
"Saya ingin mengetahui, apa penyebab diantara kalian hingga harus berpisah seperti ini" ujar Renata sambil menatap sedih wajah Novi.
Sebagai seorang perempuan, dirinya sangat tahu betul bagaimana perasaan seorang wanita yang hanya berpura-pura tegar dihadapan setiap orang. Tentu itu rasanya sangat menykitkan.
"Kenapa anda menginginkan cerita itu?, apakah anda calon pendamping Surya yang telah dikirimkan oleh mama?!" tanya Novi dengan sopan.
Meski tak lagi dianggap sebagai menantu, rasa hormatnya pada sang mantan mertua sangatlah besar.
"Ah," ucap Renata kikuk kebingungan.
"Hm, saya sangat tahu betul bagaimana sikap mama mertua saya itu. Jadi santai saja, saya juga tidak akan menghalangi hubungan kalian!" tegas Novi dengan wajah 2x lipat lebih tegar.
Renata yang mendengarnya dibuat semakin tersayat hatinya. Bagaimana bisa seorang mantan istri yang jelas-jelas dipaksa mundur untuk melepaskan suami yang begitu ia cintai, dengan mudah memberikannya pada orang lain.
"Apakah anda tidak mencintainya lagi mbak,?" ujar Renata dengan memandang lekat wajah Novi.
"Tidak!" ucap Novi sambil berdiri dan melangkah beberapa kali ke depan untuk menutupi wajah sedihnya dari Renata.
"Cinta itu sudah saya kubur dalam-dalam, semenjak ia tak lagi percaya dengan semua ucapanku" nada suaranya bergetar.
Dalam duduknya, Renata sangat ingin merengkuh tubuh Novi untuk menguatkan dirinya disana. Tapi demi tercapainya tujuan Renata, ia harus tega mengulik lebih dalam lagi tentang hubungan keduanya sejauh mungkin.
"Jadi, masih ada kemungkinan cinta itu akan tumbuh kembali dihati anda!" Renata lebih menekankan pertanyaannya kali ini.
"Cinta?" Novi hanya tersenyum miris.
"Iya cinta diantara kalian berdua semestinya masih ada sampai sekarang"
"Bagi saya, cinta itu tentang sebuah kepercayaan!. Dan kepercayaan itu sudah mencakup semua tentang definisi cinta. Jika dalam suatu hubungan, tidak pernah ada lagi rasa kepercayaan. Lalu bagaimana mungkin cinta itu memiliki pondasi yang kuat disana." tutur Novi dengan melipat kedua tangannya dan lebih memilih membelakangi Renata.
Meskipun tak bisa dipungkiri , hatinya begitu hancur kembali jika harus mengingat semua itu.
"Apakah kedatangan anda kemari ingin mempelajari semua hal yang disukai olehnya?!, jika memang iya saya bersedia menunjukkan semua hal itu untuk anda." imbuh Novi dengan tulus.
"Em ..." tampak Renata mengulur waktu sambil berpikir kembali.
"Dia adalah lelaki yang sangat baik, penyayang, pengalah, perhatian dan lembut. Dirinya memang lelaki idaman bagi setiap wanita saat ini."
__ADS_1
"Jika memang semua itu ada pada diri Surya, lantas kenapa kalian berpisah dengan semudah itu mbak?" tanya Renata kembali.
"Jangankan dia, jika saya berada di posisinya saat itu mungkin saya akan melakukan hal yang sama. Mana ada seseorang yang mau merelakan hatinya di permainkan oleh pasangannya bukan?" ucap Novi bijak.
Dia tidak ingin menceritakan hal buruk sedikit pun mantan partner hidupnya itu walaupun hanya secuil. Novi ingin, Renata hanya mengenal Surya dari semua sisi terbaiknya selama ini. Karena baginya, mantan suaminya itu berhak mendapatkan kebahagiaan untuk yang kedua kalinya.
"Jika ada kesempatan, maukah anda memberikan kesempatan lagi pada Surya ?"
"Tidak!, hati ini sudah saya tutup rapat-rapat untuk namanya. Tidak mungkin akan saya biarkan kembali terluka dengan luka yang masih mengangah basah disana" tepis Novi pasti.
