Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
babak baru


__ADS_3

"Mbak saya sudah dilokasi saat ini" sebuah pesan singkat Wili yang dikirimkan kepada Citra.


Hari ini, memang sudah Citra jadwalkan untuk melancarkan aksinya pada Novi. Kali ini ia meminta Wili untuk datang ke sebuah sekolah dimana tempat Novi menunggu Malika yang sedang bersekolah.


Perempuan malang itu, terlihat menurunkan gadis kecilnya dengan segera dari dalam mobil. Dan meminta Malika untuk segera masuk kedalam kelas saat itu, seperti biasa Novi yang selalu menunggu Malika sampai ia menjumpai anaknya tersebut masuk dengan aman sampai ke dalam kelas. Dan dirinya baru bergegas untuk pulang dan melanjutkan segala aktifitasnya.


Sementara Citra yang menjumpai pesan singkat Wili, dengan cepat ia memberikan perintah pada pemuda tersebut untuk mencoba menghentikan Novi disana dan memaksanya ikut bersama Wili.


"Cari tempat yang aman sebelum kamu eksekusi Novi dari sana, pastikan semua berjalan dengan baik sesuai rencana. Setelah Novi berhasil kamu bawa, ajak dia ke jalan teratai. Saya tunggu disana" perintahnya.


Wili yang sudah membaca pesan tersebut, ia pun dengan cepat menjalankan perintah Citra saat itu juga. Dengan cepat ia mengikuti laju mobil Novi, dipertengahan jalan yang cukup sepi dan berada jauh dari keramaian orang ia terlihat menyerempet mobil Novi dan tiba-tiba menjatuhkan dirinya.


Braaakkk


"Akh," Novi terkejut dengan motor yang tiba-tiba terlempar ke sebelah kiri mobilnya.


Ia pun dengan segera menuruni mobil untuk mengecek keadaan pengemudi motor tersebut. Wili yang saat itu mengenakan helm dengan kaca hitam, membuat Novi tidak dapat melihat wajahnya dengan sempurna.


"Arrrgh," erang Wili yang tengah berpura-pura merintih keaakitan.


"Mas,mas. Nggak papa kan, mari saya antar ke rumah sakit. ujar Novi dengan tulus memberikan pertolongan.


Nahas bagi Novi, pemuda tersebut tiba-tiba terbangun dari tempat ia terjatuh dan menodongkan sebuah sapu tangan yang sudah Wili siapkan bersama dengan obat bius didalamnya.


Novi yang begitu kaget mendapati reaksi Wili, mencoba berlari dari sana. Tapi sayangnya Wili berhasil meraih tangan Novi disana sampai pada akhirnya ia pun terbius dengan sempurna waktu itu.


Wili lalu membawa tubuh Novi ke dalam mobil, dan membawanya pergi dari tempat itu dengan secepat mungkin. Sementara barang bukti motor milik Wili, sudah diamankan oleh seorang temannya yang sudah bersiaga sedari tadi menjaganya.


Lima menit kemudian, mereka tiba disebuah villa yang sudah Citra tentukan. Wili terlihat memapah tubuh Novi yang masih setengah sadar dalam keadaan bius. Setibanya dikamar, Wili lalu membius kembali wanita malang itu. Karena Citra tak mau jika sampai mendapati Novi melihat wajahnya disana.


"Sudah mbak" seru Wili.

__ADS_1


"Oke, kerja bagus. Sisa pembayaran untuk pekerjaan hari ini sudah saya transfer penuh ke rekening kamu ya. Saya nggak ada hutang,lunas" ujarnya dengan sombong.


"Siap mbak, makasih. Saya percaya, lalu wanita ini mau diapakan mbak?" tanya Wili penasaran.


"Kamu mau, tidur*n aja dia nggak papa kok" tantang Citra pada Wili.


Wili lalu menatap ke arah wajah Novi disana. Sebenarnya ia tak cukup kejam dan sampai hati jika melakukan hal itu.


"Saya akan tambahi imbalan kamu, jika kamu mau lakukan hal ini" tantang ia berkali-kali, sambil memberikan penawaran fantastis.


