Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Solusi


__ADS_3

Sambil berjalan menuju kamarnya, dia memikirkan hal apa yang akan di ucapkan didepan istrinya itu. Selama ini, dia tidak pernah melihat mamanya begitu sedih sampai harus memohon pada dirinya tentang sikap Citra.


Hampir putus asa dirinya menghadapi sikap Citra yang terus menerus seperti anak kecil, yang seakan tak pernah mau belajar bagaimana tentang berumah tangga yang baik.


Cekreeeeek ...


Suara decitan pintu kamar Juna.


Dengan wajah masam dia lalu naik ke atas tempat tidur dan membelakangi Citra yang tengah asyik memainkan ponsel miliknya. Seakan dia tak mau tau apa yang tengah dilakukan oleh Citra saat itu, dirinya lalu menarik selimut hingga menutupi wajahnya.


Citra yang mendapati sikap aneh suaminya itu, lalu meletakkan ponsel miliknya di atas meja. Dengan segera dia membangunkan Juna yang mencoba untuk memejamkan matanya.


"Coba bangun dulu, jangan berpura-pura untuk tertidur seperti itu." pinta Citra mengganggu Juna.


"Kamu mau apa?." timpal Juna dengan geram.


"Aku disini, bisa nggak kalau lagi bicara tatap muka aku dengan baik." gerutu Citra.


"Sudah, sekarang kamu mau bicarain apa. Nggak perlu bertele-tele, aku lagi males." ucap Juna dengan muka setengah mengantuk.


"Tadi, dibawah kalian pada ngomongin aku kan?." tuduh Citra dengan angkuhnya.


"Hah, kamu yang aneh. Kenapa tiba-tiba bersikap seperti itu. Apa kamu tidak bisa lebih sedikit sopan dan menghormati mama dengan baik. Bisa?." umpat Juna.


"Kenapa jadi nyalahin aku si, bukannya mama yang pengen seperti ini ke aku. Selama ini apa aku kurang menghargai mama kamu dengan baik. Jangan pikir aku bisa diatur-atur seenaknya seperti kak Novi itu. Kita berbeda jauh." tegas Citra.


"Lagi-lagi kamu bahas hal yang selalu sama, sudah aku bilang aku nggak mau bertele-tele tentang hal ini. Jika memang kamu nggak pernah mau merubah diri kamu jadi lebih baik, itu semua terserah kamu. Aku, mama dan kak Novi nggak pernah memaksa kamu tentang hal itu. Harusnya kamu sadar akan hal itu, udah aku mau tidur dulu." jelas Juna panjang lebar pada Citra.


Citra yang begitu kesal menerima penjelasan dari suaminya itu, lebih memilih untuk segera menarik selimut dan menutupi wajahnya. Sementara Juna yang lebih memilih membenamkan wajahnya diatas bantal miliknya. Seolah tak pernah ada ujungnya, jika harus bertengkar dengan Citra.


Sementara mama Sinta beserta Novi dan Surya yang masih dibawah, lagi asyik tengah mengobrol.


"Nov, jangan dimanjain terus bayi besar kamu itu. Nanti kalau kalian sudah punya anak, dia pasti bakal cemburu karena tersingkirkan dari perhatian kamu." sindir mama pada Surya.


"InshaAllah ma, Novi akan tetap berlaku seperti biasanya kepada mas Surya. Semampu Novi, akan melayani suami dengan baik. Meskipun nanti ada buah hati kami." ujar Novi.

__ADS_1


"Lihat istrimu ini, dari matahari terbit sampai matahari terbenam dia selalu menyibukkan dirinya tanpa mengenal lelah. Mama saja yang berdiam diri rasanya lelah sekali jika harus melihat Novi beraktivitas sehari, bagaimana dengan dia?." ucap mama.


"Sesekali mama tanya pada Novi, apa jadi dia terasa melelahkan?. Selama itu nyaman baginya, aku selalu mendukung penuh ma." jelas Surya.


"Kalian ini sama saja memang, seperti tubuh yang dibelah menjadi dua. Pemikiran dan cara pandang kalian memang berbeda dengan yang lainnya. Tapi kalian bisa menyatu dengan baik, mama bahagia." tegas mama.


"Permisi nya, ini obat untuk malam ini ya." sahut si mbok yang datang dari arah dapur menghampiri mama.


"Oh iya mbok, terimakasih ya nanti saya minum." ucap mama Sinta.


"Bukan saya yang siapkan nya, mbak Novi tadi yang sudah menatanya dengan baik." jelas si mbok dengan segera.


"Saya sudah paham mbok." tutur mama sambil melempar senyuman pada Novi.


"Makasih ya Nov, sudah mau merawat mama begitu baik selama ini." Ucap mama.


"Itu sudah menjadi kewajiban Novi ma. Mama kan juga orang tua Novi." jelas Novi sambil tersenyum.


