
Terdengar suara pintu kamar terbuka dan setengah dibanting saat menutupnya.
Braakkk
Rupanya itu adalah ulah Juna, dia terlihat sedikit menyatukan ke dua alisnya saat memasuki kamarnya saat itu. Dengan mendapati Citra yang sedang asyik memainkan ponselnya, ia terlihat jauh lebih kesal.
Pasalnya, selama ini tak ada itikad baik atau usaha Citra dalam memperbaiki keadaan yang sudah terlanjur keruh. Ia seolah membiarkan keadaan ini, menggelinding seperti bola liar. Kali ini Juna benar-benar sudah tidak perduli dengan semua tingkah lakunya. Dirinya lebih memilih memalingkan wajahnya didalam selimut, sedangkan Citra yang sudah menyadari kehadiran Juna dikamar hanya mendengus kesal.
Sementara saat itu, terlihat Malika tengah asyik bermain dikamar berdua dengan mama Sinta. Kali ini mama Sinta ingin menghabiskan waktu seharian penuh dengan cucu tersayangnya itu dikamar. Sedangkan Surya dan Novi tengah berdua didalam kamar.
"Mas, sini kakinya aku pijit." ucap Novi yang sudah siap diatas ranjang untuk memijit Surya.
"Nggak perlu." sahut Surya singkat dengan nada meninggi.
Novi yang menyadari nada suara Surya yang meninggi, memutuskan untuk merayu suaminya dengan hal lain.
"Kalau gitu, aku siapkan kopi dulu buat kamu ya." ujar Novi dengan lembut.
"Aku bilang nggak perlu, tidur sana." tegas Surya dengan nada yang sama.
Ada yang berbeda kali ini dengan suaminya, entah salah apa yang sudah ia perbuat hingga membuat Surya marah memuncak seperti ini. Novi yang terlihat sedih, dengan segera naik ke atas tempat tidur untuk beristirahat.
🖤
Keesokan harinya, saat semua orang hendak berangkat pergi ke kantor terlihat Novi sangat sibuk menyiapkan sarapan dibawah bersama si mbok.
Karena dirinya saat itu bangun lebih siang, ia pun di buat terlambat untuk menyajikan sarapan pagi hari itu. Semua orang sudah terlihat menunggu sarapan dimeja, sementara satu pun makanan belum siap untuk disajikan.
"Mbok, boleh saya minta tolong?," ujar Novi pada si mbok yang tengah memotong sayuran.
"Boleh mbak," sahutnya dengan cepat.
"Tolong siapkan roti dan selai beserta susu dulu ya mbok, kelihatannya semua sudah siap dimeja makan." jelas Novi yang sedang memasak dan dikejar oleh waktu.
__ADS_1
"Baik mbak, akan si mbok siapkan." dengan berlalu si mbok menyiapkan sesuai perintah Novi.
Disana semua orang terlihat sudah siap untuk menyantap makanan. Terlihat mama Sinta dan Malika yang tengah asyik memainkan sendok beserta garpu diatas piring. Sementara Juna dan Citra yang sibuk dengan ponselnya masing-masing.
"Silahkan," terdengar si mbok mempersilahkan kepada semua orang untuk memulai sarapannya. dengan meletakkan beberapa roti dan juga selai beserta susu hangat.
"Belum siap ya mbok?." tanya mama Sinta yang tengah memangku Malika.
"Belum Nya, mbak Novi masih menyiapkan didalam." sahut si mbok dengan santun.
Tanpa melanjutkan pembicaraan si mbok pun berlalu dari hadapan mereka semua. Saat itu, terlihat Surya yang baru saja turun dari kamarnya. Ia terlihat sibuk mengancingkan kemejanya sambil berjalan ke arah mama Sinta.
"Ma, aku berangkat dulu ya." ucapnya segera tanpa basa-basi.
"Loh, kok buru-buru ayo sarapan dulu." ujar mama merasa aneh melihat tingkah Surya.
"Iya pa, makan dulu ya. Mama lagi siapin sarapan untuk kita." ujar Malika sambil menunjuk ke arah Novi yang tengah berada didapur.
