Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 08


__ADS_3

Jam sekolah pun kini telah usai. Kania dan Cakra langsung pulang sesuai pesan dari Mama Ningsih. Kania pulang dengan mobil jemputan nya sedangkan Cakra dengan motornya.


Setelah sampai di rumah Kania dan Cakra langsung mengganti pakaian mereka. Selesai mengganti pakaian, mereka turun kembali.


"Kalian sudah mau langsung pergi atau mau makan dulu?."Tanya Ningsih.


"Kita langsung pergi ada Mah, nanti kita bisa makan diluar."Jawab Cakra.


"Ya sudah kalian pergi pakai mobil aja ya."Ucap Ningsih. "Kania juga udah tahukan di mana butik langganan Mamah."


"Iya aku tahu kok."Jawab Kania. "Ya udah kita langsung pergi ya Mah."


"Iya sayang hati hati."


Kania dan Cakra pun langsung pergi menggunakan mobil Kania ke butik langganan Mamah Ningsih.


Di dalam perjalanan tidak ada yang membuka suara. Hingga akhirnya mereka pun sampai di butik.


Kania langsung turun dan masuk ke dalam butik di ikuti oleh Cakra. Setelah mereka masuk mereka langsung bertemu dengan pemilik butik itu yang bernama Sisil teman dari Mamah Ningsih.


"Hai Tante Sisil."Sapa Kania.


"Hai sayang."


"Akhirnya kamu datang juga. Oh iya ini suami kamu?."Ucap Sisil sambil melihat Cakra.


"Iya." Jawab Kania. "Namanya Cakra."Sambung Kania.


"Ganteng ya."Ucap Sisil. "Ya sudah ayo kita langsung cobain kebayanya saja."Imbuh Sisil.


Mereka pun pergi mengikuti Sisil untuk mencoba kebaya yang sudah di pesan oleh Ningsih. Dan ternyata kebaya yang di pesan Ningsih sangat cocok untuk Kania. Dan Kania sendiri pun menyukainya.


"Kamu suka nggak sama kebayanya?."Tanya Sisil.


"Suka Tante, kebayanya bagus dan nyaman."Jawab Kania.


"Syukurlah kalau kamu suka."Ucap Sisil.


Cakra terus melihat Kania dari pantulan kaca, sampai akhirnya Kania pun sadar kalau Cakra sedang melihat nya dari pantulan kaca.


"Kenapa lihatnya gitu banget sih?."Tanya Kania.


"Jelek ya?."Sambung Kania.


"Cantik kok."Saut Cakra. "Banget malah."Imbuh Cakra.


__________

__ADS_1


Setelah dari butik Kania dan Cakra pergi ke salah satu restoran cepat saji terdekat dari sana karena mereka sudah merasa lapar.


Mereka memesan makan kesukaan masing masing.


Entah karena masih canggung atau apa, Kania dan Cakra tidak saling bicara mereka hanya diam menikmati makanan mereka masing masing.


"Uhuk uhuk uhuk."


"Minum nih."Ucap Cakra sambil memberikan minum pada Kania yang tersedak.


"Kalau makan itu pelan pelan!."Sambung Cakra.


"Itu juga pelan pelan kok."


"Oh iya tadi di sekolah elu ada masalah apa sama Siska?."Tanya Cakra.


"Cuman salah paham aja. Lagian dianya aja yang terlalu angkuh."Jawab Kania. "Elu sendiri kenapa pagi pagi udah ribut aja sama cewek?."Sambung Kania yang bertanya pada Cakra.


"Biasalah nggak mau gue putusin."


"Kenapa di putusin?."Tanya Kania kembali.


"Gue kan udah punya istri masa iya gue juga masih punya pacar di luar sana. Kasihan dong istri gue nanti."Jawab Cakra sambil tersenyum.


"Cakra serius ih."


"Kenapa?."Tanya Kania.


"Gue anti selingkuh selingkuh."Jawab Cakra.


Setelah itu mereka pun saling bercerita tentang diri mereka masing masing. Karena bukankah jika kita ingin menjalin sebuah hubungan kita harus saling mengenal satu sama lain.


