Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Kejutan


__ADS_3

"Baiklah, hari ini giliran kamu sayang yang akan memberikan kejutan pada omah," tutur Surya pada Malika.


Dengan segera ia menuntun dua wanita kesayanganya itu menuju kamar mama Sinta, dirinya berharap baik mama ataupun Novi akan sangat bahagia dengan kehadiran anggota keluarga barunya.


Tokkk ... Tokkk ...


Suara ketukan pintu kamar.


"Ma, ini aku." ucap Surya didepan pintu.


"Masuk," sahut mama singkat.


Belum sempat Surya mengenalkan Malika pada mamanya hari itu, mama sudah tersenyum terlebih dahulu saat melihat Malika yang tengah di gandeng oleh Novi.


"Hai sayang, siapa nama kamu?. Senyuman kamu, mirip sekali dengan menantu omah," ujar mama Sinta pada Malika.


"Malika omah," ucapnya sambil mendekat dan memeluk erat mama Sinta.


Ke duanya terlihat begitu akrab, tak ada rasa canggung sedikitpun. Surya dan Novi begitu bahagia, karena Malika dapat mengukir senyum bahagia diwajah mama Sinta saat itu.


"Kalian?," ucap mama yang mencoba memancing pertanyaan kepada Surya dan Novi.


"Iya ma," sahut Surya segera sambil menggenggam tangan istrinya.


Seakan tidak percaya, Novi lalu memandang wajah Surya saat itu. Hati Novi dibuat takjub dengan apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.


"Nah, sekarang gadis kecil ini resmi jadi cucunya omah Sinta. Dan resmi jadi anak mama Novi juga," ujar Surya yang berdiri tepat disamping Malika.


"Serius mas?, apa aku nggak salah dengar semua ini." sahut Novi seakan tak percaya.


"Selamat datang dikeluarga kami ya sayang, omah yakin Malika adalah anak pilihan yang dikirim Tuhan untuk mama dan papa baru kamu ini," jelas mama Sinta sambil menci*m Malika.


Malika adalah seorang gadis kecil yang mampu memikat hati semua orang saat melihatnya.


"Perkenalkan namanya saat ini adalah, Malika Cysara," ucap Surya dengan bangga merangkai nama baru untuk putri kecilnya tersebut yang hanya memiliki nama Malika saja.


Mama dan Novi terlihat saling memandang dan tersenyum, seakan menyetujui dengan nama yang dirangkai oleh putranya itu. Dengan bahagia, mama Sinta menyambut cucu barunya itu dengan mengajaknya turun dan segera menyantap makanan dibawah.

__ADS_1


Mendadak keadaan jauh lebih sehat sebelum kedatangan mereka semua, Novi dan Surya bahagia melihat mamanya punya semangat baru.


"Ayo sini turun sama omah, nanti Malika makan yang banyak ya. Khusus hari ini omah yang akan suapi Malika sampai habis," tutur mama Sinta pada gadis kecil tersebut.


Lalu Malika dengan polosnya menarik sebuah kursi untuk mama Sinta duduki dengan tangan mungilnya. Semua orang terkagum pada tingkah lakunya itu, bahkan tingkah laku Malika bisa dikatakan mirip dengan Surya dan Novi.


"Dia pantas menjadi anak kalian," ungkap mama bangga pada cucu barunya.


"Malikha adalah cinta pada pandangan pertama Novi dipanti ma. Saat pertama kali Surya bertemu Malika, Surya juga heran kenapa dia bisa semirip itu dengan Novi. Mungkin memang cara Tuhan itu diluar batas kendali kita." jelas Surya.


Sementara langkah kaki kecilnya selalu mengikuti kemanapun Novi pergi, kali ini ia pun mengikuti Novi didapur dan ikut menyiapkan sebuah makanan untuk omah dan papanya.


"Omah, papa makanan sudah siap." ucap Malika dengan senyum lesenung pipitnya.


"Waah, coba lihat cucu omah yang pintar ini. Pandai sekali bantu mama didapur dari tadi. Sekarang waktunya kita duduk bersama dan makan sama-sama. Sini duduk dekat omah," ujar mama Sinta meminta Malika untuk menemani dirinya.


