Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 52.


__ADS_3

"Tunggu!!!."Ucap Mikela sambil mencekal tangan Lala. Namun langsung di tepis oleh Lala. Jaja yang mendapat laporan kalau saat ini Lala tengah berdebat dengan salah satu tamu langsung menghampiri Lala.


Mikela mengangkat tangannya dan hendak menampar Lala, Jaja pun langsung menghentikannya.


"Maaf Nona, tolong jangan buat keributan di sini. Dan silahkan duduk di tempat anda kembali atau silahkan pergi dari sini."Ucap Jaja.


Akhirnya Mikela mengalah dan kembali duduk di tempatnya. Mikela harus tetap berada di cafe agar bisa bertemu dengan Cakra.


Setelah itu Jaja pun pergi untuk menghampiri Lala yang saat ini sudah ada di belakang.


"La, kamu kenapa sih?,"


"Kenapa kamu bersikap tidak sopan sama pengunjung seperti itu?."Tanya Jaja.


"Kalau pengunjungnya seperti itu, kita tidak perlu sopan."Jawab Lala dengan nada ketus.


"Memangnya dia kenapa?."Tanya Jaja.


"Dia adalah matan kekasih Cakra waktu SMA, dan sepertinya dia mengira kalau aku itu pacarnya Cakra.


Dia minta aku buat menjauh dari Cakra dan dia akan memastikan kalau dia akan merebut Cakra kembali.


Itu artinya dia akan berusaha untuk menghancurkan hubungan Cakra dan Kania, karena itu aku bersikap seperti tadi."Jelas Lala.


"Terus Kania dan Cakra kemana sekarang?."Tanya Jaja dan Lala pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah sebaiknya kamu di sini saja dulu, jangan keluar sebelum wanita itu pergi dari sini."Ucap Jaja dan Lala hanya mengangguk menanggapinya.


Setelah butuh Jaja pun pergi untuk bekerja kembali.


Waktu terus berlalu malam pun kini sudah semakin larut, para pengunjung sudah tidak ada lagi, hanya tinggal satu orang yang tersisa yaitu, Mikela.


Padahal sudah beberapa kali Mikela di beritahukan kalau cafe akan segera tutup, tapi Mikela enggan untuk pergi dari sana.


Lala yang sedari tadi di belakang pun keluar menghampiri yang lainnya.


"Wanita itu belum pergi juga?."Tanya Lala.


"Iya tuh, padahal kita sudah mau pulang."Ucap pelayan A.


"Kenapa tidak di usir saja sih."Ucap Lala.


"Sudah beberapa kali di usir tapi dia tetap tidak mau pergi. Dia seperti sedang menunggu seseorang deh tapi nggak datang datang."Saut pelayan B.


Akhirnya Lala memutuskan menghampiri Mikela untuk mengusirnya. Lala tidak mau rencananya gagal untuk memberi kejutan pada Jaja hanya gara gara wanita gila itu.

__ADS_1


Brruugg.


Lala menggebrak meja yang membuat Mikela terkejut. Lala menatap Mikela dengan tatapan tidak suka.


"Heh kamu tahukan ini sudah jam berapa?."Ucap Lala.


"Kenapa memangnya?."Tanya Mikela tanpa rasa bersalah.


"Maaf ya kami sudah mau tutup, kami ingin pulang untuk beristirahat.


Jadi silahkan pintu keluarnya ada di sebelah sana."Ucap Lala.


"Kamu ngusir saya?."Tanya Mikela sambil bangkit dari duduknya.


"Iya bener sekali, jadi silahkan pergi dari sini sekarang juga atau aku akan seret kamu keluar dari sini."Ucap Lala dengan tatapan matanya yang tajam.


"Iya Mbak pergi dari sini, kamu ingin segera pulang untuk beristirahat."Ucap pelayan A.


Dan para pelayan yang lain pun ikut mengusir Mikela secara bersamaan.


Mikela pun akhirnya pergi dari cafe dengan rasa kesal.


Mikela masuk ke dalam mobilnya. Mikela sangat tidak puas karena malam ini dia tidak bisa bertemu dengan Cakra.


Mikela melihat ke arah jendela yang ada di lantai dua cafe itu. Saat itu Mikela seperti melihat seseorang yang sedang melihat kearahnya.


