Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 75


__ADS_3

Kania menunggu dengan cemas saat Cakra sedang di operasi untuk mengeluarkan peluru. Sedangkan kini Daniel sudah tertidur di pangkuan Jesica.


Robert menggenggam dan meyakinkan Kania kalau semuanya pasti akan baik baik saja.


"Tenanglah sayang, Cakra pasti akan baik bahkan saja."Ucap Robert.


"Bagaimana aku bisa tenang, Dady lihat sendiri tadi kan kalau tembak itu tepat di bagian jantung.


Aku takut kalau aku akan kehilangan dia Dady."Ucap Kania yang kemudian langsung di peluk Robot.


Robert terus menenangkan Kania hingga tanpa sadar Kania pun tertidur karena kelelahan menangis.


_


Tiga jam kemudian operasi pun sudah selesai, Cakra pun di pindah ke ruang inap.


Robert pun langsung membangunkan Kania.


Kemudian Kania pun bertanya pada Dokter tentang keadaan Cakra.


"Dokter bagaimana keadaan suami saya?."Tanya Kania cemas.


"Anda tidak perlu khawatir Nona, suami anda baik baik saja. Nanti dia akan segera sadar setelah efek obatnya habis."Jawab Dokter.


"Apa Dokter yakin kalau suami saya baik baik saja, bukankah tembakan itu tepat di bagian jantung?."Tanya Kania memastikan kalau yang di dengarnya itu tidak salah.


"Benar Nona.


Ya memang tembakan itu tepat di bagian jantung, itu jika di orang normal.


Tapi syukurnya Tuan Cakra memiliki kelainan, ya itu posisi jantung nya ada di sebelah kiri, jadi tembakan itu tidak mengenai jantung Tuan Cakra."Jelas Dokter.


Mendengar hal itu Kania sangat senang, apa yang di takutkan nya tidak terjadi. Dan setelah mendapat izin Dokter, Kania pun langsung melihat keadaan Cakra di ruangannya.


Tak selang lama Cakra pun tersadar, Cakra tersenyum saat melihat Kania ada di sampingnya.


"Ternyata ini bukan mimpi, kamu benar benar ada di samping ku sayang."Ucap Cakra.


Kania pun tersenyum sambil mengangguk.


Cakra hendak bangun, tapi langsung di cegah oleh Kania.


"Jangan banyak bergerak dulu."Ucap Kania.


"Baiklah kalau begitu."Ucap Cakra.


Robert mendekat pada Cakra.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang?."Tanya Robert.


"Aku baik baik saja, hanya masih sedikit terasa sakit tapi tidak papa bukan masalah yang besar."Jawab Cakra sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu."Ucap Robert.


"Iya.


Tuan Robert, terimakasih."Ucap Cakra.


"Terimakasih untuk apa?."Tanya Robert.


"Terimakasih karena anda sudah menjaga dan menyayangi dunia ku dengan sepenuh hati anda.


Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka kalau anda tidak menyelamatkan dan merawat mereka."Ucap Cakra.


"Tidak, kamu tidak perlu berterimakasih pada saya. Saya senang karena selama Sonnya dan Daniel tinggal bersama saya dan istri saya, kami tidak kesepian dan kami merasa itu adalah sebuah anugerah dari Tuhan untuk kami, setelah kami kehilangan anak anak kami."Ucap Robert.


"Waktu terasa cepat berlalu dan sebentar lagi Sonnya juga Daniel akan meninggalkan kami."Saut Jesica yang terlihat begitu sedih.


"Mami."Ucap Kania yang kemudian langsung memeluk Jesica.


"Mami tahu semua ini pasti akan terjadi, tapi Mami tidak menyangka akan secepat ini.


Jujur saya Mami sangat sayang sama kamu, kamu sudah seperti anak Mami sendiri."Ucap Jesica.


"Anda tidak perlu sedih Nyonya Jesica, meskipun Kania akan pergi bersama ku tapi dia akan tetap menjadi anak anda.


