
"Mas,tolong dengarkan aku sekali saja" Novi meminta kesempatan tuk ke dua kalinya.
Tapi sungguh malang nasibnya, ia sama sekali tak dihiraukan oleh Surya disana. Dengan hati yang mendidih karena terbakar api cemburu, membuat Surya mengambil keputusan tanpa berpikir dua kali saat itu.
"Aku talak kamu!" teriak Surya ke arah Novi sambil mengacungkan jarinya, dan menghentikan langkah Novi seketika.
Hati perempuan mana yang tak hancur jika mendapati kata itu, kata yang seharusnya takkan pernah keluar dari mulut seorang suami.
Ia pun terhenti dalam langkahnya, mencoba untuk menerima kenyataan pahit yang ia alami hari ini. Dan dia lebih memilih untuk melepaskan Surya pergi meninggalkan dirinya sendiri disana.
Dalam ketidakpastian hidupnya, Novi yang tak tahu harus mengadu kemana ia pun menghubungi Citra dengan cepat saat itu. Karena sedari kecil Novi sudah menjadi yatim piatu akibat kecelakaan yang terjadi pada dirinya dan ke dua orang tuanya.
"Cit, kamu dimana?. Tolong kamu kesini ya, aku butuh kamu." isi pesan Novi pada Citra.
Ia pun sudah mengirimkan dimana lokasi dirinya berada kepada Citra.
Novi tak pernah tau, jika dalang semua masalah yang sesungguhnya adalah Citra. Yah adik iparnya sendiri, tapi dengan kepolosan hatinya ia selalu percaya terhadap Citra. Ia bahkan tak pernah mencurigai Citra dalam setiap konflik rumah tangganya bersama Surya.
Citra yang sedari tadi sudah mengawasi mereka berdua dari kejauhan, segera meluncur ke lokasi Novi yang sudah menunggu dirinya disana.
Dengan wajah polos tapi terselip kebencian, Citra menuruni mobilnya sambil memperlihatkan wajah penuh kecemasan. Semua dramanya pun dimulai didepan Novi kali ini.
"Mbak, kenapa kamu menangis disini. Mas Surya mana?" ia berpura-pura terlihat cemas dengan kondisi Novi saat itu.
Novi yang sudah tak kuat lagi menahan tangis, akhirnya ia pun meluapkan air matanya ada Citra. Dirinya memeluk erat Citra disana sambil bercerita apa yang sudah menimpa dirinya saat ini dan Surya.
Bukanya mendapatkan dukungan ataupun simpati dari Citra, dirinya yang tengah dipeluk oleh Novi malah tersenyum lebar dengan bangganya dibelakang punggung Novi. Ia pun mencoba menepuk punggung Novi untuk menyembunyikan segala tipu muslihatnya.
Saat ini, bagi Novi Citra adalah tempat curahan hatinya yang paling tepat. Dan hal itu disambut penuh kebahagiaan oleh Citra dengan segudang rencana piciknya.
"Udah dong mbak, aku percaya sama kamu kok. Mungkin aja mas Surya lagi emosi dan nggak bisa berpikir dengan baik saat ini." Citra memberi wejangan terhadap Novi.
__ADS_1
"Iya" Novi mencoba mengumpulkan kembali semua kekuatan yang ia miliki.
"Sekarang kamu dengar aku, susulin mas Surya dirumah sekarang juga. Aku yakin dia saat ini pasti udah pulang. Dan ini saatnya bagi kamu untuk bisa membujuknya dengan baik mbak" perintah Citra.
"Makasih ya Cit," ujarnya yang masih dengan suara gemetar.
Novi akhirnya berjalan ke arah mobil, dan segera kembali ke rumah saat itu juga.
Surya yang sudah berada dirumah lebih dulu dari pada dirinya tengah mengeluarkan semua baju milik Novi dari dalam lemari beserta koper miliknya. Ia buang semua baju itu ke lantai, dan akhirnya ia kutip satu persatu untuk ia masukkan ke dalam koper Novi.
