
Sambil membopong tubuh Surya ditepi jalan, Novi yang bergegas menelpon sebuah taxi online untuk membawa suaminya itu ke rumah sakit secepatnya. Hanya butuh waktu lima menit, untuk menuju rumah sakit terdekat saat itu.
Setibanya mereka disana, Novi yang segera turun untuk memanggil perawat agar dapat membantunya membawa Surya ke dalam. Saat itu, Surya yang ditangani oleh seorang dokter diperiksa dengan baik. Semua luka beserta memar juga sudah diobati dan balut perban dengan baik.
Saat semua sudah selesai, mereka berdua mendapat arahan dari dokter supaya mengganti balutan perban pada luka surya setiap hari. Agar menghindari terjadinya infeksi luka, dokter juga memberikan beberapa resep obat untuk semua luka Surya.
Dengan sigap Novi menebus obat tersebut dan membawa Surya pulang ke rumah, saat itu dirumah Surya yang memilih langsung untuk membersihkan tubuhnya dan segera mandi. Novi yang tengah menyiapkan baju untuk suaminya itu, segera turun untuk menyiapkan masakan. Dirinya yang sudah terbiasa dengan segala pekerjaan rumah itu, tak membutuhkan waktu lama dalam menyiapkan makanan.
"Sayang, harum banget. Kamu masak apa sih?." rayu Surya pada istrinya.
Hanya tersenyum manis dia menjawab ucapan Surya.
"Sudah siap semuanya, ayo duduk sini mas." ujar Novi sambil menyiapkan nasi beserta lauk untuk Surya.
"Aku mau makan yang banyak hari ini. Soalnya masakan kamu selalu bikin nagih." seru Surya.
"Mas, habis ini aku mau bersiap dulu ya. Terus aku mau ijin untuk ke rumah mama, sudah aku siapin masakan juga buat keluarga disana." jelas Novi.
"Eh, aku ikutlah. Kok mau ninggalin aku sendirian dirumah." rengek Surya.
"Kamu istirahat aja dulu mas, biar badanya lebih enakan besuk." tutur Novi.
"Sudah enakan ini si. Apalagi yang rawat kamu, sudah pasti langsung sembuh." celoteh Surya.
"Baiklah, aku bisa apa kalau kamu sudah merengek seperti anak kecil begini." ucap Novi sambil mencubit pipi Surya.
Tanpa berpikir panjang, Surya yang sudah masuk kedalam mobil saat itu segera menyalakan mesin dan memanasi mesin mobil tersebut. Terlihat dia sudah memasukkan semua makanan yang sudah disiapkan oleh Novi saat itu, sementara Novi yang dikamar tengah bersiap mengenakan jilbab pashmina bewarna pastel terlihat senada dengan baju yang dia kenakan.
Terlihat sangat sederhana baju yang ia kenakan, tapi begitu cantik parasnya. Dia memang wanita yang lebih mengedepankan akhlak dari pada apapun. Setelah itu, Novi yang terlihat segera menuruni tangga segera menghampiri Surya didalam mobil.
"Makasih ya mas, sudah bantu siapin semuanya." ucap Novi dengan manis.
"Sama-sama sayang." ujar Surya sambil menatap Novi.
Ketika didalam mobil, tidak sengaja mereka pun membahas orang yang sudah tega melakukan hal keji pada mereka berdua. Mereka berdua selama ini tidak pernah memiliki musuh dalam hidupnya, semua orang mengenal baik mereka berdua. Bahkan terlalu baik, hingga tak pernah ada hal buruk terdengar tentang mereka bahkan keluarga besar Surya.
__ADS_1
"Mungkin, orang tadi hanya sedang terburu-buru dijalan. Jadi dia nggak bisa fokus dalam mengendarai mobilnya saat itu." jelas Novi yang selalu berpikir positif dalam memandang segala hal.
"Mungkin ya. Aku tuh heran sama kamu, selalu berpikir hal baik dulu. Tidak pernah mengedepankan pikiran buruk untuk terlintas." ujar Surya bangga.
Pim ... Pim ...
Bunyi klakson mobil Surya.