Kami pasti akan berkunjung ke rumah kalian. Dan kalian pun bisa berkunjung ke rumah kami atau bisa juga kalian tinggal bersama dengan kami di Indonesia."Ucap Cakra yang tentu saja membuat Robert dan Jesica senang mendengarnya.


_______


Awalnya Kania berharap Robert dan Jesica akan ikut bersamanya tapi ternyata mereka akan tetap tinggal di rumah mereka, dan menunggu sampai Cakra membawa Kania juga Daniel untuk mengunjungi mereka.


Pada saat di perjalanan, Kania sedikit gugup. Bagaimana pun juga ini kali pertama dia akan bertemu dengan keluarga dan juga sahabatnya setelah sekian lama, dengan membawa ingatan yang ada.


Jujur saja sebenarnya Kania takut, takut melukai perasaan mereka karena tidak semuanya Kania ingat.


Namun Cakra selalu mengatakan semuanya akan mengerti dengan keadaan kamu saat ini, dan itu yang di harapkan Kania.


____


Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam mereka pun kini sudah sampai di bandara Jakarta.


Pada saat akan keluar dari bandara ada orang yang membawa tulisan selamat datang kembali Kania, dan ada juga yang membawa bunga.


Mereka semua tersenyum bahagia melihat Kania yang berdiri di depan mereka.


Mia dan Bunga langsung berlari ke arah Kania. Mereka pun memeluk Kania sambil menangis.


"Kania akhirnya.


Aku sudah lama banget menantikan semua ini."Ucap Bunga.


"Iya Kania, aku bahkan sempat berpikir kalau aku nggak bakal bertemu kamu lagi.

__ADS_1


Tapi ternyata kamu kembali dan kita bisa bersama sama lagi."Saut Mia.


"Aku juga kangen kalian.


Meskipun aku belum mengingat semua yang pernah kita lalui bersama, tapi aku tahu kalian adalah sahabat terbaik ku."Ucap Kania.


"Kania itu Mamah."Ucap Cakra sambil menunjuk Lusi.


"Mamah aku?."Tanya Kania.


Cakra menggelengkan kepalanya.


"Dia Mamah ku, mertua kamu."Jawab Cakra.


"Oh, maaf aku tidak ingat."Ucap Kania merasa tidak enak.


"Tidak papa."Ucap Cakra sambil mengecup kening Kania.


Kania pun berjalan mendekat pada Lusi sambil menggandeng Daniel.


Lusi yang melihat Kania dan cucunya berjalan mendekat padanya sangat bahagia.


Terlebih saat melihat wajah Daniel, Lusi seakan akan melihat Cakra waktu kecil.


"Daniel itu Nenek kamu."Ucap Cakra dan Daniel pun tersenyum.


Daniel pun melepaskan genggaman tangannya dari Kania kemudian sedikit berlari dan langsung memeluk Lusi.


"Halo Nenek."Sapa Daniel.


"Kamu sudah besar sayang, Nenek senang sekali melihat kamu."Ucap Lusi.


"Iya Nek aku juga senang banget ketemu Nenek. Aku jadi punya Nenek baru."Ucap Daniel.


"Di mana Kakek Nek?."Tanya Daniel.


"Sayang nanti Dady akan bawa kamu bertemu dengan Kakek ya."Saut Cakra dan Daniel pun mengangguk.


"M--Mah."Panggil Kania ragu.


Lusi melihat kearah Kania sambil berderai air mata.


"Kania sayang, putri Mamah."Lusi pun langsung memeluk Kania sedang sangat erat.


Lusi menangis sambil memeluk Kania, Lusi pun mencium wajah Kania. Dan kini Kania tahu kalau banyak orang yang menyayangi nya dan berharap agar dirinya kembali.


Setelah bertegur sapa, mereka pun langsung pergi menuju rumah Cakra dan Kania menggunakan mobil mereka masing masing.


Selama di perjalanan Kania terus melihat keluar jendela.


Kania tersenyum melihat kota yang dulu di tinggali nya, mungkin setelah sekian lama banyak perubahan. Tapi Kania tetap senang karena bisa kembali lagi.

__ADS_1


Dan yang pasti orang yang paling bahagia saat ini adalah Cakra.


__ADS_2