Mikela pun terus melihat ke arah jendela itu, namun cukup lama Mikela melihat ke sana tidak ada tanda tanda orang di sana. Mikela pun langsung melajukan mobilnya untuk pergi dari sana.


Dan setelah mobil Mikela pergi Cakra dan Kania muncul di balik jendela.


"Sepertinya dia tahu kalau cafe ini milik kamu. Sampai sampai dia yakin kalau dia akan bertemu dengan kamu di sini."Ucap Kania.


"Ayo kita keluar."Ucap Cakra.


Cakra dan Kania pun keluar dan turun ke bawah. Di sana Pudin, Jaja dan Lala sedang duduk sambil mengobrol.


"Nah ini dia orang nya."Ucap Lala.


"Ada apa?."Tanya Cakra.


"Kamu tahu wanita yang baru saja pergi dari sini?,"tanya Lala dan Cakra pun mengangguk.


"Apa benar dia itu mantan pacar kamu?."Tanya Lala kembali.


"Iya begitulah."Jawab Cakra.

__ADS_1


"Wah gila sih, nggak nyangka banget kalau wanita gila itu benar benar mantan pacar kamu.


Eh sebaiknya kamu hati hati aja deh Kania, karena wanita gila tadi mengancam kalau dia akan merebut Cakra kembali."Ucap Lala.


"Iya aku tahu itu.


Dari dulu sampai sekarang dia memang tidak pernah berubah, dia selalu berusaha untuk memisahkan aku dan Cakra. Dia ingin Cakra hanya milik dia seorang."Ucap Kania.


"Bener bener sinting tuh cewek, nggak ada harga dirinya banget."Saut Lala dengan nada marah.


"Sudah jangan bahas dia lagi."Ucap Cakra.


Setelah itu mereka pun membicarakan hal yang lainnya.


Mereka mengobrol sambil makan bersama seperti biasanya. Mereka terus mengobrol sambil akhirnya Lala membuat kejutan kecil untuk Jaja.


Mereka lewati malam ini dengan sangat bahagia.


_


Pada pukul dua pagi Cakra dan Kania memutuskan untuk pulang. Di dalam perjalanan Kania hanya diam dan tidak berbicara sepatah kata pun. Kania hanya melihat jalanan dengan tatapan kosong.


Dan sesamanya di rumah, Kania langsung masuk ke dalam rumah dan pergi menuju kamar. Pada saat Cakra masuk ke dalam kamar, Cakra melihat Kania yang sedang tidur terlentang sambil menatap langit langit kamar.


Cakra pun duduk di samping Kania.


"Ada apa?."Tanya Cakra sambil menatap Kania.


"Tidak papa."Jawab Kania.


"Jangan berbohong sayang, aku tahu ada sesuatu yang kamu pikirkan dan itu sangat membebani kamu.


Katakan apa yang menggangu pikiran kamu saat ini."Ucap Cakra.


Kemudian Kania pun merubah posisi dan kini kepala Kania ada di pangkuan Cakra. Setelah itu Kania pun mengeluarkan isi hatinya dan apa yang sedari tadi mengganggu pikirannya.


Dan sesuai dengan apa yang di pikirkan Cakra, kalau Kania memikirkan tentang Mikela.


Cakra pun menenangkan Kania dan meyakinkan kalau apa yang dipikirkannya tidak akan pernah terjadi. Karena hatinya sudah sepenuhnya milik Kania.


Tidak akan ada siapa pun yang bisa menggantikan Kania di hatinya.


"Kamu tidak perlu khawatir sayang, karena aku sudah bersumpah pada diriku sendiri kalau aku hanya akan menghabiskan sisa hidup ku bersama dengan kamu, dan hanya kamu satu satunya yang akan menjadi istriku sampai akhir hayat ku."Ucap Cakra.


"Iya, maaf bukan aku meragukan kamu. Aku hanya merasa khawatir karena kamu tahu sendiri bagaimana Mikela. aku hanya takut kalau dia akan melakukan sesuatu yang tidak di inginkan."Ucap Kania.

__ADS_1


"Itu tidak akan aku biarkan."Saut Cakra yang kemudian mencium kening Kania.


__ADS_2