Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Khawatir


__ADS_3

Mudah bagi ibu Ariel untuk menebak kebohongan yang dilakukan oleh putranya kali ini. Pasalnya, tidak hanya sekali dua kali putranya mengalami musibah seperti ini. Ketika ibunya sudah membersihkan lukanya, Ariel yang tengah terbaring disebuah sofa lalu mengeluarkan kartu nama Citra dari dalam sakunya.


Jarinya terlihat mengetik di layar ponsel miliknya, dan ingin mengirimkan sebuah pesan singkat pada Citra saat itu. Tapi niatnya diurungkan saat itu juga, dirinya tak ingin menggangu Citra larut malam begini.


Keesokan harinya, terlihat suasana dirumah mama Sinta saat itu terlihat begitu senyap. Baik mama ataupun Juna beserta Novi tak terlihat untuk turun dan sarapan pagi. Hanya terlihat si mbok yang sudah siap menata beberapa makanan yang diletakkan di atas meja makan. Karena semua orang tak kunjung turun ke bawah, si mbok memutuskan untuk naik dan mengetuk satu persatu pintu kamar majikanya tersebut.


Tokk ... Tokk ...


Suara si mbok mengetuk pintu kamar mama Sinta.


"Masuk," ucap mama Sinta.


"Maaf nya, sarapannya sudah saya siapkan dibawah." jelas si mbok dengan santun.


"Iya mbok, terimakasih ya. Tapi hari ini saya nggak nafsu makan mbok, biar anak-anak saja nanti yang makan ya," ujar mama dengan wajah sedikit pucat.


"Nyonya wajahnya pucat, apa perlu saya teleponkan dokter?" ucap si mbok gelisah.


"Nggak perlu mbok, nanti juga baikan saya. Sekarang mbok panggil anak-anak aja buat sarapan ya." sahut mama.


"Baik nya," ucap si mbok.


Dengan segera si mbok berlalu dari dalam kamar mama Sinta saat itu, dirinya lalu menuju kamar Juna dan Citra saat itu.


Tokk ... Tokk ...


Suara si mbok mengetuk pintu kamar Juna dan Citra.


Cukup lama si mbok mengetuk pintu kamar mereka berdua, tapi tak kunjung ada jawaban ataupun suara pintu kamar terbuka. Si mbok yang tak ingin mengganggu mereka berdua, segera meninggalkan kamar Juna dan Citra.


Lain dengan aktivitas yang terlihat dirumah Surya dan Novi, mereka berdua terlihat kompak sedang menyiapkan beberapa box nasi untuk dikirim ke panti hari ini. Novi juga membuat beberapa puding dan camilan khas untuk anak-anak. Sementara Surya juga tengah sibuk dengan ponsel miliknya untuk menghubungi orang kepercayaannya di kantor.


"Hallo Bram, hari ini tolong kamu handle dulu dikantor ya. Saya ada keperluan hari ini, jadi kemungkinan nggak akan ke kantor. Jika ada kepentingan yang mendesak hubungi saya," suara Surya pada Bram orang kepercayaannya di kantor.


"Baik pak," sahut Bram singkat.


Sesudah ia menutup panggilan telepon tersebut, dirinya lalu bergegas untuk membantu istrinya menyiapkan semua keperluan yang akan dibawa ke panti hari ini. Terlihat begitu banyak barang yang mereka siapkan untuk dibawa hari itu, ada mainan beserta baju dan boneka.

__ADS_1


"Sayang, aku tunggu di mobil ya," ucap Surya sambil membawa satu box berisikan kue.


"Iya, tunggu sebentar lagi ya. Aku segera nyusul," sahut Novi.


Mereka berdua lalu menuju panti hari itu, tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di panti karena jalanan sangat sepi dan jarang kendaraan lewat.


Setibanya mereka berdua di panti, terlihat anak-anak panti tengah bermain ditaman. Semua anak terlihat bahagia dengan senyumnya, sampai pada akhirnya suasana menjadi pecah ketika semua anak mengetahui mama Novi mereka telah datang berkunjung.


Mereka berlarian ke arah Novi saat itu, semua terlihat berebut untuk memeluknya. Dengan hangat Novi menyambut sentuhan tangan kecil mereka.


"Ayo kita masuk dulu, mama Novi bawakan sesuatu buat kalian semua," ujar Novi dengan senyuman.


"Asyikkk," ucap anak-anak penuh antusias.


Lalu mereka semua mengikuti Novi dari belakang, terlihat beberapa dari mereka ikut membantu membawa sebagian barang yang ringan untuk membantu Novi dan Surya. Saat semua sudah duduk dengan manis, Novi lalu membagikan buah tangan yang ia bawakan saat itu. Semua terlihat bahagia dan menikmati makanan tersebut.


