Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 68


__ADS_3

Untuk beberapa saat mata mereka saling menatap satu sama lain. Hingga wanita itu melangkahkan kakinya dan mendekat pada Cakra.


"Wah sangat mirip sekali."Ucap wanita itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan?."Tanya Cakra"Kenapa menatap ku seperti itu?."Sambung Cakra.


"Ah maaf, aku hanya heran dan tidak percaya kamu sangat mirip sekali dengan anak."Jawab wanita itu.


"Oh iya aku juga minta maaf atas apa yang terjadi tadi, itu benar benar tidak di sengaja. Aku sedang terburu buru dan tidak tahu kenapa rem mobilku bermasalah. Tapi kamu tidak papa kan?."Sambung wanita itu.


"Aku tidak papa, tapi mobilku."Ucap Cakra yang kemudian melihat mobilnya yang ternyata penyok di bagian depan.


"Oh ya ampun."Ucap wanita itu.


"Sebelumnya perkenalkan namaku Sonnya, ini kartu namaku kamu bisa hubungi aku untuk mengganti biaya kerusakan mobil mu.


Tapi maaf aku harus pergi sekarang anakku sudah menunggu."Sambung Sonnya.


"Jadi kamu ingin menjemput anak kamu menggunakan mobil mu yang bermasalah itu? Apa kamu tidak takut terjadi masalah nantinya?."Tanya Cakra.


"Benar juga ya.


Ya sudah aku pesan taksi saja deh."Ucap Sonnya.


"Itu akan lama, lebih baik aku antar saja."Ucap Cakra.


Sonnya berpikir sejenak, hingga akhirnya dia pun menerima tawaran Cakra. Di dalam mobil mereka berkenalan kembali secara resmi.


Beberapa kali Cakra melihat ke arah Sonnya.


Jantung Cakra berdetak dengan sangat kencang.


"Wajahnya, senyum nya, gaya bicaranya, suaranya, semuanya sangat mirip dengan Kania. Apa mungkin sebenarnya dia adalah Kania? Tapi kalau memang dia Kania, Kenapa dia tidak mengenali aku?." Batin Cakra.


"Sonnya, kamu sudah tinggal di sini berapa lama?."Tanya Cakra.


"Harusnya dari sejak kecil ya, tapi aku juga yakin."Jawab Sonnya.

__ADS_1


"Kenapa tidak yakin?."Tanya Cakra.


"Sebenarnya aku mengalami hilang ingatan, jadi aku tidak ingat tentang masa laluku, yang aku ingat hanya tujuh tahun yang lalu saja."Jelas Sonnya.


"Tujuh tahun yang lalu?."Tanya Cakra dan Sonnya pun mengangguk.


"Kau tahu tujuh tahun yang lalu pun aku kehilangan istri dan anakku yang pada saat itu masih ada di dalam kandungan.


Saat itu dunia ku terasa hancur, semua yang aku lakukan terasa sia sia dan tidak ada artinya."Cerita Cakra.


"Mereka meninggal?."Tanya Sonnya.


"Aku berharap tidak.


kau tahu, aku selalu yakin kalau istri dan anakku masih hidup di suatu tempat dan aku yakin suatu saat nanti aku pasti akan menemukan mereka dan membawa mereka pulang bersama ku."Ucap Cakra sambil melihat ke arah Sonnya dengan penuh keyakinan.


Saat melihat Cakra dengan keyakinannya, Sonnya saat tersentuh. Dan entah mengapa hati Sonnya sangat bahagia.


Bahkan untuk pertama kalinya Sonnya merasa nyaman dan aman saat bersama Cakra walaupun ini pertama kalinya mereka bertemu.


"Sonnya kalau boleh jujur, sepertinya aku cocok dengan kamu."Ucap Cakra.


Sonnya menatap Cakra dengan tatapan bingung.


Sedangkan Cakra hanya tersenyum melihatnya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit mereka pun sampai di sekolah.


Sonnya langsung keluar dan berlari menuju seorang anak kecil yang sedang duduk menunggu.


"Daniel."Ucap Cakra."Aku semakin yakin kalau Sonnya adalah Kania ku, dan Daniel adalah anakku. Baiklah aku akan memulai dari awal, jika kamu lupa aku akan ingatkan dan kalau kamu tidak bisa ingat aku akan menulis cerita baru di hati kamu."Sambung Cakra sambil tersenyum.


Cakra pun keluar dari dalam mobil dan melihat interaksi Ibu dan anak itu.


Cakra tersenyum saat melihat Sonnya yang kesusahan karena membujuk Daniel yang marah.


"Sayang maaf ya Mami terlambat lagi."Ucap Sonnya.

__ADS_1


"Nggak Mami."Saut Daniel.


"Tapi kan sayang Mami nggak sengaja, tadi mobil Mami bermasalah, bahkan sampai menabrak mobil orang."Jelas Sonnya.


"Mami bohong, pasti itu cuman alasan Mami aja kan."Ucap Daniel.


"Mami kamu tidak bohong Daniel."Ucap Cakra sambil berjalan mendekat pada Daniel.


"Paman Cakra."Ucap Daniel saat melihat Cakra.


Cakra pun duduk di samping Daniel. Kemudian Cakra mengelus rambut Daniel.


"Tadi terjadi sedikit masalah, jadi Mami terlambat menjemput Daniel.


Tapi memang sih Mami kamu itu sepertinya ceroboh, bahkan memasang kancing baju saja bisa salah seperti itu."Ucap Cakra.


Daniel yang melihat Sonnya yang salah memakai kancing pun langsung tertawa. Sedang Sonnya merasa malu.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi sih?."Ucap Sonnya.


"Memangnya kalau Paman Cakra bilang dari tadi Mami akan membetulkannya di hadapan Paman Cakra?."Tanya Daniel.


"Ya nggak sih, tapi kan.


Ih kok kamu ketawain Mami terus sih."Ucap Sonnya.


Dan akhirnya Sonnya pun menjadi kesal pada Cakra dan Daniel yang terus mentertawakannya.


Namun di dalam hatinya, Sonnya merasa hangat apa lagi saat melihat Daniel yang tertawa lepas bersama Cakra. Sonnya merasa ini adalah momen yang sangat di rindukannya.


"Daniel sudah ayo kita pulang sekarang."Ucap Sonnya.


"Biar aku antar."Ucap Cakra.


"Tidak perlu, aku bisa pesan taksi."Saut Sonnya.


"Tidak mau naik taksi Mami, aku mau dianter pulang sama Paman Cakra saja."Ucap Daniel yang langsung menggandeng tangan Cakra dan meninggalkan Sonnya.

__ADS_1


"Daniel...


Daniel ini Mami kamu loh, kamu kok nggak mau mendengarkan Mami sih?."Ucap Sonnya namun tidak diperdulikan oleh Daniel.


__ADS_2