
Waktu terus berjalan selama satu Minggu Mikela selalu datang ke cafe dengan harapan bisa bertemu dengan Cakra, meskipun sampai detik ini dia belum berhasil.
Karena selama satu Minggu Cakra tidak datang ke cafe. Cakra menyerahkan tanggung jawab cafe pada Pudin untuk sementara waktu.
Setelah mengetahui Mikela selalu datang, Cakra memutuskan untuk tidak datang ke cafe dan memilih untuk fokus pada perusahaan yang di tinggalkan Papahnya.
Dan selama itu juga Kania selalu menemani Cakra bekerja.
"Sudah satu Minggu aku selalu datang ke cafe ini, tapi aku tidak pernah bertemu dengan Cakra lagi di sini.
Apa jangan jangan Cakra sudah tahu kalau aku mencarinya."Batin Mikela.
Karena mulai bosan, Mikela pun memutuskan untuk pergi dari cafe. Namun pada saat Mikela akan pergi, Mikela melihat Andika dan Mia masuk ke dalam cafe.
Andika dan Mia pun duduk di tempat biasa, karena kebetulan sedang kosong.
"Kamu mau pesan apa?."Tanya Andika.
"Samakan saja dengan kamu."Jawab Mia sambil tersenyum.
Andika pun memesan makanan dan minuman yang seperti biasanya. Mereka pun mengobrol hingga Mikela menghampiri mereka berdua.
"Hai."Sapa Mikela yang langsung duduk tanpa meminta izin pada Andika atau pun Mia.
Mia menatap Mikela dengan tatapan tidak suka. "Sial sekali bertemu dengan dia sini."Batin Mia.
Mia pun langsung membuang wajahnya karena enggan melihat wajah Mikela.
"Bagaimana kabar kalian?
Oh iya, apa kalian berpacaran sekarang?."Tanya Mikela.
"Bukan urusan mu."Ucap Mia ketus.
Mikela melihat kearah Mia, dari raut wajah Mia sudah terlihat dengan sangat jelas kalau Mia tidak menyukai kehadirannya.
"Sepertinya kamu tidak menyukai ku.
Apa karena dulu kita pernah ada masalah?.
Tapi Mia, itu sudah berlalu sangat lama dan sebagainya kamu lupakan saja."Ucap Mikela sambil tersenyum.
"Aku ke toilet sebentar ya."Ucap Mia yang kemudian langsung pergi meninggalkan Andika dan Mikela.
Setelah Mia pergi, Mikela menatap Andika.
"Kalau ingin bertanya langsung saja, jangan menatap aku seperti itu, aku tidak suka."Ucap Andika.
Mikela tersenyum karena Andika tahu apa yang di inginkannya.
"Di mana Cakra?."Tanya Mikela tanpa basa basi.
"Tidak tahu."Jawab Andika.
__ADS_1
"Bohong.
Aku tahu kamu adalah orang yang paling dekat dengan Cakra di antara teman Cakra yang lainnya. Jadi aku sangat yakin kamu tahu di mana Cakra sekarang ini.
Oh iya, cafe ini milik Cakra bukan?."Tanya Mikela.
"Mikela, sebaiknya kamu jangan mencari atau mengganggu Cakra lagi. Dia sudah punya kehidupan dia sendiri.
Dan kamu pun harus mempunyai kehidupan kamu sendiri."Ucap Andika.
"Dengan siapa?."Tanya Mikela.
Andika diam saja tidak menjawab pertanyaan Mikela, hingga akhirnya Mia kembali. Setelah itu Mia langsung mengajak Andika untuk pergi.
"Tiba tiba saja aku ada urusan, kamu bisa mengantar aku?."Tanya Mia, Andika hanya mengangguk setelah itu mereka pun pergi begitu saja.
"Jadi kamu tidak mau memberitahuku, tidak papa tanpa bantuan dari kamu, aku juga bisa mencaritahu nya sendiri."Ucap Mikela.
Mikela bangkit dari duduknya lalu berjalan hendak pergi meninggalkan cafe.
Namun tiba tiba saja seorang pelayan datang menghampiri Mikela dan meminta Mikela untuk membayar makanan yang tadi di pesan Andika dan Mia
"Nona maaf, tolong di bayar dulu makan yang sudah di pesan."Ucap pelayan yang menghampiri Mikela.
"Bayar?
Mbak saya udah bayar ya tadi, kenapa saya di minta bayar lagi?."Tanya Mikela.
