Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Kalian berubah seketika


__ADS_3

Novi didalam kamar menangis saat mendengar kenyataan pahit yang menimpa dirinya saat ini. Pilu hatinya tak dapat ia kendalikan dengan baik, tapi dibalik kesedihannya itu tak ada satu orang pun yang mencoba untuk menemui dirinya dan memberikan sebuah penguatan disana.


Hanya menatap langit-langit kamar dan terus menangis tiada henti. Surya yang saat itu ditunggu kehadirannya oleh Novi juga tak kunjung datang menemui. Ia semakin terpuruk saat ini, baru saja kehilangan calon bayinya dan kini suaminya juga tak menghiraukan dirinya.


Meskipun begitu, Surya tetap menjamin semua fasilitas rumah sakit yang terbaik untuk Novi disana. Ia masih mencoba berusaha untuk menjadi lelaki yang bertanggung jawab ditengah gundah gulana hatinya saat ini.


Tapi bagi seorang perempuan, dirinya hanya butuh seorang yang mampu menyemangati hidupnya kini. Ia ingin bangun dari segala keterpurukan ini.


"Hallo Bram, saya serahkan kantor sama kamu untuk beberapa minggu ke depan" Surya menelpon asistennya itu dengan nada pilu.


"Baik pak" ujar Bram singkat.


Setelah semua masalah kantor selesai ia handle dengan baik, kini tinggal ia menata hatinya untuk bertemu dengan Novi didalam sana. Dengan lemah ia memegang gagang pintu tersebut dan membukanya dengan segera.


"Mas ..." sambut Novi dengan mata yang begitu sembab di atas ranjang.


Tapi Surya tak sedikitpun menatap wajah penuh kesedihan itu, ia lebih memilih menunduk dan berjalan ke sebuah sofa yang cukup besar disudut ruangan itu. Masih dengan wajah yang sama, ia tak melontarkan rasa kehilangan sedikitpun pada Novi. Suara panggilan Novi juga hanya berlalu begitu saja ditelinganya kala ini.


Novi yang melihat perubahan suaminya itu, hanya tertunduk dan tak memaksakan kehendaknya pada Surya untuk dapat mengerti dirinya. Ia mencoba memberikan waktu pada Surya saat itu dan memilih untuk memendam segala kesedihannya ini.


"Aku pulang" ucap Surya yang baru saja beranjak dari sofa itu dan memilih pergi begitu saja.


Novi hanya diam sambil memandangi suaminya disana tanpa keluar satu katapun.


Mas, kenapa dengan kamu. Aku tahu kamu pasti terpukul dengan kabar ini, tapi aku jauh terpukul dengan kondisi ini. Aku butuh kamu disini, tapi kamu malah pergi begitu aja. gumamnya sambi menatap Surya yang sudah berlalu dari pintu kamar.


Flashback Novi.


Saat itu, dirinya tengah mengepel ruangan atas dengan posisi berjongkok. Dia melakukan semua ini ditengah kehamilannya atas arahan dari mertuanya mama Sinta. Hari demi hari ia kerjakan semua perintah mama Sinta demi kesehatan sang jabang bayi, tapi Surya dan dirinya yang jauh lebih tau gimana kondisinya saat ini.


Surya pun sudah sering mewanti istrinya itu agar sering beristirahat yang cukup, tetapi Novi yang merasa tidak enak dengan mama Sinta ia terus mengerjakan arahan itu dengan baik.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya, saat ia mengepel dan menuruni anak tangga tak sengaja kakinya menginjak sebagian kain pel tersebut. Karena terinjak, kain tersebut sedikit susah diangkat saat itu. Siapa sangka saat ia hendak mengangkat kain pel itu tanpa menggeser kakinya dengan baik, justru tubuhnya terpelanting dari anak tangga paling atas sampai ke bawah.


Kejadian nahas itulah yang menyebabkan hari ini terjadi menghampiri dirinya dan Surya.


