Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Gagal


__ADS_3

Mereka begitu menjijikkan, apa tak ada kesempatan bagi mereka berdua untuk tidak jalan bersama. Seakan dimana-mana penuh dengan wajah dan ulah mereka berdua. Apa menariknya mereka, sehingga mereka di eluh-eluhkan begitu banyak orang. Mereka berdua tak lebih dari sekedar boneka mama saja. Bernyawa tapi tak punya harga diri. gumam Citra kesal menatap Surya dan Novi kala itu.


"Mas, aku tau kamu tadi hanya mencari alasan agar aku segera pergi meninggalkan Citra kan?." ujar Novi yang berjalan disisi Surya.


"Kamu tahu itu, dan aku pikir itu adalah hal yang benar. Buat apa kamu berlama-lama ditempat yang diaman kamu sama sekali tak diharapkan kehadirannya." jelas Surya dengan nada kesal.


"Mas, kamu nggak boleh bilang begitu. Justru aku ingin sekali merangkul Citra disaat seperti ini. Dia hanya kehilangan arah saat ini, dan aku ingin menunjukkan jalan yang seharusnya ia lalui dengan benar. Hanya sekedar itu saja," tutur Novi menyampaikan keinginannya pada Surya.


"Begitu baik niat kamu, tapi orang yang ingin kamu tolong itu tak menyambut dengan baik niatan kamu ini." ucap Surya sambil menggoyahkan bahu Novi.


"Aku percaya sesungguhnya Citra mendengarkan apa yang aku sampaikan mas. Hanya saja ia masih belum mampu melawan rasa egoisnya yang begitu tinggi." bersikukuh Novi didepan Surya yang sudah sedikit terpancing emosi.


Hanya nafas panjang yang terdengar dari Surya saat itu, ia lebih memilih mengalah dengan semua permintaan Novi. Ia tahu, jika istrinya itu sudah memiliki tekad yang bulat tak akan ada satu orang pun yang mampu memutar balikkan hatinya lagi.


"Tolong kamu temani mama dan yang lainnya disini yah. Aku pinjam kunci mobilnya sebentar mas." pinta Novi dengan segera sambil mengawasi Citra dari kejauhan.


Citra yang saat itu sudah memesan sebuah taxi online juga memilih pergi dan berlalu meninggalkan keluarga disana. Terlihat ia memberikan alamat pada supir taxi tersebut, sementara Novi saat itu mengikuti Citra dari belakang dengan sangat hati-hati. Kali ini, dia ingin mengikuti adik iparnya itu sampai berhasil. Ia ingin mengetahui apa saja yang dilakukan Citra saat dia gundah gulana seperti ini. Dirinya tak menginginkan jika Citra berada di jalur yang salah.


Setibanya dicafe, Citra segera turun dari taxi online tersebut dan berlalu masuk begitu saja. Kali ini, dia ingin menemui Ariel disana, ia hanya butuh seorang teman untuk menyampaikan keluh kesahnya saat ini.


Citra yang terlihat duduk disebuah kursi, melambaikan tangan pada Ariel yang masih melayani beberapa tamu saat itu.


"Hai mbak, ada yang mau dipesan?." ucap Ariel melayani dengan tulus.


"Saya pesan kamu," sahut Citra dengan nada menantang.

__ADS_1


Ariel terkejut dengan ucapan Citra saat itu. Tapi dia tak menganggap semua itu dengan serius, hanya sebuah senyuman simpul yang Ariel tujukan kepada Citra.


Terlihat sebuah kertas putih kecil Citra masukkan ke dalam kantong saku baju Ariel. Dan dia hanya memesan sebuah minuman kala itu. Dengan segera Ariel menyiapkan pesanan Citra dan meminta salah satu temannya untuk menyajikan.


Ariel yang begitu penasaran, dengan cepat membuka lipatan kertas putih tadi.


Sepulang kerja, aku tunggu kamu disini. Temui aku disini yah, aku butuh teman. isi pesan singkat Citra pada Ariel.