"Sudah ni ngobrolnya?. Ayo Surya antar mama ke kamar ya. Mama istirahat yang cukup, ini sudah malam nggak baik buat mama kalau istirahatnya tidak teratur." pinta Surya sambil segera menuntun mama dengan baik menaiki anak tangga.


"Baiklah, kamu juga segera istirahat ya Nov." ucap mama.


Novi dan si mbok lalu segera membersihkan meja makan denga segera, semua di rapikan dengan baik oleh Novi. Rumah tersebut selalu dijaga dengan baik oleh Novi setiap hari.


Saat memasuki kamar, dirinya lalu segera membesihkan dirinya dan mengambil air wudhu. Mereka selalu menyempatkan untuk sholat berjamaah jika memang bisa. Rutinitas itu tidak pernah terlewatkan oleh keduanya, dan dijaga dengan baik sampai sekarang.


Saat sudah selesai, mereka segera naik ke atas tempat tidur. Mereka memiliki cara yang berbeda agar tetap menjaga keharmonisan rumah tangganya, mereka selalu menyempatkan waktu untuk bercerita terlebih dahulu saat hendak pergi tidur.


"Mas, hari ini pasti capek sekali ya dikantor. Hari ini kamu ngapain aja mas?." tanya Novi sambil memijat kaki Surya dengan perlahan.


"Dikantor hari ini, berjalan dengan baik. Belum ada kendala yang berarti." ujar Surya yang selalu sama saat menyampaikan tentang pekerjaan pada mamanya. Surya memang tidak terbiasa untuk begitu terbuka tentang hal pekerjaan yang menyangkut kantor.


Novi yang hanya tersenyum manis saat mendengar jawaban yang sama dari suaminya itu. Tidak pernah Novi memaksa Surya untuk menceritakan hari yang telah panjang dilewatinya itu.


"Kalau aku, hari ini bertemu dengan Malika dipanti mas. kamu masih ingat senyuman dia kan?. Aku selalu merindukan itu dadi dirinya setiap hari. Rasanya ingin sekali setiap hari bersama dia dirumah ini, tapi aku sadar nggak akan pernah bisa bawa dia pulang ke rumah ini." jelas Novi.

__ADS_1


"Ingat sekali, senyumnya sama seperti kamu. Kenapa memangnya?, kalau kamu memang ingin bersama Malika kita bisa mengadopsinya kan. Kita akan rawat dia seperti putri kandung kita, dia akan menjadi kakak dari anak-anak kita nantinya." ucap Surya dengan tulus.


Novi yang sedikit terkejut mendengar ucapan suaminya saat itu. Lalu menghentikan pijitan untuk Surya, seakan tak percaya bahwa pemikiran Surya sama dengan jalan pikirannya. Mereka selalu memikirkan hal yang sama tanpa mereka sadari, dan Novi mulai teringat dengan ucapan mama mertuanya dibawah tadi.


Apakah memang dirinya dan Surya selalu memiliki pemikiran yang sama dalam hal apapun. Atau memang hanya untuk hal tertentu saja. Tapi pada dasarnya, dia sangat bahagia jika memang Surya mengijinkan dirinya untuk membawa Malika ke rumah ini.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


...----------------...


Jangan lupa untuk mampir ke sini ya, salah satu rekomendasi novel terbaik yang buat kalian baca juga❤️❤️❤️




CINTA DIBAYAR TUNAI


(Dtyas)



Mihika Yodha yang menyamar sebagai karyawan baru pada salah satu perusahaan milik Ayahnya. Berada pada situasi dimana Mihika harus menikah dengan Arka, direktur perusahaan Ayahnya. Berusaha mengungkap segala permasalahan perusahaan juga sebagai asisten dan istri dari Direktur perusahaan milik ayahnya tidak membuat Mihika putus asa.


“Jangan harap aku akan berlaku seperti seorang suami pada umumnya, karena kamu bukan wanita idamanku,” ujar Arka setelah melangsungkan akad nikah dengan Mihika. Arka tidak mengetahui identitas asli Mihika termasuk wajah asli istrinya.

__ADS_1


Arka benar-benar serius dengan ucapannya. Tidak menghargai Mihika sebagai istrinya, bahkan tetap berhubungan dengan wanita lain. Mihika mengira jika Arka adalah dalang dibalik masalah perusahaan. “Arka, kamu akan menyesal telah berbuat jahat termasuk menghina hubungan ini. Saat kamu menyesal semua sudah terlambat,” ucap Mihika lirih.


Lalu bagaimana kisah Mihika dengan Arka setelah terungkapnya pelaku kejahatan di perusahaan? Apakah Arka akan jatuh cinta pada Mihika sesuai dengan janji saat mengucapkan ikrar akad nikah? Karma atau cinta dibayar tunai.


__ADS_2