
"Apa benar dia sudah mati? ... akh!, perduli apa aku dengannya."
"Lagi pula aku tidak berbuat apapun padanya"
"Dia yang menjemput mautnya sendiri malam ini...!"
"Ayo Surya, tenangkan pikiranmu!" gerutu Surya dalam kamar.
Sedangkan, di lokasi kejadian saat ini polisi tengah berhasil menderek naik mobil Citra sampai dengan ke atas.
Mobil Toyota Fortuner bewarna putih itu terlihat begitu mengenaskan, beberapa bagian body mobil bahkan ringsek tak tersisa. Dan dua ban mobil itu tampak terlepas dari tempatnya.
Dan ketika mobil itu sudah dapat dibawa ke kantor polisi untuk dijadikan barang bukti, beberapa tim kepolisian juga tengah memasukkan jasad ke dalam kantong bewarna orange. hingga sampai malam ini, polisi belum memberikan penjelasan tentang identitas jasad tersebut ke hadapan awak media.
Hingga sampai ke esokan harinya, berita tentang kecelakaan na'as itu terus bergulir dan wara wiri disepanjang berita tv.
"Ma!, apaan si. ini masih pagi"
"Liat yang lain kenapa sih?!" maki Surya pada mama Sinta yang tetap fokus mengikuti berita kecelakaan tersebut.
"Ada apa denganmu, dan sejak kapan kamu suka untuk memperhatikan televisi" cela mama Sinta dengan pandangan meneliti.
"Bukan begitu!"
"Itu berita bukanya udah sejak kemarin, tapi kenapa di putar-putar terus si ma!"
"Mana mama tau, mama kan cuma ikutin saja perkembangannya!"
"Lagi pula kenapa kamu jadi aneh begini si, kamu kenal sama korban itu?!. enggak kan" jelas mama Sinta .
Merasa permintaannya tak dihiraukan, Surya yang terburu-buru mengoleskan selai coklat di atas rotinya dengan cepat melipat ujung roti itu dan membawanya pergi dari meja makan.
Ia lebih memilih untuk makan di dalam mobil, dari pada harus gabung dengan mama Sinta yang juga mengikuti berita kecelakaan tentang Citra sejak kemarin.
Surya hanya tidak ingin jika berita itu terus menghantuinya dan membuat ia menjadi semakin merasa bersalah karena tidak dapat menolong Citra saat itu.
pagi itu, dirinya pun memilih untuk pergi keluar dari rumah meskipun hari ini adalah hari libur.
*
*
__ADS_1
*
Entah sebuah hal yang kebetulan, ataupun secara tidak sengaja. Baik Novi, Juna bahkan keluarga Renata beserta Frans pun menyaksikan berita yang sama pagi itu.
Dirumah Novi, ia yang hanya seorang diri tengah menyaksikan berita itu sangat merasa terpukul dan prihatin tentang kejadian mengerikan tersebut.
Sementara di kediaman rumah Roy, ia dan kedua anaknya juga sudah mengikuti berita kecelakaan maut itu sejak kemarin. Dan dengan adanya kecelakaan tersebut, Roy tak ada hentinya mewanti ke dua anaknya agar selalu berhati-hati jika sedang berkendara.
"Ingat, jangan pernah main ponsel jika berkendara!"
"Apalagi terima telepon lama-lama, matikan dulu"
"Lihat dia, barangkali ponsel juga yang dapat memicu kecelakaan ini bukan?" tutur Roy pada ke dua anaknya yang sedang asyik menatap layar televisi.
Berbeda dengan Juna, ia yang sudah sangat handal menjadi orang tua tunggal bagi Abimanyu tengah mengganti popok balita kecil tersebut dengan begitu mahir. Ia pun terlihat begitu sibuk, harus memandikan Abimanyu serta menyiapkan susu beserta bubur untuk putra kecilnya itu.
di sela aktifitasnya, Juna yang juga mengikuti berita tersebut sangat terkejut begitu mendengar nopol dari mobil na'as itu disampaikan ke muka publik.
polisi yang tengah menggelar konferensi pers pagi itu, menyatakan bahwa korban telah di identifikasi dengan baik. Dan semua datanya pun telah di temukan. ketika polisi menyebutkan nama dari korban kecelakaan maut itu, wajah Juna seketika memucat pasih dan tak menyangka jika usia mantan istrinya akan secepat itu.
kemarin, baru saja mereka bertemu. memang bukan pertemuan yang sangat baik, di akhir pertemuan dirinya dengan Citra pun Juna masih saja bertengkar dengan wanita yang kini sudah menjadi mantan istrinya itu. dengan menggendong Abimanyu dan memberikan susu padanya, ia masih terus tak percaya dengan kenyataan pagi itu.
