap Sonnya.


"Ya, aku yakin apa pun yang terjadi hatinya hanya akan menjadi milik ku."Saut Cakra dengan suara seraknya.


Ting.


Handphone Cakra berbunyi saat itu Sonnya tidak sengaja melihat handphone Cakra yang di taruh di dekatnya.


Saat itu Sonnya melihat foto Cakra bersama dengan seorang wanita.


Sonnya melihat baik baik foto itu, dada berdetak dengan sangat kencang karena Sonnya sadar foto wanita yang bersama Cakra sangat mirip dengannya. Sonnya pun tidak kalah fokus melihat dress yang di gunakan wanita dalam foto.


"Dress itu... Sepertinya dress itu sangat mirip dengan dress yang aku temukan di gudang waktu itu." Batin Sonnya.


"Aahh.."Rintih Sonnya sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.

__ADS_1


Cakra yang mendengar itu langsung menengok ke arah Sonnya. Cakra khawatir saat melihat Sonnya yang terus merintih kesakitan sambil memegang kepalanya.


"Sonnya ada apa?.""Tanya Cakra.


Sonnya tidak menjawab Cakra, dan karena itu Cakra langsung memeluk Sonnya dengan sangat erat.


"Tenanglah, dan katakan apa yang yang terjadi padamu."Ucap Cakra.


Setelah itu rasa sakit Sonnya pun hilang begitu saja. Sonnya pun membalas pelukan Cakra.


Saat itu Sonnya merasakan kehangatan, kenyamanan.


Saat itu Sonnya sadar kenapa selama ini Sonnya tidak pernah bisa menerima laki laki mana pun. Karena hatinya sudah sepenuhnya dia berikan pada seorang pria yang saat ini ia belum ketahui siapa.


Tapi kini Sonnya harus mencari tahu siapa wanita yang ada di foto bersama Cakra.


"Cakra, boleh aku tahu sesuatu?."Tanya Sonnya.


"Iya, apa pun itu."Ucap Cakra.


"Siapa wanita yang di foto itu?."Tanya Sonnya.


Cakra melepaskan pelukannya, kemudian Sonnya mengambil handphone Cakra.


"Katakan siapa dia?."Ucap Sonnya yang bertanya kembali pada Cakra.


"Dia istri ku, duniaku."Jawab Cakra.


"Kapan foto ini di ambil?."Tanya Sonnya.


"Saat ulang tahun ku.


Waktu itu dia menyiapkan kejutan kecil untuk ku di teras atas rumah kami.


Saat itu dia memasak makanan kesukaan aku, membuat kue ulang tahun untuk ku.


Malam itu dia sangat cantik dengan menggunakan dress yang aku belikan khusus untuk dia.


Karena model dress itu aku yang buat sendiri."Jelas Cakra


"Kamu buat sendiri itu artinya dress ini hanya ada satu di dunia?."Tanya Sonnya.


"Tentu saja.


Kamu tahu setelah itu, istri ku sering memakai dress itu ke acara acaranya hanya untuk di pamerkan pada teman temannya.


Bahkan saat dia akan meninggalkan aku dia menggunakan dress itu."Ucap Cakra.

__ADS_1


Setelah itu Cakra pun melajukan mobilnya kembali untuk mengantar Sonnya dan Daniel pulang.


__ADS_2