Karena memang keadaan Wili juga membutuhkan uang, dengan berat hati ia menerima pekerjaan kotor ini. Dan perbuatan ini, adalah hal pertama kali bagi Wili dalam kehidupannya.


"Saya terima" Wili menerima tantangan itu.


Citra tersenyum puas dengan keberhasilan dirinya kali ini, ia merasa menang telak kali ini. Suami istri ini dapat ia hancurkan hanya dengan hitungan menit saja.


"Lakukan," ujar Citra sambil berlalu menutup pintu kamar itu.


Wili yang sudah selesai menguasai seluruh tubuh Novi disana, dengan cepat ia pun segera mengenakan baju serta celananya kembali dengan baik. Ia yang tak sadar saat itu, sudah meninggalkan sebuah benih ke dalam perut Novi saat itu. Kejadian itu terjadi sebanyak 3 kali, dan saat kejadian ini terjadi Novi berada dalam masa subur yang begitu baik untuk di buahi.


Maafkan saya ya mbak. ucap Wili dalam hatinya sambil meninggalkan Novi yang masih dalam keadaan tertidur dan setengah berantakan dengan pakaian miliknya.


"Mas, kamu dimana?" tanya Citra disebuah pesan singkat yang ditujukan pada Surya.


"Hotel" balas Surya.


"Maaf ni mas, aku tadi nggak sengaja lihat mobil mbak Novi deh. Dan ternyata pas aku ikutin, emang iya itu mobil mbak Novi. Mobilnya terparkir dihalaman villa dijalan teratai, aku pikir sama kamu" balas Citra yang tengah gencar menyulut api amarah Surya.


Surya yang mendapati laporan seperti itu dari Citra, dengan kesal melempar ponsel miliknya dan bersiap untuk menuju jalan teratai saat itu juga. Belum selesai masalah keduanya kemarin, sekarang Citra sudah berulah untuk mencerai beraikan keadaan mereka berdua.


Surya pun memacu mobil miliknya dengan kecepatan diatas rata-rata, tidak lama kemudian mobil miliknya berhenti tepat didepan villa tersebut. Dengan penuh amarah, ia pun mencoba menggedor pintu disana.

__ADS_1


Tapi tak seorang pun ia jumpai melainkan mobil istrinya. Dengan cepat ia mendobrak pintu utama dan mencari keberadaan Novi disana, sial bagi Novi yang saat itu masih tertidur dengan keadaan yang berantakan ia ditemukan oleh suaminya.


"Enak bener kamu yah, jadi ini alasan kuat kamu buat gugurin anak kita" teriak Surya memaki istrinya yang baru saja terbangun dari sisa obat biusnya.


Matanya sedikit terlihat berputar, dan Novi juga mengalami rasa pusing saat itu. Ia mencoba menutup dan membuka matanya dengan benar, mencoba melihat kehadiran Surya disana.


"Udah tidurnya, mana laki-laki itu mana?" Surya masih terlihat seperti orang kesetanan disana.


Sambil terus membuka dan mengecek seluruh ruangan ia berjalan mondar-mandir didalam villa itu.


Sementara Novi yang sudah sadar sepenuhnya, betapa terkejutnya ia mendapati tubuhnya sudah dalam kondisi setengah telanj*ng bulat disana. Ia pun mencoba meraih seluruh pakaian miliknya dan mengenakannya kembali.


Ia tak sadar bagaimana dirinya bisa sampai ketempat ini begitu cepat. Dalam kegundahan hatinya yang begitu hancur, ia mencoba menghampiri Surya disana dan menjelaskan semua tragedi yang ia alami hari ini.


"Mas" ia berjalan sambil berlinang air mata.


"Cukup, jangan panggil aku lagi" ujar Surya menghentikan ucapan Novi.


"Tapi aku.." ia mencoba melanjutkan kembali ucapannya disana.


"Aku bilang ckup!" teriak Surya dengan nada membentak Novi cukup keras kali ini.


...----------------...


Happy reading guys🤗


ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️


✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor


✓Ditunggu like dan fav buat othor ya

__ADS_1


✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️


__ADS_2