Bersamaan dengan kepulangan Novi saat itu, ia pun terlihat menyeret koper itu dengan segera dari atas tangga. Mama Sinta beserta si mbok dan pak Ujang menyaksikan pertengkaran mereka disana saat itu, si mbok dan pak Ujang begitu sedih melihat mereka berdua yang selalu rukun dan harmonis kini bertengkar begitu hebat. Sementara mama Sinta yang selalu menjadi penengah, kini hanya memilih sikap diam seribu bahasa dan hanya menyaksikan dari kejauhan.
Sraakkk braakkk
Dengan sekuat tenaga Surya melempar koper itu dihadapan Novi. Mereka masih berjarak cukup jauh saat itu, tapi Surya sudah tak mau lagi dekat dengan perempuan yang masih sah menjadi istrinya tersebut.
"Cepat pergi dari sini!" usir Surya sambil menunjuk ke arah Novi.
Tiba-tiba, ditengah pertengkaran mereka saat itu terdengar suara Malika dari kejauhan yang terdengar sayup memanggil Novi.
Tubuh kecil itu ikut gemetar saat menyaksikan semua pertengkaran Novi dan Surya. Ia yang masih terlalu kecil untuk menyaksikan semua ini, akhirnya ikut menangis menyaksikan Novi mendapati perlakuan seperti ini.
"Ma, sudah. Mama jangan nangis lagi" ujar Malika sambil mengusap air mata Novi yang tengah tertunduk dihadapannya.
"Malika denganku, jangan berani-berani bawa dia dari sini," umpat Surya.
Malika menggelengkan kepalanya ke arah Novi, dengan wajah yang mengiba. Gadis kecil itu memegang tangan Novi.
"Malika mau sama mama pa," pintanya memelas.
"Kamu sama papa,jangan membantah kata papa" teriak Surya sambil memerintahkan Malika agar masuk kedalam rumah dengan segera.
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya Surya membentak anak kecil tersebut. Novi yang mendapati hal itu pada putri kecilnya, ia segera menarik tubuh Malika dan menutup ke dua telinganya agar tak mendengar dengan jelas suara teriakan Surya disana.
"Biarkan dia pergi dengan ibunya" ujar mama Sinta yang malah mendukung sikap Surya saat itu.
Dengan kesal, Surya yang tak bisa mendapatkan Malika saat itu lebih memilih pergi ke dalam kamar. Sementara dengan wajah yang masih diliputi kesedihan yang mendalam ia mengajak putrinya tersebut untuk keluar dan meninggalkan rumah itu.
Si mbok hanya bisa menangisi kepergian keduanya tanpa bisa berkata satu katapun.
Flashback Surya.
Kalau memang benar mbak Novi berselingkuh, jika aku jadi kamu mas takkan pernah sudi menerima atau memberikan kesempatan lagi pada dia. Kita susah payah menjaga keutuhan rumah tangga dengan baik, dia yang baru aja kehilangan bayinya melampiaskan hasratnya bersama lelaki lain saat kamu tak berada disampingnya. isi pesan singkat Citra pada Surya.
Rupanya semua keputusan gelap mata yang Surya ambil atas perintah Citra. Dirinya yang tengah diliputi amarah pun tak dapat membedakan mana yang baik dan buruk dalam keadaan seperti ini.
"Ma, kita mau kemana" tanya Malika yang menemani Novi berjalan.
Novi yang mendengar suara putri kecilnya itu menghentikan langkah kakinya dan berlutut dihadapan Malika. Ia berusaha memberikan alasan yang tepat untuk Malika agar dirinya bisa menerima dengan baik keadaan ini tanpa harus menaruh benci terhadap papanya.
"Kita sementara akan tinggal dirumah omah dan opah ya nak, orang tua mama" jelas Novi sambil memegang ke dua pundak Malika.
"Asyikk, berati disana ramai dong ma" sedih itu ketika hilang diwajahnya.
"Disana hanya ada mama dan Malika saja, sementara opah dan omah sudah berada disurga saat ini," tuturnya dengan lembut memberikan penjelasan kepada Malika.
...----------------...
Happy reading guys🤗
ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️
✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor
__ADS_1
✓Ditunggu like dan fav buat othor ya
✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️