Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Demi mama


__ADS_3

"Mama juga salah Jun dalam hal ini, jadi mama juga akan meminta maaf pada Citra. Itu sudah jadi keputusan mama." jelas mama Sinta.


"Kamu ikutin saja apa kata mama, selama itu memang baik." ucap Surya yang paling enggan mencampuri masalah orang lain.


"Baiklah ma, besuk akan aku jemput Citra." ujar Juna.


Sementara itu, Juna yang berlari ke atas dengan wajah penuh kekecewaan mendengar permintaan mamanya. Rasanya dia ingin memarahi bahkan memaki istrinya itu, hanya karena dia mamanya harus bersikap seperti itu.


Surya dan Novi beserta mama yang masih dibawa, nampak terlihat masih memperbincangkan sesuatu. Wajah mama yang tampak gusar saat itu, tidak mampu dia tutupi dari anak serta menantunya itu.


"Ma, maaf mama kenapa?. Kalau memang ada hal yang perlu dibicarakan berdua dengan mas Surya, Novi pamit naik ke atas duluan ya ma." ucap Novi penuh pengertian.


"Tidak Nov, justru mama ingin bicara berdua dengan kalian." ujar mama Sinta sambil menggenggam ke dua tanganya diatas meja.


"Mama bicara aja, kita siap dengerin mama disini." sahut Surya dengan santun.


"Mama, sebenernya lagi bingung. Langkah apa yang sebaiknya mama pilih untuk kepulangan Citra besuk, jadi mama ingin bertukar pendapat dengan kalian untuk hal ini." jelas mama.


"Iya ma, silahkan." sahut Novi.


"Jadi, apa menurut kalian mama saja yang keluar dari rumah ini ya. Biar kalian bisa menjalankan rumah tangga kalian masing-masing dengan baik tanpa campur tangan mama. Nanti mama bisa tinggal dirumah satunya, atau mama bisa tinggal diyayasan." tutur mama dengan mata berkaca-kaca.


Surya yang kaget mendengar ucapan mamanya itu, langsung mencoba mendekat pada mamanya itu. Dirinya langsung memeluk mamanya penuh dengan kekuatan, seolah ingin menyampaikan semua akan baik-baik saja pada mamanya.


"Ma, mama nggak perlu sampai keluar dari rumah ini. Aku dan Novi yang akan keluar dari sini, kita akan tinggal terpisah dari mama. Tapi mama jangan khawatir, setiap pagi setelah Citra dan Juna pergi berangkat ke kantor Novi akan kesini. Surya harap mama mengerti keputusan yang aku ambil ini, semua demi kebaikan kita." jelas Surya pada mama yang tengah menahan tangis.


"Maafkan mama ya, mama gagal menjadi panutan buat kalian semua." ucap mama lirih pada Surya dan Novi.


"Tidak ma, mama itu mertua terbaik yang Novi miliki. Jangan pernah terucap kata maaf lagi dari mama untuk kami." pinta Novi sambil menangis.


"Besuk pagi hari, mama akan suruh pak Ujang untuk bereskan rumah satunya untuk kalian tempati. Jadi kalian tinggal menempati aja sesampainya disana, bisa langsung istirahat nanti." perintah mama.


"Sudah ma, nggak perlu pak Ujang yang bersihkan. Biar Novi aja yang akan bereskan semuanya." ucap Novi.


Mama Sinta yang sudah mengetahui hal itu lalu tersenyum pada Novi, dirinya sangat mengenal Novi menantunya. Dia tidak akan memilih untuk merepotkan orang lain, selama hal itu masih bisa dia kerjakan sendiri. "Baiklah." seru mama pada mereka berdua.


"Kita akan berangkat lebih awal besuk pagi ma,supaya Juna tidak tahu keberangkatan kita. Surya yakin jika Juna tau hal ini, dia akan melarang kita pergi." ucap Surya, mama Sinta mengangguk setuju.


❤️

__ADS_1


Pagi hari itu, sekitar pukul lima pagi setelah sholat subuh mereka berdua memutuskan untuk segera pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan orang rumah selain mama. Mereka, menata semua dengan rapi dan sebaik mungkin. Sesampainya dikamar mama Sinta, mereka berdua berpamitan kepada mama hari itu.


