
Sesampainya di rumah mereka langsung masuk ke dalam kamar. Cakra yang sangat lelah langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
"Ah...Nyamannya."Ucap Cakra.
"Bagaimana pekerjaan di sana?."Tanya Kania.
"Semuanya berjalan dengan baik dan tidak perlu ada yang di khawatirkan."Jawab Cakra.
Kania kini ikut merebahkan dirinya di samping Cakra, Kania pun langsung memeluk Cakra.
"Nyaman sekali."Ucap Kania.
Cakra pun memeluk Kania dengan sangat erat. Pada saat itu tiba tiba saja hasrat Cakra datang, Cakra menarik nafasnya dalam dalam agar bisa lebih tenang.
"*Jika hari ini aku meminta hak ku pada Kania apa Kania tidak akan kebenaran ya?
Dan apakah Kania sudah siap itu?
Tapi bagaimana kalau ternyata dia belum siap untuk itu? Ah pasti hanya akan membuat kecanggungan antara aku dan Kania*." Batin Cakra.
Namun akhirnya Cakra memutuskan untuk bertanya pada Kania.
"Kania."Panggil Cakra.
"Iya, ada apa?."Tanya Kania.
"Apa aku boleh minta sesuatu dari mu?."Tanya Cakra.
"Tentu, katakan kamu mau apa dari ku?."Jawab Kania.
"Boleh tidak kalau aku minta Ha----"
Handphone Kania berdering.
"Sebentar Bunga menelpon ku."Ucap Kania yang memotong ucapan Cakra.
Kania pun bangkit untuk mengangkat telepon dari Bunga.
"Aisssshh.... Kenapa Bunga menelpon Kania sekarang sih, mengganggu saja." Batin Cakra yang kesal karena Bunga mengganggu momen yang tepat untuknya.
Kemudian Cakra pun bangkit dari tempat tidur lalu pergi ke kamar mandi.
"Ada apa menelpon ku?."Tanya Kania.
"Aku hany ingin tahu apa yang sedang kamu lakukan."Jawab Bunga.
"Tentu saja aku sedang bersama dengan Cakra, kenapa memangnya?."Tanya Kania.
"Tidak papa, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk memakai lingerie yang waktu itu aku berikan padamu malam ini.
Jadikan malam ini malam spesial untuk kamu dan Cakra.
Biarkan kamu menjadi seutuhnya milik Cakra dan Cakra milik kamu."Ucap Bunga.
"Hei bisa bisanya kamu terus memikirkan itu."Ucap Kania.
"Aku hanya mengingatkan tahu.
lagi pula apa kamu tidak kasihan pada Cakra?
Oh iya di mana Cakra sekarang?."Tanya Bunga.
"Sepertinya pas aku angkat telepon dari kamu Cakra langsung bangun dan pergi ke kamar mandi."Jawab Kania.
"Apa?
__ADS_1
Tunggu apa yang sedang kamu lakukan dengan Cakra tadi?."Tanya Bunga.
"Tidak ada hanya seperti biasa, berpelukan
lalu....
Cakra berkata ingin meminta sesuatu dari ku, tapi pas dia mau mengatakannya terpotong telpon dari kamu."Jelas Kania.
"Ya ampun sepertinya aku telah menjadi seorang mengganggu.
Aku yakin setelah ini pasti Cakra akan langsung tidur.
Dengarkan aku baik baik, malam ini kamu harus memakainya dan jadilah istri yang sesungguhnya."Ucap setelah itu Bunga pun mematikan telponnya.
Tak lama dari itu, Cakra keluar dari kamar mandi kemudian Cakra pun langsung tidur.
Kania yang melihat itu merasa heran.
"Kenapa Bunga tahu kalau Cakra akan langsung tidur setelah dari kamar mandi?."Tanya Kania pada dirinya sendiri.
Tidak mau banyak berpikir Kania langsung mendekati Cakra kemudian mencium kening Cakra.
Setelah itu Kania pergi ke dapur untuk membantu Bi Nining masak makanan untuk nanti malam.
Tapi tiba tiba saja Kania berubah pikiran, Kania kini berencana untuk memasak sendiri untuk makan malam nanti.
"Bi...."Panggil Kania.
"Iya Non ada apa?."Tanya Bi Nining.
"Bi untuk makan nanti malam biar aku yang siapkan ya."Ucap Kania.
"Baik Non, nanti Bibi akan bantu Non saja."Ucap Bi Nining.