"Omah makan yang banyak yah, masakan mama Novi paling juara di panti. Kami selalu habiskan semua makanan itu tanpa tersisa," puji Malika pada Novi.


"Oh yah, masakan mama Novi dirumah juga memang paliiing enak. Omah, dan semua anggota rumah ini menyukainya. Sama seperti kalian di panti, masakan mama Novi selalu habis tak tersisa. Sekarang Malika buka mulutnya lebar-lebar, biar omah siapin sampai kenyang." tutur mama Sinta.


"Aaaaaaaaak," ucap Malika membuka mulutnya.


Terdengar suara langkah kaki dari arah kamar atas.


Itu adalah Juna, kali ini dirinya turun tak bersama Citra. Dengan wajah kusut dan rambut setengah acak-acakan, ia pun ke dapur untuk meminta segelas kopi pada si mbok. Kali ini dirinya lebih memilih untuk duduk disofa panjang depan tv, bukan untuk bergabung di meja makan. Semua mata memandanginya, entah kenapa kali ini dengan Juna. Ia tiba-tiba memilih menjauh dari mama beserta kedua kakaknya.


Surya yang meruncingkan pandangannya pada adik semata wayangnya itu, mencoba menghampiri dan bergegas menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Jun, aku mau bicara empat mata sama kamu," ujar Surya yang sudah berdiri dihadapan Juna yang tengah menonton televisi.


Ia lalu berdiri dengan enggan dan berlalu mengikuti kemana Surya pergi. Mereka berdua terlihat tengah duduk di teras taman rumah. Surya kali ini lebih memilih ingin menyelesaikan berdua dengan Juna dari pada berembuk dengan mamanya.


"Coba kamu jelaskan semua ini, apa yang sebenarnya tengah terjadi dirumah ini." umpat Surya yang sedikit mulai tegang.


"Nggak ada," jawab Juna singkat tanpa memandang mata Surya.


"Aku disini, dan tolong selesaikan masalah ini dengan segera. Jangan malah kamu biarkan berlarut-larut seperti ini. Kalau memang kamu sudah tidak perdulikan mama, setidaknya perduli dengan nasib rumah tangga kalian sendiri." maki Surya.

__ADS_1


Juna yang sibuk memegangi gelas kopi miliknya, tak sedikitpun bergeming dihadapan Surya.


Ting ... Tong ...


Suara bunyi bel terdengar.


Pak Ujang yang saat itu tengah menyiram kebun lalu berlari kecil ke arah gerbang utama untuk mengecek siapa tamu tersebut.


"Pagi pak, bisa saya bertemu mbak Citra? ." ujar seorang pria yang berdiri didepan gerbang.


"Mas ini siapa namanya?, ada keperluan apa," tanya pak Ujang.


Karena pak Ujang tak kunjung kembali, memancing rasa penasaran Surya untuk mengikuti sampai ke gerbang utama.


"Siapa pak?,". tanya Surya sambil melihat ke arah pria tersebut.


"Anu den, ini cari mbak Citra katanya." jelas pak Ujang.


Dengan mata penuh selidik, Surya pun mendekati lelaki tersebut dan bertanya ada keperluan apa dengan adik iparnya tersebut.


"Maaf ya mas, kalau saya perhatikan saya tidak pernah berjumpa dengan anda. Saya tahu betul setiap teman adik ipar saya seperti apa. Mas, datang kemari ada keperluan apa dengan Citra?." ujar Surya.


"Perkenalkan nama saya Ariel mas, saya salah seorang karyawan cafe yang kemarin di tabrak sama mbak Citra." tutur Ariel.


"Oh, jadi kesini disuruh Citra. Dia mau ganti rugi gitu," tanya Surya yang masih memandangi sebuah rantang yang ditenteng Ariel ditangan kanannya.


"Bukan mas, bukan seperti itu. Saya kemari, hanya ingin menyampaikan ini dari ibu saya untuk mbak Citra. Ini adalah rasa terimakasih ibu saya pada mbak Citra yang kemarin sudah mengantarkan saya pulang," jelas Ariel.


Surya yang masih bingung dengan pemuda yang ada dihadapannya ini, lantas mengajaknya untuk masuk ke rumah dan menemui Citra.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor

__ADS_1


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


__ADS_2