Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Aku mau kamu berubah


__ADS_3

Akhirnya, Surya dan Novi memutuskan untuk bermalam dirumah mama Sinta hari itu. Mereka berdua inginkan semua segera membaik seperti sediakala. Tak ada lagi yang egois hanya mementingkan dirinya sendiri, tanpa melihat perasaan orang lain.


Novi yang saat itu memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Citra dengan segenap keyakinannya ia pun melakukanya.


"Cit, ini aku. Boleh tidak aku masuk ke dalam." ucap Novi yang setengah berbisik diujung pintu kamar Citra.


Dirinya mengetahui Citra tengah berada didalam, sementara Juna dan Surya masih duduk berdua disofa ruang tamu.


Lama tak terdengar suara Citra merespon ucapan Novi saat itu, hingga sampai pada akhirnya mama Sinta dan Malika berjalan menuju Novi saat itu.


"Ma, ayo kita turun. Kata omah, kita akan makan malam bersama. seru Malika menarik piyama Novi.


"Eh, tentu dong. Ayo kita turun sayang." ujar Novi yang segera mencairkan suasana.


Sambil berjalan, mama Sinta pun mencoba memberi nasehat pada Novi.


"Mama tau, apa yang kalian lakukan malam ini semata-mata demi mama. Sungguh mama hanya bisa bilang terimakasih atas semua perhatian kalian berdua, tapi Nov? apa kalian berdua lupa dengan kesepakatan kita bertiga waktu itu. Biarkan semua berjalan sesuai keinginan mereka seperti apa, kita sepakat tak akan ada lagi campur tangan dari kita untuk mereka berdua." ujar mama Sinta sambil menuruni tangga.


"Tapi ma, Novi dan mas Surya hanya ingin yang terbaik untuk Juna dan Citra. Begitu juga mama, kami berdua nggak sanggup jika harus melihat semuanya seperti ini." jelas Novi dengan sedih.


"Ayolah, mama pikir ini waktu yang tepat untuk Juna dan Citra saling memperbaiki diri. Kita awasi mereka cukup dengan melihat aja ya. Mama mohon kali ini, biarkan mereka berdua dengan apa adanya." mohon mama.


"Baiklah ma, nanti akan Novi sampaikan pada mas Surya. Semua akan terjadi sesuai permintaan mama." ucap Novi menyudahi perdebatannya dengan mama Sinta.


Dirinya kini tak mampu berbuat banyak untuk Citra, harapannya yang tulus ingin membantu Citra keluar dari gejolak masalah rumah tangga kini pupus sudah.


Dengan segera ia pun menghampiri Surya beserta Juna diruang tamu untuk mengajak makan malam bersama saat itu.


"Hallo om, perkenalkan namaku Malika." terdengar suara lembut gadis kecil yang tengah duduk disamping Surya.


Juna yang sedari tadi tak menghiraukan kehadirannya kini dibuat terkejut dengan sosok Malika, tangannya lalu berhenti sejenak dan fokus pada Malika.


"Hai sayang, sejak kapan kamu berada disana. Namanya bagus sekali, mari sini duduk sama om." ujar Juna menimpali salam perkenalan dari Malika.

__ADS_1


Malika lantas turun dari kursinya dan menghampiri Juna untuk bersalaman menci*m tangannya.


"Manis sekali," ujar Juna sambil mengusap rambut Malika.


Seketika itu pula, senyum Juna kembali merekah. Kehadiran Malika rupanya juga mampu memalingkan dunia Juna yang jungkir balik dengan Citra saat ini.


Tanpa dirinya sadari, ia pun bersenda gurau cukup lama dengan Malika. Sangat nyaman mereka berdua menghabiskan waktu bersama, terlihat seperti ayah dan seorang anak.


"Bagaimana kalau kita adain liburan keluarga bersama ma." ungkap Novi memecah keheningan.


Mama Sinta saling beradu pandangan dengan Surya seketika itu. Mereka berdua sedikit berpikir tanpa langsung memberikan jawaban pada Novi.


"Aku ikut kata mama aja. Idenya bagus si, cuman apa iya Juna dan Citra bakalan mau gabung dengan kita." ucapnya meragu.


