
Sesampainya di rumah sakit Kania pun di periksa oleh Dokter kandungan yang tadi pagi sudah membuat janji dengan Cakra.
Saat di periksa, Kania benar di nyatakan hamil dan kandungannya saat ini baru saja berusia 5 Minggu. Setelah itu Kania di beri vitamin oleh dan Kania pun di minta untuk tidak melakukan pekerjaan yang berat dan jangan sampai kelelahan.
Setelah dari rumah sakit Cakra dan Kania pun pergi ke rumah Cakra untuk memberi kabar bahagia pada Mamahnya.
Mereka menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit sebelum akhirnya sampai. Sesampainya di sana Cakra dan Kania langsung masuk ke dalam rumah. Pada saat itu Lusi sedang minum teh sambil menonton berita di tv.
"Mamah."Panggil Kania yang langsung menghampiri Lusi dan memeluknya dengan sangat erat.
Lusi yang melihat Kania dan Cakra datang sangat senang. Karena sudah cukup lama mereka tidak datang bersama. Lusi tahu kalau saat ini mereka tengah sibuk.
"Apa kabar Mah?
Maaf ya kami baru bisa datang menemui Mamah sekarang."Ucap Cakra.
"Mamah baik.
Mamah mengerti, saat ini kalian pasti sangat sibuk, yang terpenting kalian baik baik saja itu sudah cukup untuk Mamah."Saut Lusi.
"Oh iya Mah, kami punya sesuatu buat Mamah."Ucap Kania.
"Oh ya, apa itu?."Tanya Lusi.
Kania pun mengambil sesuatu dari dalam tasnya, kemudian memberikan selembar kertas hasil pemeriksaan tadi di rumah sakit.
"Ini kan, hasil USG."Ucap Lusi sambil melihat kearah Kania dan Cakra secara bergantian. Kania dan Cakra hanya tersenyum pada Lusi.
"Kamu hamil Kanai?."Tanya Lusi.
"Iya Mah."Jawab Kania.
Lusi sangat senang mengetahui kalau saat ini Kania tengah mengandung cucunya. Cucu yang sudah cukup lama dia nantikan.
"Mamah senang sekali, akhirnya kamu hamil Kania.
Sudah sangat lama Mamah menantikannya, dan akhirnya doa Mamah terkabul, sebentar lagi Mamah akan jadi Nenek."Ucap Lusi yang kemudian mencium kening Kania.
"Kami juga sangat senang saat pertama kali tahu kalau Kania hamil."Ucap Cakra.
"Kamu harus jaga Kania baik baik Cakra, jangan biarkan dia melakukan pekerjaan yang berat dan kamu pun harus selalu pastikan Kania tidak kelelahan ataupun banyak pikiran. Mamah tidak mau sampai terjadi sesuatu pada Kania dan cucu Mamah."Ucap Lusi.
__ADS_1
"Iya aku tahu itu Mah, pokoknya aku akan menjaga Kania dengan baik."Saut Cakra.
"Bi....Bibi...."Panggil Lusi.
Setelah itu seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka.
"Bi tolong potong beberapa buah segar, jangan lupa buatkan segelas es kopi dan segelas susu ya."Ucap Lusi.
"Baik Bu."
Setelah itu pembantu Lusi pun pergi.
"Dia siapa Mah?."Tanya Cakra.
"Oh, dia itu Bi Endah, dia pengganti Bi Rasih.
Karena Bi Rasih sedang ada urusan di luar kota, hmm bukannya Pudin juga ikut pergi kan?."Jelas Lusi.
"Iya, hanya saja aku tidak tahu kalau akan ada pengganti Bi Rasih, kenapa Mamah nggak bilang Cakra saja sih, nantikan Cakra bisa minta Bi Nining untuk jaga Mamah sementara waktu."Ucap Cakra.
"Nggak usah Cakra, Bi Nining kan harus membatu dan menjaga Kania di sana apa lagi sekarang Kania sedang hamil.