"Papa buru-buru sayang, nanti aja kita makan malam sama-sama yah." tegas Surya pada Malika sambil menci*m kening gadis kecil tersebut.
"Mas, ini buat kamu dikantor." jelas Novi yang sudah terbiasa menyiapkan itu untuk suaminya.
Tapi hari itu Surya yang masih terlihat kesal seakan tak menghiraukan kehadiran Novi dan lebih memilih untuk berlalu begitu saja tanpa kata.
Citra yang menyadari keadaan tersebut, ia merasa sedikit diatas awan. Karena baru pertama kali ini ia menyaksikan Novi di acuhkan oleh Surya. Dengan senyum penuh kemenangan, ia pun memilih untuk berangkat ke kantor saat itu juga.
Ia lebih memilih untuk berangkat mengendarai mobilnya sendiri ketimbang bersama Juna. Tanpa ada kata pamit pada mertua beserta suaminya, Citra hanya berlalu begitu saja.
Lain halnya dengan Juna yang seakan tak mau tau tentang apapun yang dilakukan oleh Citra saat ini, dirinya hanya sibuk dengan ponsel miliknya.
Ada apa dengan Surya dan Novi, masih belum selesai pertengkaran Juna dan Citra. Sekarang ditambah lagi mereka berdua, sebenarnya kenapa dengan anak-anakku. Apa aku gagal menggantikan posisimu dihadapan mereka mas?. gumam mama Sinta sambil mengenang almarhum suaminya.
Setibanya Surya dikantor, ia pun disambut dengan sejumlah laporan dari Bram dirinya adalah salah satu orang kepercayaan Surya dikantor.
__ADS_1
Ia adalah Bramantyo siregar, bisa juga dia disebut sebagai tangan kanan Surya diperusahaan. Selama ini ia sudah mengabdi begitu lama pada perusahaan Surya, dirinya sudah cukup lama dikantor tersebut.
"Ini adalah sejumlah laporan yang harus bapak tanda tangani dengan segera pak," ujar Bram sambil membuka isi map tersebut.
"Baiklah, ikut ke ruangan saya sekarang juga." perintah Surya kepada Bram.
Mereka berdua pun berjalan beriringan dan memasuki ruangan kerja milik Surya saat itu juga.
"Bagaimana permintaan pasar saat ini Bram?," terlihat Surya melontarkan pertanyaan dengan memeriksa tumpukan map yang ada dihadapannya.
"Cukup bagus pak, kita mengalami permintaan yang sangat signifikan dibandingkan bulan lalu." Dengan segera Bram menjawab dan menjelaskan dengan detail pada Surya.
"Baguslah kalau begitu, terus bangun komunikasi yang baik dengan tim disana. Agar kita selalu bisa mengevaluasi kinerja mereka dengan baik." tutur Surya pada Bram yang tengah berdiri dihadapannya.
"Sudah selesai saya tanda tangani semua." Surya menyodorkan semua map yang telah ia periksa dan di bubuhkan tanda tangannya.
"Baik pak terimakasih, saya ijin kembali ke ruangan saya." pungkas Bram sambil menerima map tersebut.
Surya hanya mengangguk untuk menjawab pernyataan dari Bram.
Di ruangan yang lain, terlihat Citra yang di buat sibuk untuk mengerjakan laporan miliknya. Tanganya tiba-tiba saja terhenti dari aktivitas mengetiknya, sambil menatap kaca ruangan miliknya ia pun mencoba mengingat kembali kejadian pagi hari tadi antar Novi dan Surya.
Senyum licik yang terpancar diwajah Citra saat itu, sudah sangat jelas bahwa ia akan melancarkan aksinya untuk membalaskan dendamnya pada ulah Novi yang sudah merusak privasinya kala itu. Ia terlihat menyusun sebuah rencana baru yang tak kalah mengejutkan dibandingkan waktu itu.
Sedangkan Novi yang sedang berada dirumah dengan Malika tengah berada didalam kamar, dirinya begitu asyik mengajarkan beberapa hal yang ada disebuah buku untuk Malika pahami. Tetapi tiba-tiba ia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya saat itu.
...----------------...
Happy reading guys🤗
ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️
✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor
__ADS_1
✓Ditunggu like dan fav buat othor ya
✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️