Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 17


__ADS_3

Keesokan harinya, Kania dan Cakra berangkat sekolah seperti biasanya. Dan hari ini Kania berniat untuk memberi pelajaran pada Monia. Karena Kania sangat yakin kalau yang mengurungnya di kamar mandi kemarin adalah Monia.


Saat Kania berjalan menuju kelasnya, Kania berpapasan dengan Andika.


"Kania kamu baik baik saja?."Tanya Andika.


"Aku baik baik saja kok."Jawab Kania.


"Apa Cakra sudah berangkat?."Tanya Andika kembali.


"Udah kok."


"Ya sudah kalau begitu aku ke kelas ya, dah."Ucap Cakra yang langsung berlalu pergi meninggalkan Kania.


Setelah Andika pergi, Kanai baru tersadar kenapa Andika menanyakan keadaannya dan juga menanyakan Cakra pada dirinya. Seakan akan Andika tahu sesuatu di antara dirinya dan Cakra.


Namun Kania menepis hal itu, mungkin saja itu hanya sebuah kebetulan. Pasti Andika bertanya seperti itu karena Kania sering berangkat bersamaan dengan Cakra sebelumnya.


Kania pun meneruskan langkahnya menuju kelas. Sesampainya di kelas Bunga dan Mia langsung menatap Kania dengan tatapan khawatir.


"Kalian kenapa menatap ku seperti itu?."Tanya Kania.


"Elu enggak papakan?."Tanya Bunga.


"Gue gak papa kok."Jawab Kania. "Ada apa sih?."Sambung Kania.


"Tadi gue sama Mia denger pembicaraan Monia dan gengnya itu. Dia lagi menceritakan betapa puasnya dia udah ngerjain elu kemarin di kamar mandi."Jelas Bunga.


"Iya, makanya kita khawatir banget sama elu."Saut Mia.


"Jadi dugaan gue bener, kalau yang kunciin dan nyiram gue di kamar mandi kemarin itu Monia."Ucap Kania.


"Gila jahat banget sih dia."Ucap Mia. "Tapi elu beneran gak papakan, gak ada yang luka?."Sambung Mia.


"Enggak sih, gue cuman sempet demam aja kemarin. Tapi sekarang udah gak papa."Ucap Mia.


Tak lama dari obrolan mereka, bel masuk pun berbunyi. Mereka pun langsung memulai mata pelajaran pertama mereka saat guru masuk ke dalam kelas.


_

__ADS_1


Waktu terus berjalan dan kini bel istirahat pun berbunyi. Semua siswa dan siswi sangat senang karena bisa beristirahat dan mengisi perut mereka yang mulai kosong.


Termasuk Kania dan teman temannya. Mereka pun langsung berjalan menuju kantin.


Saat akan ke kantin tidak sengaja Kania melihat Monia yang berjalan terpisah dengan Mikela dan Siska. Jika tidak salah perhitungan pasti Monia pergi ke kamar mandi.


"Bagus ini kesempatan gue buat bales apa yang udah dia lakukan ke gue kemarin." Batin Kania.


"Kania elu kenapa?."Tanya Mia.


"Gue gak papa kok."Jawab Kania. "Kalian duluan aja, nanti gue nyusul."Sambung Kania yang kemudian langsung berlalu pergi meninggalkan Mia dan Bunga.


"Dia mau kemana sih?."Tanya Mia.


"Mungkin ke kamar mandi kali. Udah ayo kita ke kantin, gue udah laper banget nih."Ucap Bunga.


Bunga dan Mia pun langsung pergi ke kantin tanpa Kania. Sedangkan kini Kania sedang berada di depan kamar mandi.


Kania bertanya pada siswi yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Eh di dalam rame ya?."Tanya Kania.


"Gak ada yang lainnya?."Tanya Kania kembali.


"Gak ada."


"Bagus deh gue jadi gak perlu ngantri."Ucap Kania yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Dan ternyata benar saja di dalam kamar mandi tidak ada siapa pun hanya ada satu orang yang berada di dalam pintu toilet yang tertutup.