"Berarti anda sangat meyakini, jika semua keputusan diantara kalian berdua ini adalah murni keputusannya!" Renata tidak pernah gentar melayangkan pertanyaan.
Sambil menutup matanya, Novi menarik nafasnya begitu dalam disana. Ia mencoba menata semua perasaannya kali ini, dan menata kembali setiap ucapannya dihadapan Renata.
"Saya tidak pernah mengatakan hal itu, saya hanya memandang dari sudut pandang mata saya sendiri !"
"Jika sudah cukup, silahkan anda pergi dari sini " usir Novi tegas sambil menyeka air matanya.
"Tunggu" Renata menghentikan langkah kaki Novi disana sambil memegang punggungnya.
"Kenapa lagi?" ujarnya tanpa membalikkan badannya sedikitpun.
Novi yang sedari tadi berdiri membelakangi dirinya, kali ini berbalik dan menatap Renata dengan perasaan yang iba.
"Yah, saya dulu juga pernah mencintai seseorang. Dia adalah cinta pertama saya, tapi sayangnya cinta pertama saya itu harus bertepuk sebelah tangan. Sekuat mungkin saya perjuangkan perasaan saya untuknya, tapi dia lebih memilih wanita lain dibandingkan saya" jelas Renata mengisahkan dirinya, sambil melipat-lipat jemarinya.
Cerita yang ia suguhkan kali adalah, cerita dirinya dan Surya saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas beberapa tahun silam.
"Jadi, jika saya harus mendapatkan kembali kesempatan itu hari ini saya tidak ingin mengulangi lagi luka itu. Sungguh sangat tidak nyaman perasaan seperti itu" pungkasnya pilu.
"Tapi jika anda bersama dengannya, anda pasti bisa dengan mudah melupakan semua hal itu. Karena menurut saya, anda adalah pribadi yang menyenangkan. Jadi, tidak mungkin jika anda tidak bisa menaklukkan hatinya" Novi mencoba memberikan semangat pada Renata.
"Sangat susah menerobos pintu hati Surya, jika jauh didalam hatinya masih ada nama anda mbak!" tegasnya dengan sebuah senyuman.
Novi tak dapat berucap apapun lagi untuk menepis semua pernyataan Renata .
"Untuk saat ini, saya tidak ingin membahas itu lebih jauh lagi. Saya harap anda bisa mengerti ." pinta Novi.
__ADS_1
"Baiklah, saya tidak akan memaksakan hal itu pada anda"
"Oh ya, apa anda sudah tahu kabar tentang mantan adik ipar anda mbak?" ujar Renata.
"Mantan adik ipar?, Juna atau Citra" tanyanya kebingungan.
"Keduanya, saya dengar dari si mbok bahwa Citra kali ini tengah ditahan di kantor polisi akibat kesalahannya pada suaminya sendiri Juna"
"Ada apa dengan mereka?!"
"Citra telah tega menusuk Juna dan karena ulahnya Juna sempat koma beberapa hari dirumah sakit." jelas Renata.
Dengan diam, Novi juga mencoba mengingat kembali saat dirinya waktu itu menghubungi Juna, dan adik iparnya itu juga sempat memberikan jawaban kalau dirinya baru saja keluar dari rumah sakit.
"Ah iya, saya mengingatnya. Tapi waktu itu saya juga tidak sempat bertanya kepada dirinya lagi. Terimakasih untuk semua informasinya!" seru Novi.
"Jangan seperti itu mbak, anggap saja saya ini teman mbak Novi juga. Jadi kapanpun saya bisa bermain kesini" pinta Renata .
Ini memanglah rencana Renata, dirinya ingin jauh lebih dekat lagi dengan Novi sehingga ia dapat dengan leluasa menjalankan semua misinya dengan baik disana. Dengan menjadi teman Novi terlebih dahulu, ia yakin perlahan bisa meraih perasaan Novi dengan mudah.
...----------------...
Happy reading guys🤗
ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️
✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor
✓Ditunggu like dan fav buat othor ya
✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️
*
*
*
__ADS_1
...💐Abis baca komen dong💐...