Terlihat pak Ujang yang tengah berdiri menyiram tanaman saat itu, segera berlari ke pintu gerbang untuk membukakan mereka berdua.
"Pagi den," ucap pak Ujang menyapa Surya.
Sambil membuka kaca mobil Surya melambaikan tangan pada pak Ujang saat itu. Setelah dirinya selesai memarkir mobil miliknya, mereka berdua memasuki rumah dengan bahagia. Semua makanan yang sudah rapi tertata dalam rantang makanan, juga mereka bawa dengan baik.
"Assalamu'alaikum," ucap mereka berdua kompak.
"Wa'alaikumsalam mas, mbak. Ayo masuk, saya panggil nyonya dulu diatas." sahut si mbok segera.
"Eh, nggak perlu mbok. Biar saya aja yang jemput mama diatas." ucap Surya sambil memberikan kode kepada si mbok untuk memelankan suaranya.
Si mbok yang hanya tersenyum lalu membantu Novi dengan membawakan beberapa rantang yang diletakkan diatas meja.
"Mbak Novi ini, nggak pernah lupa sama keluarga disini. Rasanya baru kemarin mbak pergi sama mas Surya, tapi rasanya sudah seperti satu tahun kalian pergi ninggalin kami." ucap si mbok sambil berkaca-kaca.
"Kenapa mbok?, " tanya Novi sambi menepuk halus pundak si mbok.
"Nggak papa mbak, saya cuman kasihan sama nyonya Sinta." dengan sedih si mbok berkata.
"Ada apa dengan mama mbok?," ujar Novi.
Belum selesai si mbok menyelesaikan perkataannya, Citra yang lewat dari arah belakang mereka berdua dengan sengaja batuk dan sambil berlalu ke atas. Seakan tau, bahwa si mbok pasti akan mengadu pada Novi atas semua sikapnya. Mbok pun dengan segera menutupi perkataannya itu dengan melanjutkan pekerjaan. Novi yang sudah hafal betul dengan sikap si mbok, dia curiga ada yang tengah ditutupi oleh pembantunya itu.
Tokkk ... Tokkk ...
Bunyi ketukan Surya pada pintu kamar mama Sinta.
__ADS_1
"Ma," ucapnya tanpa melanjutkan.
"Eh iya, Juna kah. Masuk." tebak mama didalam kamar.
Ceklekk
Suara pintu kamar terbuka.
"Ma, ini Surya." ucap Surya dengan memasukkan sebagian kepalanya dalam kamar mama.
"Ya ampun, kamu. Sama Novi ya kesini, ayo masuk sini." ucap mama.
Sementara Citra yang tengah melewati Surya saat itu, hanya sedikit melirik ke arah Surya dan segera berlalu tanpa menyapanya. Surya yang saat itu melihat Citra, dia berpikir ada yang aneh dengan adik iparnya saat itu. Dia hanya berlalu tanpa menyapa dirinya, tapi dengan segera dia tepis pikiran itu dan segera masuk dalam kamar mama.
"Kamu kenapa ini, kenapa sampai luka dan lebam begini kamu. Abis berantem?, sama siapa, dimana?," cecar mama bertubi-tubi pada dirinya.
"Sudah ma." ucap Surya sambil memegang ke dua tangan mamanya untuk menenangkan.
Surya yang menjelaskan peristiwa pagi hari tadi, membuat mama Sinta tak percaya. Pasalnya selama ini, keluarganya tidak pernah memiliki musuh, ataupun orang yang ingin berniat jahat pada keluarganya.
"Ayo kita turun ma, Novi dibawah sudah siapkan makanan kesukaan kita semua. Surya sudah makan si tadi, tapi nggak papa ya disini ikut makan lagi." jelas Surya sambil merengek pada mamanya.
"Mama si yakin, Novi akan merawat kamu dengan baik. Jadi mama nggak perlu khawatir lagi kalau soal kamu." jelas mama.
Dengan semangat mama Sinta menuruni anak tangga, sambil tersenyum mama memanggil nama Novi dengan penuh gembira. "Nov ..." seru mama dari kejauhan.
...----------------...
Happy reading guys🤗
ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️
✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor
✓Ditunggu like dan fav buat othor ya
__ADS_1
✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️