Lagipula cara kerja dia cepat, bersih dan dia bisa melakukan semua pekerjaan. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Mamah mau Bi Rasih hanya menemani Mamah saja, sedangkan pekerjaan rumah akan di kerjakan Bi Endah."Jelas Lusi.
"Ya kalau itu sudah menjadi keputusan Mamah, aku tidak masalah kok.
Ya g terpenting Mamah merasa nyaman.
Lagi pula Mamah juga nggak mau meninggalkan rumah inikan."Ucap Cakra.
"Makasih ya sayang, kamu sudah pengertian sama Mamah."Ucap Lusi dan Cakra pun mengangguk.
Tak lama Bi Endah pun datang kembali sambil membawa buah yang sudah di potong potong, es kopi dan susu di nampan.
"Silahkan."Ucap Endah.
"Bi perkenalkan ini anak saya Cakra dan yang ini Kania istrinya Cakra."Ucap Lusi memperkenalkan Cakra dan Kania pada Endah dan Endah pun hanya mengangguk sambil tersenyum pada Cakra dan Kania.
Setelah Endah kembali ke dapur.
__ADS_1
Kemudian Endah pergi ke kamarnya. Di dalam kamar Endah langsung mengambil handphonenya lalu menghubungi seseorang.
"Halo."Ucap Endah saat sambungan teleponnya sudah terhubung.
"Halo ada apa Bu?."Tanya Seorang wanita dari sebrang telpon yang tak lain adalah Liani.
"Kamu tahu Liani ternyata selama ini Cakra sudah menikah dan sebentar lagi dia akan punya anak."Ucap Endah.
"Apa? Ibu yakin?."Tanya Liani yang tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Endah.
"Ibu sangat sangat yakin Liani, orang Ibu denger sendiri kok. Dan kamu tahu tidak kalau Istrinya Cakra itu Kania, wanita yang pernah kamu ceritakan pada Ibu waktu itu." Ucap Endah.
"Sudah ya Ibu mau lanjut kerja lagi."Ucap Endah yang kemudian langsung menutup telponnya.
Jujur saja sebenarnya Endah juga kesal dan kecewa saat tahu kalau Cakra sudah menikah, karena mimpinya untuk bisa tinggal di kota dan punya menantu kaya raya gagal.
Tapi Endah masih berharap kalau suatu saat nanti Liani bisa menikah dengan orang kaya dan bisa mengangkat derajatnya.
Endah pun kembali bekerja di dapur. Sesekali Endah mengintip untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh Lusi dan anaknya.
Endah melihat Lusi begitu menyayangi Kania, hal itu membuat Endah semakin merasa tidak ada harapan lagi untuk Liani.
"Ini semua gara gara Liani tidak cepat bergerak untuk mendapatkan Cakra, makanya dia menikah dengan wanita itu."Ucap Endah.
_____
Sedangkan kini di tempat lain, tepatnya di sebuah restoran Liani tampak begitu kesal setelah mendengar kabar dari Ibunya yang saat ini bekerja di rumah orang tua Cakra.
Liani tidak menduga kalau ternyata hubungan Cakra dan Kania begitu serius, dan mereka pun berani menikah di usia muda.
"Kenapa bisa seperti ini sih, harusnya aku yang menjadi istri Cakra bukannya Kania."Ucap Liani.
"Eh apa yang sedang kamu lakukan di sana, cepat kembali bekerja sebelum manager melihat mu."Ucap teman Liani.
"Iya iya." Saut Liani.
Liani pun kembali bekerja dengan terpaksa Liani harus menyembunyikan rasa kesal dan sedihnya. Karena dia harus terlihat ramah di depan tamu yang datang.
Namun entah mengapa hari ini tamu yang datang sangat menyebalkan, dan sering membuat Liani bertambah kesal.
Satu orang, dua orang, tiga orang Liani masih bisa sabar, namun lama kelamaan Liani sudah tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
Hingga beberapa saat kemudian Liani pun marah pada salah satu tamu yang datang.