Dan dari pembicaraan mereka sebenarnya mereka memiliki pola pikir yang sama hanya ada beberapa hal kecil yang tidak sama.


Dan mereka pun memutuskan untuk berteman. Karena jika mereka harus bersikap seperti seorang suami istri bukankah itu terlalu cepat di usia mereka saat ini.


Jadi Cakra dan Kania memutuskan untuk menjadi teman. Teman yang selalu ada, teman satu kamar, teman seumur hidup pastinya.


Awalnya Cakra meminta Kania untuk berpacaran tapi Kania tidak mau, Karena Kania tidak pernah berpikir untuk berpacaran saat masih duduk di bangku SMA.


Jadi saat ini mereka hanya akan menjadi teman yang akan saling mengerti.


________


Cakra dan Kania pulang pada sore hari. Dan saat mereka pulang suasana rumah sangat ramai.


"Wah siapa nih yang baru pulang."Ucap Lusi saat melihat Cakra dan Kania yang baru saja sampai.

__ADS_1


"Mamah ada di sini?."Tanya Cakra.


"Iya dong, Mamah kan harus bantu Mamahnya Kania untuk mempersiapkan semuanya."Jawab Lusi. "Kania bagaimana kabar kamu sayang? Oh iya apa Cakra jahat padamu?."Sambung Lusi.


"Nggak kok, Cakra baik sama aku."Jawab Kania. "Kalau begitu aku pergi dulu ya, mau bantu Mamah."Sambung Kania.


"Iya."


Akhirnya Cakra dan Kania pun membantu untuk acara pernikahan mereka besok. Meskipun tidak besar besaran, karena besok hanya akan ada keluarga besar Kania dan Cakra saja yang hadir. Dan di sini Cakra dan Kania terlihat kompak, yang tentunya membuat orang tua mereka senang.


"Aku tidak menyangka mereka cepat akrab, bahkan kompak seperti itu."Ucap Lusi.


"Iya kamu benar, awalnya aku sempat berpikir kalau mereka akan susah untuk menerima satu sama lain."Ucap Ningsih. "Semoga saja mereka akan tetap seperti itu ya."Sambung Ningsih.


"iya, semoga saja."Saut Lusi.


Dan pada pukul sepuluh malam semuanya pun sudah selesai. Cakra dan Kania pun kini sudah berada di dalam kamar mereka. Mereka kini sedang berbaring di atas tempat tidur setelah selesai membersihkan diri.


Mereka fokus pada handphone mereka masing masing.


"Eh di bawah ada makan nggak sih?."Tanya Cakra.


"Cemilan maksud elu?."


"Iya. Gue pengen ngemil nih."Ucap Cakra.


"Ada kok di dalam kulkas, ambil aja itu punya gue kok."Ucap Kania.


"Ok."


Setelah itu Cakra pun turun ke bawah untuk mengambil cemilan. Saat Cakra turun handphone nya berdering, Kania yang mendengarnya langsung mencari handphone Cakra.


Saat menemukan handphone Cakra, Kania pun melihat siapa yang menelpon. Saat itu Kania melihat nama Mikela.


Kania tiba tiba saja punya ide untuk mengerjainya. Kania mengangkat telepon itu lalu berbicara dengan Mikela di telpon.


"Halo Cakra."Ucap Mikela. "Kamu sedang apa? Kamu kangen nggak sama aku?."Sambung Mikela dengan nada manja.


"Halo ini siapa ya?."Ucap Kania dengan suara selembut mungkin.


"Loh kok suara cewek? Halo elu siapa? Kenapa elu yang angkat telepon? Di mana Cakra?."Ucap Mikela.


"Mau apa kamu cari cari Cakra?."Tanya Kania.


"Bukan urusan elu ya."Jawab Mikela.


"Maaf ya, mulai sekarang dan seterusnya apa pun yang bersangkutan dengan Cakra menjadi urusan gue." Ucap Kania. "Elu tahu kenapa? Ya karena Cakra udah jadi milik gue."Sambung Kania.

__ADS_1


Tanpa Kania sadari kalau saat ini Cakra sedang berdiri dan mendengarkan percakapan Kania dan Mikela sambil tersenyum.


__ADS_2