Ditengah kegundahan hatinya dan rasa kecewa yang begitu mendalam pada istrinya saat itu, Surya yang menyetir sepanjang jalan dan hanya berputar-putar saat itu tidak sengaja hampir menabrak seorang perempuan yang terlihat sedang menyeberangi jalan. Wanita itu pun berteriak histeris ketika mobil Surya sudah sangat dekat dengan dirinya.


Dok ... Dok ...


Dengan brutal wanita tersebut menggedor kaca mobil Surya, tanpa melihat nopol mobil milik Surya ia dengan perasaan ketakutan dan marah menghampiri Surya disana.


Surya yang juga sama kagetnya dengan wanita itu, mencoba membuka kaca mobil miliknya. Rambut wanita itu terlihat menutupi sebagian wajahnya, Surya pun tak dapat dengan jelas memandang wajah itu.


Sampai pada akhirnya, wanita itu menyibukkan rambut hitamnya dan memaki ke arah Surya. Belum sampai kata itu terlontar, wanita itu nampak terkejut saat mendapati dirinya bertemu dengan siapa.


"Citra" seru Surya dalam mobil.


"Mas Surya!" sahut Citra yang terkejut menjumpai Surya didaerah itu.


Citra yang mencium bau kecurigaan pada kakak iparnya ini, ia pun mencoba masuk dalam momen tersebut untuk memanfaatkan keadaan Surya yang tengah labil.


"Santai mas, kan mas tau sendiri aku sering begini dengan adikmu" pancing Citra yang mencoba untuk mengarahkan pembicaraan Surya.


"Ayo masuk, ikut aku. Kita cari tempat buat ngobrol" ajak Surya segera.


Yes, dapat. Aku berhasil juga. gumam Citra dalam mengelabui Surya saat itu.


Mereka nampak menuju sebuah cafe disana, dengan nuansa cafe yang begitu modern dengan beberapa suguhan arsitektur yang menarik membuat cafe itu ramai dilirik oleh pengunjung.


Padat pengunjung saat dirinya dengan Citra disana, mereka pun memutuskan untuk duduk di ujung meja yang menghadap langsung ke jalanan.


"Coba ceritakan ada apa dengan kalian" ucap Surya yang sudah siap mendengarkan keluh kesah Citra.

__ADS_1


Biasanya ia hanya memandang dari sudut pandang Juna saja tanpa dari Citra, tetapi kali ini ditengah kesedihannya yang tengah merundung dirinya. Ia mencoba untuk lebih terbuka dengan hal disekitarnya.


"Mau mulai dari mana mas, kamu inti permasalahannya sudah tau kan. Terakhir kali juga aku sudah memohon sama kamu untuk pecat Pricilia, tapi kalian tak menghiraukan diriku sedikitpun. Mungkin adikmu sekarang lagi bersama wanita itu, tanpa sepengetahuanku." ujar Citra yang asal ngablak tanpa dipikir terlebih dahulu. Tapi sebagai istri, dia ternyata memiliki perasaan yang begitu peka terhadap suaminya.


Meski kadang terlihat keduanya seperti seekor tikus dan kucing jika berada dirumah.


"Kenapa kamu sebagai wanita tak mau mempertahankan dengan baik Juna." seru Surya.


"Udahlah mas, biarkan kami nyaman dengan dunia kami saat ini sampai tiba waktunya. Sekarang giliran mas, kenapa sampai bisa nyetir mobil ke daerah sini" ujarnya penuh telisik.


Surya hanya menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan Citra, dan Citra pun seakan mencium aroma pertengkaran antara Novi dan Surya disana.


"Aku tau, kalian lagi berantem kan. Kecil banget buat aku nebak kayak beginian" ledeknya ke arah Surya.


"Bukan" sahut Surya mematahkan kesombongan Citra.


"Hah lalu?" ia semakin penasaran.


"Aku hanya kecewa dan sedikit marah, nggak ada pertengkaran di antara kami." jelas Surya yang mengundang tanya.


"Tunggu deh, sebenarnya kenapa kali ini mas?. Apa ada hubungannya dengan kehamilan mbak Novi." tanya Citra memastikan semuanya, ia teringat dengan obat yang sering ia berikan pada Novi.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya

__ADS_1


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


__ADS_2