"Maaf Mbak, teman Mbak sudah memesan makanan tapi belum bayar, jadi Mbak harus membayarnya terlebih dahulu sebelum pergi."Jelas pelayanan itu.
Mikela pun langsung membayar makanan yang di pesan Andika dan Mia tadi. Setelah itu dia langsung pergi dari cafe.
Dan setelah Mikela benar benar pergi dari cafe, Mia dan Andika keluar dari persembunyian mereka. Lalu mereka pun masuk kembali ke dalam cafe.
"Bagaimana, sudah di bayar?."Tanya Mia pada pelayanan yang melayani dia tadi.
"Sudah Mbak."Jawab pelayan itu.
"Bagus,"ucap Mia.
Setelah itu Mia dan Andika menikmati makanan yang sudah di bayar Mikela tadi. Mia senang karena bisa mengerjai Mikela.
"Oh iya, kamu benar benar tidak tahu Cakra ada di mana sekarang?."Tanya Mia.
"Aku tahu, tapi aku tidak ingin kalau Mikela tahu di mana Cakra berada.
Kamu tahu sendiri bukan apa yang akan terjadi kalau sampai Mikela tahu di mana Cakra?."Jelas Andika.
"Kamu bener juga."Saut Mia.
Setelah beberapa menit Andika dan Mia sudah menghabiskan makanan pesanan mereka.
"Oh iya hari ini apa kamu ada acara?."Tanya Andika.
__ADS_1
"Hmmm, sepertinya tidak ada.
Kenapa?."Saut Mia.
"Sebenarnya hari ini Mamah ku sedang ulang tahun, dan dia ingin melihat wanita yang selama ini aku ceritakan padanya. Jadi aku berencana memberi kejutan untuk mempertemukan kamu dan Mamahku."Jelas Adam.
"Apa? Jadi selama ini kamu selalu menceritakan tentang ku pada Mamah kamu?."Tanya Mia, dan Andika hanya mengangguk untuk menanggapi pertanyaan Mia.
"Lalu apa yang Mamah kamu katakan tentangku?."Tanya Mia.
"Kamu akan tahu nanti."Jawab Andika sambil bangkit dari duduknya. "Aku merokok dulu."Sambung Andika yang kemudian keluar dari cafe.
"Aduh bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?
Dan aku harus pake baju yang mana ya, untuk bertemu dengan orang tua Andika.
Ah..., aku gugup sekali."Ucap Mia.
Pada saat itu tiba tiba saja Mia teringat pada Kania. Mia pun yakin kalau Kania pasti bisa membantunya.
Mia pun mengirim pesan pada Kania.
...Mia : Kania tolong aku....
^^^Kania : Ada apa?.^^^
...Mia : Andika mengajakku pergi menemui Mamahnya yang sedang ulang tahun. Tapi aku tidak tahu harus pakai baju seperti apa dan apa yang harus aku lakukan....
...Mia : Aku benar benar gugup Kania....
^^^Kania : Kamu tenang, aku pasti akan membatu kamu. Tapi di mana kamu sekarang?.^^^
...Mia : Aku ada di cafe....
^^^Kania : Baiklah kalau begitu nanti sebelum kamu pulang, belilah hadiah untuk Mamah Andika terlebih dahulu. Kamu tanya pada Andika apa yang di sukai oleh Mamahnya.^^^
^^^Kania : Nanti kamu siap siap di rumah ku saja.^^^
...Mia : Baiklah, terimakasih Kania....
Mia sedikit lebih tenang karena Kania mau membatunya. Setelah Andika kembali, Mia langsung mengajak Andika pergi ke mall untuk mencari hadiah yang akan di berikan pada Mamahnya Andika.
Sesampainya di mall, mereka langsung mencari sesuatu untuk hadiah ulang tahun mamahnya Andika.
"Oh iya, apa yang di sukai Mamah kamu?."Tanya Mia.
"Kamu ingin membeli hadiah untuk Mamahku?."Tanya Andika balik, dan Mia pun hanya mengangguk.
"Tidak perlu, kamu cukup datang saja Mamah ku pasti senang."Ucap Andika.
"Mana bisa seperti itu, sudahlah cepat katakan apa yang di sukai Mamah mu."Ucap Mia memaksa.
Andika pun memberitahu Mia apa yang di sukai Mamahnya. Setelah itu Mia langsung mencari barang yang tiba tiba saja ada di pikirannya saat ini.
__ADS_1
Setelah mendapatkan hadiah untuk Mamah Andika, Mia pun meminta Andika mengantar ke rumah Kania. Sesuai keinginan Mia, Andika pun mengantarnya ke rumah Kania.