Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Pertemuan


__ADS_3

Setibanya dirumah sakit, Sando terlihat mengambil nomor antrian untuk wanita tersebut sampai tiba giliran mereka untuk dipanggil. sesampainya didalam ruangan, dokter pun memeriksa dan membalut luka pada siku wanita tersebut.


"Lukanya tidak begitu serius pak, sudah saya obati semuanya dengan baik. Lakukan pergantian kasa luka jika memang diperlukan untuk menghindari infeksi ya Bu!" tutur dokter kepada mereka berdua.


"Baiklah terimakasih banyak dok!" tegas Sando.


Mereka berdua pun meninggalkan ruangan dokter tersebut dan berjalan keluar.


"Saya Sando, maaf kalau boleh tau anda siapa?" tanya Sando penasaran.


Wanita yang ia tolong sejak tadi hanya diam tanpa mengeluarkan perkataan lebih banyak darinya. Ia akan menjawab seperlunya saja tanpa harus panjang lebar disana.


"Saya Novi Heemeka, panggil saja Novi" sahut Novi lirih.


"Oh. hari ini mbak Novi ingin kemana?"


Tanya Sando lebih penasaran, karena Novi tengah menggendong map coklat yang telah ia tempelkan di dadanya.


"Saya ingin melamar kerja"


"hm, kerja ya!" ucap Sando tengah berpikir keras.


"Apa mbak Novi bersedia bekerja ditempat saya. Kebetulan saya membutuhkan seorang sekretaris baru saat ini" ujarnya.


Tanpa banyak berkata, Novi lalu menyodorkan map miliknya kepada Sando dengan senyuman.


"Berikut adalah cv saya, mohon diperiksa dulu pak. Jika memang saya berkompeten untuk menempati posisi yang bapak butuhkan kali ini, dengan senang hati saya akan menerima tawaran kerja bapak" jelas Novi .


"Tidak perlu mbak, besuk mbak bisa langsung bekerja ditempat saya!" tegas Sando sembari tersenyum.


Terlihat Novi tengah berfikir sekian detik untuk menjawab penjelasan Sando disana.


"Sebelumnya saya minta maaf pak, tapi saya tidak mau diterima bekerja karena hanya belas kasihan saja. tolong dipelajari terlebih dahulu ini, jika memang dirasa saya cocok bapak bisa menghubungi saya kembali " tolak Novi dengan sopan.


Dengan senyum mengembang dan perasaan yang begitu bangga terhadap Novi, Sando menerima kembali map coklat miliknya.


"Akan saya pelajari dulu, nanti pasti akan saya kabari mbak Novi secepatnya"


"Baik terimakasih" seru Novi bahagia.


Sando kali ini terlihat berjalan dibelakang Novi, dan mengikuti kemana arah wanita itu melangkahkan kakinya disana.

__ADS_1


"Mbak, saya parkir mobil disana" tunjuk Sando kebingungan melihat Novi berjalan terlalu jauh dari arahnya.


"Saya pulang sendiri aja pak, saya baik-baik aja kok." tepis Novi.


Semenjak Novi masih muda, dirinya memang sangat risih jika harus berada disatu tempat ataupun ruangan berlama-lama dengan lawan jenisnya tanpa ada status hubungan apapun. Novi selalu berusaha untuk menghindari hal itu.


"Hm, baiklah saya tidak memaksa mbak Novi lebih jauh lagi. Hati-hati dijalan mbak" sahutnya dari jarak beberapa langkah.


Novi mengangguk tanpa berkata apapun.


"Wanita yang aneh, aku tidak pernah menemui wanita sepertimu selama ini" gerutu Sando di kesendiriannya.


*


*


*


"Sinta, aku pikir perjodohan ini baiknya dibatalkan saja" ucap Roy .


Orang tua Renata itu telah memutuskan untuk berkunjung ke rumah mama Sinta untuk membicarakan persoalan hubungan asmara yang ingin mereka paksakan untuk kedua anaknya .


"Ada apa ini Roy, kenapa kau berubah secepat itu?!"


serang mama Sinta dengan sejumlah pertanyaan.


"Ck!" mulut Roy berdecak dengan sedikit memijat dahinya.


"Aku tak tahu apa yang tengah terjadi pada Renata, tapi kali ini ia sangat menentang hal itu padaku!" sahutnya kebingungan.