Kemudian Kania melihat air pel pel yang berada di pojokan. Dengan cepat Kania menahan pintu toilet itu agar tidak bisa di buka, Kania pun langsung menyiramkan air pel pelan ke dalam sana.


"Aaaa...."


Kania tersenyum saat mendengar suara teriakan dari dalam. Setelah itu Kania pun buru buru keluar dari sana. Dan sungguh luar biasanya tidak ada Siswi yang masuk pada saat itu, benar benar suatu keberuntungan bukan.


Kania pun langsung pergi ke kantin menyusul Mia dan Bunga. Saat sampai di sana Kania tidak menyangka kalau meja meeting berharapan dengan meja di mana Mikela dan Siska duduk.


"Elu dari mana sih?."Tanya Mia saat Kania baru saja datang. Hal itu tentu saja mengundang rasa penasaran Mikela dan Siska.

__ADS_1


"Tadi gue balik lagi ke kelas buat ambil dompet gue yang ketinggalan di tas."Jawab Kania.


"Oh... Makanan elu udah gue pesenin tinggal tunggu aja."Ucap Mia.


"Makasih ya."Ucap Kania.


Tak lama makanan yang di pesan pun datang. Mereka langsung menikmati makanan mereka di iringi canda dan tawa. Saat mereka tengah asik makan dan mengontrol, tiba tiba saja kantin terdengar ricuh. Dan setelah di lihat lihat ternya Monia ke kantin dalam keadaan basah kuyup, bahkan bau.


"Monia elu kenapa?."Tanya Mikela saat melihat Monia yang basah kuyup, berantakan dan bau.


"Ada yang ngerjain gue di kamar mandi tadi."Ucap Monia. Saat Monia melihat ke arah samping, Monia melihat Kania yang menatap dengan tatapan mengejek.


Monia pun berjalan mendekat ke arah Kania.


"Ini pasti kerjaan elu kan Kania."Ucap Monia dengan nada marah.


"Aneh banget sih, tiba tiba datang sambil marah marah gak jelas gitu."Ucap Kania.


"Elu gak usah pura pura lagi deh. Gue tahu pasti elu mau bales gue, gara gara gue ngunciin elu dan nyiram elu di kamar mandi kemarin."Ucap Monia. Monia tidak sadar kalau saat ini dia telah mengakui perbuatannya di depan umum.


"Oh, jadi elu yang udah ngunciin dan nyiram gue di kamar mandi kemarin, sampai sampai gue demam."Ucap Kania. "Ada masalah apa sih elu sama gue? Oh elu gak terima karena gue gak sengaja nyumpahin air ke elu kemarin. Kan gue udah minta maaf."Sambung Kania.


Setelah itu semua Siswa dan Siswi pun membiarkan Monia. Mikela yang melihat dan mendengar semua itu langsung menarik tangan Monia dan pergi dari Kantin.


Sedangkan Kania tersenyum penuh kemenangan.


Kania benar benar senang karena sudah membalas apa yang sudah Monia lakukan padanya kemarin.


Bunga melihat Kania yang tersenyum tipis dan saat itu Bunga tahu kalau yang mengerjai Monia memang Kania.


"Elu kan?."Bisik Bunga. Dan Kania pun hanya tersenyum pada Bunga.


Bunga pun tahu kalau senyuman Kania itu artinya Iya. Kania memang tidak pernah melakukan hal yang aneh aneh apa lagi mengerjai orang lain. Bahkan Kania bukan orang yang perduli dengan sekitarnya, kecuali tentang teman teman terdekatnya.


Tapi Kania tidak akan mau atau pun tinggal diam kalau ada orang yang mengusiknya. Kania akan melakukan hal yang sama pada orang yang sudah mengusiknya.


"Kalian ngomongin apa sih?."Tanya Mia.


"Bukan apa apa."Jawab Kania. "Udah ayo lanjut makan lagi aja, nanti keburu masuk."Sambung Kania.

__ADS_1


Mereka pun langsung melanjutkan memakan makanan mereka yang sempat tertunda.


__ADS_2