Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Persidangan kedua


__ADS_3

"Hari ini dirimu akan menjalani persidangan ke dua, ada seorang saksi yang akan membelamu kali ini" suara seorang petugas sel yang menghampiri dirinya.


"Bela"


"Aku bebas" sambil menggigit jari-jarinya.


"Tolong bebaskan diriku!" seru Citra berulang kali dan terdengar sekidit melantur dengan beberapa ucapan tak jelas.


Persidangan kali ini, Juna akan hadir memberikan kesaksian untuk meringankan masa hukumannya.


Tetapi tidak dengan mama Sinta, ia yang masih tetap dengan pendiriannya dipersidangan kali ini menghadirkan sosok Wili lagi disana.


Sekitar pukul 9 pagi, sidang pun berjalan sesuai agenda yang telah ditentukan. Didalam ruangan itu, sudah terlihat hadir disana mama Sinta beserta Surya dan Wili. Sementara di kubu lain, tengah duduk bersama Juna dan istrinya Pricilia.


Surya menatap sang adik dengan wajah penuh kebingungan, ia yang sama sekali belum mengetahui semua akar permasalahan ini hanya bisa tertunduk diam.


Dari arah berlawanan, Citra telah memasuki ruangan dengan seorang polisi yang menggiringnya untuk segera duduk. Wajahnya sangat tidak terawat, raut wajah yang begitu pilu membuat Juna iba pada wanita yang dulu pernah singgah dihatinya.


Citra hanya diam dan terduduk manis didepan hakim dengan posisi tangan diborgol, dan dalam persidangan kali ini ia pun telah diminumkan sebuah obat penenang agar dapat mengontrol semua sikapnya dalam perjalanan persidangan.


Ketukan palu hakim seketika membuat seisi ruangan hening.


"Untuk para saksi, dipersilahkan maju ke depan untuk memberikan kesaksiannya" ujar seorang hakim.


Juna yang tengah bersiap maju melangkah untuk menduduki sebuah bangku yang berada tepat di depan hakim. Sebelum ia mengambil sebuah kesaksian, dirinya pun mengambil sumpah terlebih dahulu jika apa yang akan dirinya sampaikan nanti benar adanya.


"Ijin yang mulia, kali ini saya akan menyampaikan pembelaan saya terhadap saudari Citra" ujar Juna.


Citra yang menyadari suara Juna, lantas menatap wajah lelaki itu penuh dengan senyuman. Ia pun berderai air mata disana, seakan tak percaya jika lelaki yang selalu ia mimpikan setiap malamnya itu benar-benar hadir kali ini.


"Yang mulia, saya ingin membantah semua tudingan saudara Wili tentang kesaksiannya. Pasalnya, saya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut tidaklah benar adanya. Pada hari itu, saya hanya ingin menolong saudari Citra yang hendak menghabisi nyawanya sendiri. Dan disaat saya ingin merebut pisau itu, malah terkena dan tertusuk ke perut saya dengan tidak sengaja yang mulia. Jadi saya pastikan disini, saudari Citra tidak bersalah." tutur Juna.

__ADS_1


Setelah mendapatkan kesaksian dari Juna, terlihat beberapa hakim berembuk dan berdiskusi didepan. Dan selanjutnya, kesaksian dari Wili pun dipersilahkan maju untuk mengatakan segalanya.


"Ijin yang mulia hakim, saya disini juga ingin mebawakan sebuah bukti kejahatan lain yang dilakukan oleh saudari Citra untuk mencelakai salah seorang anggota rumahnya selain saudara Juna." tutur Wili sambil memberikan isi bukti percakapan mereka disebuah pesan singkat.


"Disitu tertera, tanggal beserta peristiwa apa saja yang sudah disusun oleh saudari Citra disana ya mulia. Saudari Citra ini memang jelas terbukti secara sengaja melukai saudara Juna disana. Karena di sendiri juga tak segan untuk melukai ke dua iparnya hanya dalam rentan waktu berdekatan."


Surya yang baru mendengarkan kesaksian itu sadar dari tundukan kepalanya, dan menatap Wili penuh teliti.