"Ayolah, tidak ada yang salah dengan keduanya!. putraku juga sudah menduda beberapa waktu, lalu apa lagi yang kau ragukan?" timpal mama Sinta dengan semangat.


Mama Sinta yang sudah mengorbankan segalanya, kali ini tak ingin jika sampai Renata lolos menjadi menantunya.


"Tapi aku sangat yakin dengan perasaan Renata kali ini, dia sepertinya memang tidak ingin melanjutkan hubungan ini lebih jauh lagi"


"Apa ini Roy, aku sungguh kecewa denganmu. Di jaman kita dulu, orang tua selalu memberikan pilihan terbaik bukan untuk anak-anaknya?. Lalu lihat dirimu, kau mengalah untuk putrimu?" paksa mama Sinta dengan sedikit memberikan gambaran pemikiran orang terdahulu.


"Aku tahu itu!"


"Kalau begitu mari kita lakukan!" tegas mama Sinta.

__ADS_1


Masih dengan perasaan yang berat dan bimbang Roy pun berdiri dan berpamitan dengan teman sekaligus rekan bisnisnya tersebut. Tak ada kesepakatan apapun yang terucap dari bibirnya saat itu, karena dirinya juga ingin menyelidiki perasaan apa yang sesungguhnya dirasakan oleh putrinya Renata.


"Semua ini pasti gara-gara wanita itu, enak saja dia ingin mengacaukan segalanya. Aku tak ingin melepas menantu idamanku sejak lama itu, dibandingkan putraku harus kembali denganmu lagi yang sama sekali tak berguna!" ujar mama Sinta dengan angkuhnya.


Sementara dikediaman Roy saat ini, Renata justru terlihat tengah berpikir keras untuk menyusun sebuah rencana baru lagi dalam mempersatukan hubungan Novi dan Surya.


"Re!" sapa Roy dari ujung pintu.


"Hm"


"Lihat papa dulu, jangan cemberut seperti itu"


"Tidak, Renata nggak akan pernah mau dekat dengan papa jika perjodohan konyol itu tetap terjadi" protesnya kesal.


"Papa sudah dari rumah Surya tadi,"


Dalam sejenak, perasaan Renata pun berubah menjadi manis.


"Tatap mata papa, apa kamu sudah tidak mencintainya lagi?"


Binar mata itu terlihat sangat sendu dan menahan kesedihan. Tapi dengan sekuat tenaganya ia ingin menyembunyikan segala perasaan yang sangat menyakitkan dihatinya itu selama bertahun-tahun. Dulu, ia telah terluka dengan kabar pernikahan Surya dan Novi. Lalu saat ini ia pun harus kembali menelan kekecewaan akibat cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


"Tidak pa!" sahutnya dengan wajah kaku tanpa menatap Roy .


"Kamu berbohong sayang!" tapis Roy .


"Renata, hanya ingin mendapatkan cinta. Bukan hanya mendapatkan tubuhnya saja, buat apa Renata mendapatkan dirinya jika cinta itu bukan milik Renata" jelas Renata dengan pilu.


"Jadi itu alasanmu!"


"Yah!"


"Apa kau ingin papa memaksa lelaki itu untuk mencintaimu?!"


Lelaki yang sudah berumur cukup matang itu, tak perlu segan lagi dalam hal kebahagiaan putri kesayangannya. Bagi Roy, sebesar apapun badai yang akan ia terjang untuk Renata pasti akan ia lakukan dengan baik.


"Tidak pa!, Renata mohon. Papa hanya cukup menghentikan semua kesedihan Renata ini, percayalah jika pernikahan ini terjadi hati Renata akan semakin hancur dan bersedih untuk selama-lamanya" pinta Renata dengan tatapan kesedihan.


Sambil menarik nafas begitu panjang, ia pun merengkuh tubuh putrinya itu untuk sekian detik. Roy ingin memberitahukan pada putrinya itu, bahwa masih ada lelaki yang akan selalu memelukmu erat walau apapun yang terjadi pada dirinya saat ini.


"Bagi Re, papa adalah cinta pertama yang sejati untukku!. Karena papa selalu ada untuk Re, selalu siap mengorbankan nyawanya sekalipun untukku. Jadi aku tidak memerlukan lelaki lain lagi dihidupku!" ucap Renata yang tengah menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung ❤️


__ADS_2