Hmm Bi bisa tidak aku minta tolong untuk membersihkan teras atas, dan minta tolong pada Pak Banu untuk menaruh meja dan kursi di sana.
Aku ingin makan malam romantis berdua dengan Cakra."Ucap Kania.
"Baik Non, pokoknya Non Kania tenang saja semuanya akan seperti yang Non Kania inginkan."Ucap Bi Nining.
"Makasih ya Bi."Ucap Kania sambil tersenyum.
"Iya sama sama.
Kalau begitu Bibi pergi untuk membereskan teras atas ya.
Kalau Non Kania membutuhkan bantuan Bibi bilang saja."Ucap Bi Nining, Kania pun mengangguk.
Kemudian Bi Nining pergi meninggalkan Kania di dapur. Setelah Bi Nining pergi Kania langsung menyiapkan bahan makan yang akan di olah nya untuk makan malam nanti.
Dan setelah semuanya siap, Kania langsung mulai mengolah semuanya.
Kania ingin Cakra tahu kalau sekarang dia sudah bisa memasak setelah berlatih pada Bi Nining selama ini.
Kania memang suka membantu Ningsih dulu, tapi untuk memasak Kania tidak tertarik karena itu Kania tidak bisa memasak sebelumnya.
Namun sekarang karena keinginannya bisa memasak makanan untuk Cakra, Kania menjadi pandai memasak.
___
Hari kini mulai gelap, dan Kania pun sudah menyelesaikan semua. Makanan pun sudah di bawa ke teras atas.
Lalu Kania pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Dan setelah lima belas menit Kania pun keluar dari kamar mandi.
Saat Kania sedang memilih baju, Cakra terbangun.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun?."Tanya Kania.
"Iya."Jawab Cakra.
"Kalau begitu sekarang kamu pergi mandi, setelah itu bersiap."Ucap Kania.
"Bersiap untuk apa?."Tanya Cakra.
"Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mu."Jawab Kania.
"Apa?."Tanya Cakra kembali.
"Banyak tanya sekali, sudah cepat mandi sana."Ucap Kania.
"Iya iya."Ucap Cakra yang kemudian langsung pergi ke kamar mandi.
Kania pun melanjutkan untuk memilih baju. Dan akhirnya pilihan Kania jatuh pada dress berwarna putih, dress yang pernah Cakra berikan padanya saat ulang tahun, namun belum sempat di pakainya.
Setelah itu Kania keluar dari kamar dan pergi pergi ke kamar orang tuanya untuk bersiap di sana.
Dan setelah semua selesai, Kania menitip pesan pada Bi Nining untuk meminta Cakra naik ke teras atas karena Kania akan naik lebih dulu.
Sesuai dengan yang di katakan Kania, setelah beberapa saat Bi Nining menemui Cakra dan menyampaikan pesan pada Cakra untuk pergi ke teras atas.
"Den Cakra, Non Kania meminta agar Den Cakra pergi ke teras atas."Ucap Bi Nining.
"Teras atas?."Tanya Cakra memastikan.
"Benar Den."Jawab Bi Nining.
"Baik Bi, nanti aku akan ke sana."Ucap Cakra.
Cakra pun langsung pergi ke teras atas, saat sampai di sana Cakra terkejut dan juga senang. Cakra tidak menyangka kalau Kania bisa romantis seperti ini.
"Bagaimana apakah kamu suka?."Tanya Kania.
Cakra pun mengangguk.
Cakra berjalan mendekat pada Kania.
"Cantik sekali kamu malam ini."Ucap Cakra.
"Benarkah?."Tanya Kania dan Cakra pun mengangguk.
"Harusnya aku yang menyiapkan ini semua bukan kamu, ah aku kalah cepat."Ucap Cakra.
"Bukankah sama saja.
Ayo duduk."Ucap Kania.
"Wah makanan ini sepertinya enak sekali."Ucap Cakra.
"Benarkah, kalau begitu cobalah apakah benar benar enak atau tidak.
Soalnya aku yang memasak makan malam kali ini."Ucap Kania.
"Wah pasti sangat spesial sekali makan ini karena di buat langsung oleh istri ku yang cantik."Pikir Cakra.
Mereka pun mulai makan malam mereka. Cakra sangat menyukai masakan Kania yang sangat enak. Dan Kania sangat senang karena Cakra menyukai masakannya.
Setelah makan mereka mengobrol dan bercanda berdua hingga mereka lupa waktu.
__ADS_1