Kebingungan Ariel menatap kertas tersebut, tetapi Ariel memiliki rasa belas kasihan pada wanita ini. Terlihat dari ia menuliskan kata-kata, dirinya sangat membutuhkan seseorang yang mampu untuk mendengarkan keluh kesahnya.


Tapi, apa mungkin aku menemani wanita yang sudah memiliki suami ini. Apa hungan kami yang mengatasnamakan sebatas teman ini akan baik-baik saja kedepannya nanti. gumam Ariel yang begitu bingung menerima tawaran Citra saat itu.


Jam kerja Ariel saat itu sudah berlalu, dirinya yang terlihat mengemas tas dan pakaiannya saat itu ingin berlalu begitu saja dari tempat kerjanya tanpa memikirkan tawaran Citra saat itu. Belum sampai langkah kakinya berjalan jauh meninggalkan cafe, ia pun terhenti dan melihat ke arah meja yang diduduki Citra.


Tanpa Ariel sangka, Citra masih setia menunggu kehadiran dirinya disana. Ariel yang tak tega dengan apa yang ia lihat, segera menghampiri Citra.


"Nggak papa kok, kan saya yang minta. Jadi nggak perlu minta maaf segala." ujar Citra yang sudah terlihat suntuk.


Novi yang duduk agak jauh dari mereka berdua, terlihat mengawasi dan sedikit mencoba mendengarkan pembicaraan mereka berdua saat itu. Tapi apa daya, usahanya kali ini tidak membuahkan hasil. Ia sama sekali tak dapat mendengar apa yang tengah diperbincangkan oleh Citra dan lelaki tersebut.


"Jadi, apa yang bisa saya bantu untuk mbak Citra." terdengar Ariel menawarkan bantuan untuk Citra.


"Aku cuma butuh teman aja buat dengerin semua ceritaku. Apa kamu mau?," ucap Citra menjelaskan keadaannya.


"Tentu saya mau mbak, sebisa mungkin akan saya dengarkan semua keluh kesah mbak Citra degan baik." pungkas Ariel.

__ADS_1


"Menurut kamu, apa kurangnya perempuan seperti saya Ril?." tanya Citra yang memojokkan posisi Ariel.


Dia kebingungan dengan sebuah pertanyaan Citra kala itu. Tapi dengan tenang, ia tetap menjawab pertanyaan itu.


"Bagi saya, semua perempuan itu memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Kalau mbak Citra, menurut penilaian saya si Cantik dan berwibawa juga." tegas Ariel sambil menatap Citra.


"Lalu kurangnya apa?," umpat Citra.


"Saya yakin yang tau kekurangan mbak Citra hanya diri mbak sendiri." pungkas Ariel.


Citra yang terkejut dengan jawaban Ariel di buat tak berkutik untuk melanjutkan pertanyaannya lagi. Ia hanya diam dan merenungi semua ucapan Ariel saat itu.


"Maaf ya mbak jika pernyataan saya ini lancang ataupun salah. Tetapi menurut saya, kehidupan ini bukan tempat untuk mencari kesempurnaan semata. Apalagi ajang untuk bersaing satu dengan yang lain, jika sekarang mbak Citra melakukan semua hal yang seperti saya ucapkan. Menurut saya ada baiknya mbak Citra berhenti sekarang juga, karena itu akan membuat mbak Citra lelah. Hiduplah dengan sewajarnya tanpa sandiwara mbak, itu akan membuat hidup mbak jauh lebih terasa baik." tutur Ariel yang menggurui Citra saat itu.


"Kenapa kamu tiba-tiba setua ini sih. Saya yang menilai kamu hanya sebatas penampilan saja, nggak pernah menduga kalau kamu akan menceramahi saya dengan panjang lebar seperti ini. Ada benarnya apa yang kamu ucapkan ini, tapi kamu juga belum tahu bagaimana posisi saya. Dan bagaimana jika kamu berada diposisi saya saat ini, saya rasa kamu juga nggak akan pernah mampu berfikir jernih untuk keluar dari masalah ini Ril." pungkas Citra yang tak ingin kalah dengan wejangan Ariel.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya

__ADS_1


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


__ADS_2