
"Ma ..." pekik Novi menghampiri mertuanya tersebut.
"Nov, sepi rasanya rumah ini tanpa kalian berdua. Mama jadi nggak punya teman rasanya." ungkap mama Sinta.
Novi yang melihat mama sangat sedih saat mengucapkan kata-kata tersebut, lantas terbesit tanya begitu besar didalam hatinya.
Sebenarnya ada apa ini, kenapa perasaanku mengatakan semua masih belum baik-baik saja. apa benar Citra masih mengabaikan mama sampai dengan hari ini. kalau benar, betapa kasihan mama sendiri dirumah tanpa ada teman ngobrol. Novi yang berujar dalam hati.
"Ma, mari duduk sini. Novi mau ke atas dulu ya, mau manggil Juna dan Citra buat makan bareng sama kita disini." antusias Novi.
"Tidak perlu, mereka tadi sudah makan. Lagi pula, kalau mereka mau pasti akan turun." ucap mama Sinta dengan singkat melarang.
Surya yang tengah duduk disamping mama, mencoba memberikan isyarat pada istrinya itu untuk segera menuruti apa kata mama yang barusan diucapkan. Dengan patuh, Novi lalu menarik kursi dan segera duduk bersama mereka.
"Mama hari ini sudah minum obat bserta vitamin yang dari dokter kan?," tanya Surya.
"Sudah, tadi si mbok yang siapin semua buat mama. Biasanya Novi yang selalu siapin buat mama, tapi sekarang Novi nggak ada." ujar mama dengan sedih.
"Ma, Novi janji akan selalu kesini sebelum waktunya mama meminum obat ya. Akan Novi siapkan seperti biasanya." jelas Novi memberikan semangat pada mama mertuanya.
"Nggak perlu, mama sudah besar. Lagi pula, dirumah juga kamu harus urusin Surya kan. Bagi mama, siapapun yang merawat mama atau pun mama harus sendirian juga nggak masalah." tutur mama.
"Ma, untuk kali ini Surya mohon jangan dibantah permintaan dari Novi. Biarkan dia menjalankan kewajibannya dengan baik, selama Novi mampu dia pasti akan mengemban tugas itu dengan baik." jelas Surya panjang lebar.
"Mama tau itu, semua itu akan terjadi jika Novi yang mengerjakannya." ucap mama pada Novi.
Tanpa sengaja, perkataan yang diucapkan oleh mama Sinta didengar oleh Juna dan Citra. Mereka berdua tengah berjalan menghampiri mama beserta ke dua kakaknya saat itu. Citra yang kesal mendengar ucapan mama mertuanya, hanya bisa memendam kesal saat itu. Ketika mereka turun, seketika suasana langsung terlihat hening.
Mama yang seakan enggan untuk memulai pembicaraan, memilih untuk menyantap makanan yang sudah dibawakan Novi oleh saat itu. Tetapi berbeda dengan Citra, dia lebih memilih memposisikan dirinya dalam jalur yang aman. Agar semua rencana yang dia lakukan hari ini, tidak sampai terbongkar oleh orang rumah saat itu.
Dengan memasang mimik muka seolah semua tengah baik-baik saja, dengan tenangnya dia menyapa Surya dan Novi.
__ADS_1
"Hai kak, hai mas. Eh kenapa itu kepalanya kok sampai dibalut gitu." ucap Citra yang tengah berpura-pura bersimpati.
"Oh, nggak papa kok." ujar Surya dengan perasaan curiga terhadap adik iparnya tersebut. pasalnya baru tadi ia berpapasan dengan Citra, dan saat itu wajah Citra begitu kesal lalu sekarang berubah seolah semua baik-baik saja.
"Ayo kalian duduk sini, aku bawain makanan kesukaan kalian juga." ujar Novi pada ke dua adik iparnya tersebut.
"Asyikk," seru Juna saat itu, yang seketika berhenti karena Citra dengan tiba-tiba mencubit perut suaminya.