Sedangkan Frans, yang baru saja kemarin mengenal Citra dan sempat menolong wanita tersebut masih memperhatikan berulang kali mobil Citra yang sudah hampir tak berbentuk di layar televisinya.
"Tapi memang mobil mereka benar-benar sama"
"Singkat sekali usianya, jika memang benar"
"Hm" ucap Frans berulang kali pada dirinya sendiri.
Novi pun sangat terpukul, ketika harus mengetahui korban itu adalah Citra. ia benar-benar tidak menyangka jika tragedi mengerikan itu harus menimpa sang mantan adik iparnya begitu cepat.
tanggapan yang sangat berbeda dan sangat mencolok justru terdengar dari mulut pria yang hari ini baru saja bebas dari penjara. ia begitu menghujat Citra dalam peristiwa tersebut karena sakit hatinya teramat dalam dengan wanita yang ia anggap gila itu.
"Itu sepadan dengan perbuatanmu"
"Dasar wanita licik"
"Ck, mengerikan akhir hidupnya" ujar Wili .
Wili hari ini telah terbebas dari masa hukumannya, karena ke dua orang tua Wili menjumpai mama Sinta dan memohon untuk membebaskan anaknya dari jerat hukum.
__ADS_1
Flashback ke dua orang tua Wili .
"Tolong bebaskan Wili, anak saya!"
"Setidaknya, dia sudah membantu anda untuk menjebloskan anak mantu anda bukan nyonya. saya mohon!"
Ibu Wili terlihat begitu mengiba dihadapan mama Sinta yang tengah berdiri dengan acuh dan sombong di hadapan keduanya.
mendengar permintaan orang tua Wili, mama Sinta tak lantas mengiyakan permintaan tersebut. hingga kesepakatan itu terjadi akibat sebuah ancaman yang dilontarkan oleh ibu Wili disana.
"Jika nyonya tak mencabut hukuman itu, aku akan pastikan jika seluruh keluarga nyonya bahkan anak cucu nyonya menderita seumur hidup mereka!" sumpah serapah ibu Wili .
mama Sinta yang begitu anti dengan sebuah ancaman, apalagi sampai mendengar jika nama anak-anaknya disebut membuatnya sangat bergidik ketakutan. tak perlu berpikir lama, mama Sinta yang sedari tadi hanya terlihat diam tanpa menimpali ucapan ibu Wili bergegas meraih ponselnya untuk menghubungi pengacara handal untuk membebaskan pemuda itu dari kasusnya.
"Pulanglah, kalian akan mendapati anak kalian bebas esok!" tutur mama Sinta yang segera meninggalkan keduanya.
Hal itu pun terbukti dengan nyata dan cukup dalam hitungan waktu yang begitu singkat. Wili sudah bisa menghirup udara kebebasan tanpa harus berlama-lama lagi disana.
...----------------...
Bersambung ♥️
*
*
*
...Jangan lupa buat mampir ke karya bestie cantik ini ya guys, rekomendasi cerita yang sangat menarik untuk dibaca ♥...
Braaakk
Suara pintu kamar dibanting keras oleh Desta, ia adalah suami Vanessa.
"Tutup perlahan, aku tidak tuli !" Maki Vanessa kearah Desta.
Pernikahan Vanessa dan Desta terjadi akibat perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka. Rumah tangga mereka tak cukup harmonis dan hanya berjalan 2 tahun lamanya.
Penyatuan 2 sikap yang sama-sama memiliki watak yang keras dan tidak mau mengalah satu dengan yang lain, membuat keduanya sulit untuk menjalani rumah tangga yang akur dan baik-baik saja.
__ADS_1
Akibat sikap egois mereka masing-masing, harus berdampak buruk terhadap kelangsungan biduk rumah tangga mereka berdua.
Simak kelanjutan kisahnya yah❤️❤️❤️