"Pada 7 Juni 2021, saudari Citra dengan sadar mengatakan kepada saya bahwa dirinya telah sengaja menabrak saudara Surya dengan sengaja. Ia yang menyimpan dendam kepada pasangan suami istri itu, tidak dapat menepis kebenciannya sedikitpun. Lalu 3 bulan berikutnya, tepat pada tanggal 2 September 2021 saudara Citra ini menyuruh seorang lelaki untuk menjebak istri dari saudara Surya saat itu."


"Saksi, siapakah lelaki yang anda sebutkan dalam keterangan kali ini?. Apakah saudara mengenalnya?" tanya hakim.


"Tentu saya mengenalnya yang mulia" lanjut Wili.


"Silahkan dilanjutkan"


"Wanita malang itu akhirnya dijebak oleh seorang pemuda disebuah pertengahan jalan yang sepi dan dipaksa ikut kesebuah villa dalam kondisi tak sadarkan diri akibat obat bius. Pemuda itu awalnya hanya ingin meletakkan saudari Novi di villa itu sendirian saja sampai tersadar. Tetapi dengan semua keburukan saudara Citra , ia memaksa pemuda tersebut untuk melakukan pelecehan seksual terhadap saudari Novi yang masih tak sadarkan diri itu yang mulia. Sampai pada saatnya, saudari Novi harus menanggung segala rencana busuk saudari Citra dan harus mengandung benih yang tak di inginkan. Dan dia juga di buang begitu saja oleh suami dan mertuanya. Sekian kesaksian dari saya yang mulia" pungkas Wili.


Ia ingin menyudahi semua permainan konyol yang ia jalani selama ini karena sudah merasa letih dan dihantui rasa bersalah kepada Novi. Dengan wajah tertunduk, ia pun tinggal menunggu keputusan hakim selanjutnya untuk dirinya.


"Saudara Wili, tolong berikan kejelasan jika memang saudara mengetahui dengan jelas. Siapakah lelaki yang telah sengaja bersekongkol dengan saudari Citra dalam menjalankan aksinya"


"Siap yang mulia, pemuda itu adalah saya" ujar Wili.


Seisi ruangan yang mengikuti jalanya sidang kali ini, sangat riuh dan tidak sedikit dari mereka mengolok-olok Wili dengan kata-kata kasar disana.


"Tenang-tenang, semua diharapkan tenang!" ucap hakim sambil mengetuk palunya.


Surya yang sudah mengetahui kebenaran ini, hanya bisa menonjok kesal bangku kursi yang berada didepannya.


"Apa benar yang sudah sampaikan?!" tanya hakim untuk memastikan kembali.

__ADS_1


"Benar yang mulia, saya yang telah melakukan aksi itu bersama dengan saudari Citra" seru Wili sembari melihat Citra.


Tapi sayangnya wanita itu kini hanya bisa terdiam dan tidak berkata satu patah pun untuk membela dirinya sendiri, ia hanya sibuk meracau sepanjang berjalannya sidang pagi itu.


Sampai pada saatnya, hakim pun telah memberikan sebuah putusan untuk menjatuhi hukuman pada Wili. Dan dirinya pun telah ditetapkan menjadi seorang tersangka. Karena Wili dengan sadar menyerahkan dirinya sendiri dan membantu kelancaran perjalanan persidangan kali ini, ia pun hanya dijatuhi hukuman selama 3 tahun penjara. Sementara Citra, harus menanggung semua perbuatannya dengan ancaman hukuman selama 9 tahun penjara lamanya.


Ketika sidang ditutup, dan Wili juga sudah diborgol oleh polisi untuk dimasukkan dalam sel tahanan. Surya pun menghampiri pemuda tersebut dengan kepalan tangan yang sangat merah disana.


Sebuah pukulan keras singgah diwajah lelaki itu dan akibat ulahnya ia pun harus dilerai oleh pihak kepolisian yang berjaga disana.


Sementara Juna, yang sedari tadi menatap sedih wajah sang mantan istri ia berjalan menghampirinya dan memberikan semangat untuknya. Tapi semua itu harus sia-sia belaka karena Citra tak dapat menangkapnya dengan baik setiap perkataan yang dilayangkan Juna karena gangguan mental yang ia derita.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


*


*


*


...💐Abis baca komen dong💐...

__ADS_1


__ADS_2