Tanpa berpikir lama, Novi lalu menyajikan makanan untuk mereka berdua. Sama seperti saat ia tinggal dirumah itu, tak ada yang terlihat berbeda pada diri Novi meskipun sudah tinggal terpisah dari mereka.
"Selalu enak memang masakan kak Novi ini, begini ni yang selalu dirindukan oleh mama." ujar Citra menyindir mama Sinta yang tengah asyik menyantap makanan Novi.
Uhukkk ...
tiba-tiba mama Sinta tersedak saat mendengar ucapan Citra.
Lantas dengan polosnya, Novi yang saat itu mencoba menawarkan sebuah penawaran menarik untuk adik iparnya tersebut.
"Gimana, besuk kita masak bareng. Biar kamu juga bisa masakin kesukaan mama, pasti mama bakalan selalu minta dimasakin sama kamu Cit." ungkap Novi dengan antusias.
"Duh kak, kamu tau aku kan. Paling nggak bisa deh kalau lama-lama didapur." jelas Citra jijik saat menyebut kata dapur.
Novi yang tahu tanggapan Citra tidak begitu baik, dia mencoba untuk mengalihkan topik lain saat itu juga. Agar memecah suasana yang terlihat canggung.
"Oh okelah, hayuk dimakan dulu. Habis ini, bakalan ada cemilan juga loh. Ini salah satu produk terbaru jualan online aku, tolong kerjasamanya dalam memberikan masukan ya. Agar bisa lebih baik lagi kedepannya." pinta Novi pada anggota keluarga.
Itu adalah sebuah kue kering yang dipadu padankan dengan olahan kismis dan kacang almond. Novi membuat bahan itu menyatu dalam satu gigitan, dan dirinya meyakini jika makanan kali ini akan disukai oleh semua kalangan. Dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa. Dengan baik Novi menata kue tersebut diatas piring putih dan di hiasi oleh beberapa daun mint beserta buah berry dengan sedikit goresan selai memanjang.
"Taraaaa, ini dia kuenya. Ayuk silahkan dicoba, habis gitu tolong dikritik ya." pinta Novi.
Dimulai dari mama Sinta saat itu, yang menjadi orang pertama untuk mencicipi kue Novi.
__ADS_1
"Enak banget ini kuenya, semua rasa ada dalam satu gigitan. Wangi butternya juga nendang banget Nov, enak banget mama suka." Seperti biasa, mama tidak pernah absen dalam memuji Novi.
"Kalau buat aku si enak, tolong bikin lebih banyak lagi buat saya dirumah nanti ya." ucap Surya yang sedikit merengek pada istrinya tersebut.
"Sekarang giliran aku, kalau aku pribadi suka banget sama semua kue punya kamu kak. Soalnya nggak pernah nanggung kalau mau ngasih rasa ke pembeli. Rasanya itu mewah dimulut, jadi pasti banyak orang bakal cari kue ini terus si." jelas Juna memuji kakak iparnya tersebut.
Dengan segera, Citra menginjak kaki suaminya itu dengan keras.
Aaakh ...
teriak Juna kesakitan.
"Kamu kena Jun?." tanya mama penuh rasa khawatir.
"Eh, nggak ada ma. nggak papa kok," jawabnya gugup sambil memandang Citra.
"Kak Novi mau denger pendapat aku nggak nih?." ucapnya tengil, Citra yang tengah sibuk mengunyah makanan.
"Tentu." jawab Novi segera dengan antusias.
"Menurut aku, ini nggak cocok deh buat anak kecil. Soalnya dia kurang manis gitu, terus ada asemnya juga. Lagian anak kecil kan sukanya yang manis." ujarnya dengan licik pada Novi.
Semua orang yang tercengang mendengar penjelasan dari Citra saat itu, seolah tak percaya dengan apa yang dia ucapkannya. Karena semua penjelasan yang dia ucapkan, sama sekali tidak benar. Kue yang disuguhkan Novi malam itu, semua sudah terasa pas. Dari segi rasa maupun penampilan sudah sangat layak jual.
...----------------...
Happy reading guys🤗
ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️
✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor
__ADS_1
✓Ditunggu like dan fav buat othor ya
✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️