"Ma, kita ijin berangkat dulu ya. Mama baik-baik disini, nanti Novi akan selalu kesini jenguk mama. Surya juga akan kesini kalau ada waktu senggang." ujar Surya pada mama Sinta sambil memeluk mama Sinta.


"Ma, Novi berangkat dulu ya." sahut Novi singkat berpamitan dengan mama.


"Kalian berdua hati-hati dijalan, kabari mama kalau sudah sampai ya." pinta mama sederhana.


Mereka berdua terlihat menuruni anak tangga dengan pelan, sambil dibantu oleh pak Ujang tukang kebun kluarga yang sudah puluhan tahun bekerja dirumah itu. Surya serta pak Ujang yang terlihat mengangkat beberapa koper segera memasukan ke dalam bagasi mobil, saat itu Surya dan Novi memakai dua mobil yang berbeda.


Dengan segera pak Ujang membukakan gerbang pintu utama saat itu, Surya kemudian menyusul Novi dari belakang. "Saya titip rumah ini dan mama ya pak." pinta Surya pada pak Ujang.


"Baik den," sahut pak Ujang segera.


Mereka berdua menyusuri jalan pagi hari itu dengan beriringan. Surya dan Novi berharap kondisi rumah akan baik-baik saja setelah ini.


Saat jarum jam menunjukkan pukul tujuh pagi, Juna yang tengah bersiap menjemput Citra saat itu menyempatkan untuk sarapan pagi bersama mama Sinta saat itu. Suasana berbeda dimeja makan saat itu tampak terlihat jelas, dirinya tidak menjumpai ke dua kakaknya itu dimeja makan. Selain itu, meja makan yang biasanya terisi penuh oleh aneka makanan kali ini hanya terisi dengan roti tawar dan beberapa selai beserta susu.


"Pagi ma, mana yang lainnya kok belum pada turun." ucapnya sambil menci*m kening mama Sinta.


"Duduk dulu, ayo sarapan. Pagi ini sudah siap jemput Citra?." ujar mama.


"Mereka sudah berangkat sejak tadi subuh." jelas mama.


"Kemana, kok aku nggak dibangunin ma. Aku kan bisa antar mereka berdua," ucap dia ingin tau.


"Mereka nggak mau ganggu kamu lagi tidur, lagian mereka juga bawa mobil udahan." ucap mama dengan wajah masam.


"Kok bawa mobil si ma, memang kemana mereka pergi." tanyanya semakin penasaran.


"Sudah, nanti akan mama jelaskan. Tolong jemput Citra dulu ya." pinta mama.


Juna yang tengah memakan rotinya untuk suapan terakhir, bergegas menghabiskan susu miliknya dan segera berangkat ke hotel.


Setibanya di hotel dirinya lalu menuju kamar Citra saat itu, betapa terkejutnya Citra menjumpai dirinya yang tengah berdiri didepan pintu.


"Ayo cepat pulang, aku kesini disuruh mama buat jemput kamu." jelas Juna, dengan semangat Citra menyambut kabar gembira itu dengan antusias.


"Oke, aku beresin baju dulu." sahut Citra.

__ADS_1


Saat itu, ke duanya telah sampai pada parkiran mobil dan segera memasukan semua barang milik Citra ke dalam mobil. Tidak selang berapa lama, mereka berdua tiba dirumah dengan bersamaan. Citra yang saat itu turun dari mobil dengan membawa koper miliknya, dengan langkah yang ragu memasuki rumah dirinya seakan mencari-cari keberadaan Novi saat itu.


Karena, di garasi rumah saat itu tak terlihat mobil Novi ataupun Surya.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


 


...****************...


Jangan lupa untuk mampir ke sini ya, salah satu rekomendasi novel terbaik yang buat kalian baca juga❤️❤️❤️


ini adalah novel pertama othor, jangan lupa mampir kesini juga ya ❤️❤️❤️




LELAKIKU


(Tika Permata)



Perempuan mana yang tak menginginkan sosok lelaki yg bertanggung jawab dihidupnya. Yah, sebuah perjalanan kisah cinta yg panjang untuk Annara.


Cinta pertamanya gagal karena Tomy memilih tuk berselingkuh dari Annara. Begitu banyak lelaki mencoba mendekati dirinya saat ia memilih untuk sendiri. Tanpa ia sadari dirinya telah menaklukkan begitu banyak hati lelaki.


Akankah dia mendapatkan seorang lelaki yang diinginkannya?

__ADS_1


__ADS_2