"Hm," mama sedikit bimbang.


"Asyiiikkk kita bakal liburan om," suara Malika tiba-tiba mengalihkan fokus Juna seketika.


Juna yang saat itu di buat terkejut dengan ucapan Malika, mencoba bertanya ulang pada mama Sinta.


Mama Sinta yang sama sekali tak menduga dengan respon Juna saat itu terlihat bahagia mendengarnya. Ia berharap, Citra juga akan merespon baik hal ini. Dia pun menatap cucu barunya itu penuh dengan kasih sayang yang berlimpah.


"Yeee, om juga ikut. Malika suka." ujarnya begitu polos.


Novi beserta Surya juga ikut merasa lega, bahwa Malika dapat memberikan tumpahan kebahagiaan yang begitu luar biasa didalam keluarga ini. Tanpa semua mereka sadari, Citra yang sedari diatas tengah menguping pembicaraan mereka semua. Masih sama seperti sediakala, dirinya masih menaruh cemburu yang teramat besar pada Novi.


Apalagi kali ini Novi berhasil membujuk suaminya tersebut dengan begitu mudah melalui Malika, mukanya seakan merah padam seketika. Tanganya mencengkram erat sebuah tepian besi tangga, dan memutuskan berlalu masuk dalam kamar.


Pagi hari itu pun tiba, semua orang terlihat berkemas dan memasuki mobil dengan segera. Tak tertinggal juga si mbok dan pak Ujang ikut serta dalam bepergian kali ini. Meraka semua memutuskan untuk pergi ke sebuah kawasan puncak.


Bertepat di sindang laya, cipanas cianjur kebun raya cibodas ini menyuguhkan sebuah pemandangan indahnya bunga sakura yang bertebaran diatas bukit yang hijau dan luas.


Selain taman bunga sakura, di kebun raya cibodas juga menyuguhkan beberapa tempat wisata lainnya. Seperti rumah kaca, danau, air mancur serta lainnya.

__ADS_1


Akhirnya, mereka semua memutuskan untuk duduk bersama disebuah tepi danau yang berletak tak jauh dari taman bunga sakura. Disana, Malika terlihat tengah bermain dengan Juna. Kebersamaan mereka pun mengundang banyak mata melihatnya.


Tetapi lain dengan Citra saat itu, yang lebih memilih menjauh dari keluarga dan sibuk memainkan ponsel miliknya. Dia seakan dibuat enggan dengan suasana yang terjadi saat itu, sesekali ia hanya melirik ke arah Juna yang seakan sudah melupakan dirinya.


"Cit, boleh aku duduk?." pinta Novi yang tiba-tiba datang menghampiri dirinya dalam kesendirian.


Matanya hanya melirik ke arah Novi tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.


"Aku duduk ya, Cit kalau kamu mau boleh kok kamu bertukar pikiran dengan aku. Aku sangat siap menampung semua keluh kesah kamu." rayu Novi memulai topik pembicaraan.


"Nggak perlu basa-basi, ada apa." respon Citra ketus.


Novi terkaget dengan ucapan Citra barusan. Ia seakan dibuat tak percaya jika Citra yang saat ini menaruh dendam yang teramat dalam bagi dirinya.


"Baiklah, aku nggak akan paksa kamu. Aku juga nggak bermaksud apa-apa sama kamu Cit. Mas Surya dan aku cuma inginkan yang terbaik saja buat kamu dan Juna. jelas Novi mencoba mencairkan suasana.


"Basi," jawab Citra ketus.


Ternyata dikejauhan Surya sudah lama perhatikan istrinya tersebut menghampiri Citra, karena ia merasa Novi seakan diacuhkan oleh Citra saat itu dirinya pun mencoba menghampiri Novi dan Citra saat itu juga.


"Sayang, tolong belikan Malika minum ya." pinta Surya kepada Novi yang ingin menyuruh istrinya untuk segera pergi dari hadapan Citra saat itu juga.


Novi hanya mengangguk patuh dan berjalan. Sementara Citra yang menatap Surya dengan benci juga berlalu dari tempat itu.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya

__ADS_1


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


__ADS_2