Sementara Novi yang sibuk dengan anak-anak, Surya saat itu diam-diam menemui ibu Tiwi untuk membicarakan tentang wacana adopsi anak yang pernah ia utarakan pada Novi saat itu.


"Pagi bu," sapa Surya yang berdiri didepan pintu.


"Eh pak Surya, selamat pagi. Mari silahkan masuk pak," ujar ibu panti.


"Wah, pak Surya dan mbak Novi ingin mengadopsi salah satu anak panti ini?. Saya ikut bahagia jika memang benar adanya, karena jika anak panti disini ada yang mau mengadopsi mereka secara tidak langsung mereka akan mendapatkan kesempatan ke dua untuk merasakan bahagia memiliki orang tua asuh dan sebuah keluarga." Ujar ibu panti.


"Rencana kami memang iya bu, istri saya sangat menyayangi seorang gadis kecil yang bernama Malika. Jadi saya dan istri saya memiliki harapan yang sama, ingin mengadopsi Malika secepatnya." Sahut Surya menjelaskan.


"Oh, Malika. Iya memang pak, saya perhatikan ibu Novi sepertinya memiliki kedekatan khusus dengan Malika dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Baiklah, akan saya siapkan beberapa berkas yang perlu bapak bawa saat hendak menjemput Malika nanti." Ujar ibu panti menyambut bahagia niat baik Surya dan Novi.


Terlihat Surya keluar dari ruangan sambil membawa map hijau, dan menghampiri Novi yang tengah bersama anak-anak. Dirinya terlihat begitu bahagia, ia yakin ini akan menjadi kejutan yang begitu spesial bagi istrinya nanti.


"Sayang, sudah selesai temu kangenya?," ucap Surya menggoda Novi.


"Sudah, habis ini kita langsung pergi ke tempat mama ya." sahut Novi sambil tersenyum.


"Siap nyonya," pungkas Surya.


Seluruh anak panti saat itu terlihat mengantar Novi beserta Surya ke halaman parkir, mereka melambaikan tangan pada mereka berdua yang sudah berlalu meninggalkan panti. Sementara Surya mengantar Novi menuju rumah mama Sinta, dirinya saat itu juga berpamitan pada Novi untuk mengurus keperluan yang sangat penting. Akhirnya ia hanya menurunkan Novi didepan gerbang rumah, dan dirinya berlalu pergi dari hadapan Novi.

__ADS_1


Surya terlihat menelpon asisten pribadinya untuk segera mengantarkan semua data yang ia perlukan hari itu. Terlihat seorang pria mengenakan jas hitam rapi keluar dari sebuah mobil dan memberikan map berisi data yang telah ia tunggu.


Tok ... Tok ...


Suara ketukan kaca mobil milik Surya.


"Maaf pak, semua dokumen yang bapak butuhkan sudah siap," ujar Bram.


"Ok, terimakasih," ucap Surya menerima map tersebut dan segera menuju panti saat itu juga.


Setibanya disana, Surya dengan segera menuju ruangan ibu Tiwi dan menyerahkan berkas tersebut. Dan salah satu ibu panti lainnya terlihat membantu menyiapkan Malika untuk segera ikut Surya. Gadis kecil itu kini telah resmi menjadi anak angkat Novi beserta Surya.


Dengan mata berbinar, ia berjalan menuju Surya yang tengah berdiri menantinya. Ia berlari dan menyebut Surya dengan panggilan papa saat itu, hatinya begitu haru mendengar panggilan tersebut. Dirinya pun segera memeluk Surya, dan segera ikut pulang untuk menjumpai Novi dirumah mama Sinta.


Hanya membutuhkan waktu dua puluh lima menit dari panti menuju rumah saat itu. Dengan perasaan bahagia, ia segera mengajak turun malaikat kecil yang begitu mirip dengan istrinya itu.


"Assalamu'alaikum," ucap Surya sambil menggandeng tangan Malika.


"Wa'alaikumsalam," sahut Novi dan bibi yang tengah berada didapur.


"Mas, kok ada Malika juga disini. Si cantik ini mau kemana sayang, kok bawa tas?," tanya Novi penuh bahagia.


"Iya, aku sama Malika memang mau pergi hari ini," ujar Surya yang membuat Novi begitu bingung.


Surya saat itu tengah mencari-cari semau keberadaan orang rumah. Tapi tak satupun dari mereka dapat ia jumpai.


"Mama dikamar terus seharian ini mas, begitu juga Juna dan Citra. Tidak ada yang turun sejak pagi tadi untuk sarapan." jelas Citra yang seakan mengetahui maksud Surya.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya

__ADS_1


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


__ADS_2