
Dimana dia, sejauh mata memandang aku tidak melihat keberadaannya. Biasanya dia selalu terlihat dibawah dengan segala kesibukannya. Kenapa kali ini rumah terlihat sangat sepi, padahal jam kantor juga masih lama.
Gumam Citra.
"Hai, ayo masuk sini." sapa mama dari sofa ruang tamu yang tengah duduk santai.
"Ma." ucap Citra.
"Ayo duduk dekat mama sini, kamu kemarin kenapa?. Marah ya sama mama, kan mama pernah bilang sama kamu anggap mama sebagai orang tua kamu sendiri. Dengan begitu apa yang mama ucapkan, tidak akan melukai hati kamu. Karena memang mama ini hanya mau yang terbaik bagi kamu." jelas mama.
"Maafin Citra ya ma." ucap Citra sambil menci*m tangan mama Sinta.
"Mama juga minta maaf, kalau memang kemarin kata-kata mama salah ya. Namanya juga rumah tangga, tempatnya salah dan tempat untuk belajar juga. Jadi wajar menurut mama, tapi lain kali kalian harus bisa kendalikan ego kalian masing-masing." tutur mama sambil memegang tangan Citra.
"Lalu kemana kak Novi dan mas Surya ma?". tanya Citra segera.
"Maafkan mama, karena kemarin saat Citra tidak dirumah mama nggak ngajakin Juna untuk berembuk bareng sama mama. Karena mama pikir kalian lagi ada masalah, makanya mama dan ke dua kakak kalian berembuk bertiga saja. Surya dan Novi mulai hari ini akan tinggal terpisah dengan kita, semua ini adalah permintaan Surya. Dia berpikir, akan lebih baik jika dalam satu rumah tidak tinggal dengan beberapa kepala keluarga. Karena itu akan selalu memicu sebuah konflik, kecil besar semua akan menjadi masalah. Jadi mereka putuskan untuk tinggal terpisah dengan kita, dengan harapan kalian berdua bisa menjalani biduk rumah tangga dengan baik." jelas mama menceritakan.
"Kenapa mama nggak bilang aku sih, kalau mereka pergi karena masalah ini ma. Nggak seharusnya mereka pergi ma." protes Juna.
"Sudahlah, kita hormati aja keputusan mereka berdua. Semua ini mereka lakukan juga demi kalian. Ayo cepat kemas barang-barang kamu lagi, kamu juga cepat bantu istri kamu." ucap mama sambil tersenyum.
Mereka yang segera menjalankan perintah mama, lalu segera menaiki anak tangga dan berlalu ke atas. Didalam kamar, Citra yang tengah membuka koper miliknya merasa lebih unggul dirumah itu sekarang. Dia merasa tak akan pernah ada perbandingan lagi antara dirinya dengan Novi. Dan dia akan bebas melakukan hal apapun dirumah itu. Sementara Juna yang merasa bersalah dengan kepergian ke dua kakaknya itu, hanya duduk termenung menghadap jendela kamar.
❤️
Sedangkan Novi dan Surya yang sudah tiba dirumah barunya. Segera turun dari dalam mobil dan menuju pintu rumah untuk segera membukanya.
Cekleekk
__ADS_1
Terlihat semua ruangan tertutup dengan kain putih, semua masih tertata rapi hanya saja sedikit berdebu. Di rumah inilah, awal kisah baru akan dimulai antara Surya dan Novi. Mereka berdua saling membuka penutup kain putih tersebut dengan cekatan, seolah tak sabar segera menyelesaikan dan beristirahat.
Surya yang saat itu menggoda Novi dengan menarik baju sang istri dengan lembut, meminta agar sang istri untuk beristirahat sejenak. Dia tak ingin istrinya itu kelelahan dalam membersihkan seluruh isi rumah saat itu. Dengan tutur kata yang lembut, dia meminta istrinya untuk duduk di sebuah sofa yang berwarna coklat pada ruang tamu mereka.
Dirinya pun berlalu ke dapur, untuk membuatkan Novi sebuah minuman hangat untuk melepas segala kelelahan hari itu. Di ambil ke dua kaki Novi saat itu, dan di letakkan diatas paha kaki Surya. Sangat lembut dia memijit kaki istrinya itu, sambil sesekali memandang wajah Novi dengan penuh kasih sayang.
Seakan mengisyaratkan, bahwa dirinya sangat mencintai istrinya tersebut. Tak pernah ia jumpai wanita seperti Novi di dunia ini, bahkan mungkin dikehidupan selanjutnya. Wanita yang begitu hebat dimatanya, begitu tegar, begitu lembut dan begitu penyayang. Mampu menerima segala kekurangan dirinya dari segi apapun, Novi yang tak sadar saat itu tertidur pulas disofa. Mungkin dirinya kelelahan hari itu.
Surya dengan sigap mengenakan selimut bewarna coklat tua yang dia ambil dalam koper milik mereka berdua, dia tutupi tubuh istrinya dengan penuh cinta. Dia seakan tak mau membuat tidur Novi terganggu saat itu, dengan sangat hati-hati dia melanjutkan pekerjaan rumah dengan baik.
Jarum jam menunjukkan pukul lima sore saat itu, betapa terkejutnya Novi mendapati dirinya tertidur di atas sofa dengan selimut itu. Dia lalu bergegas masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam dengan Surya kala itu. Tapi niatnya di urungkan oleh Surya saat itu.
"Makan malam sudah siap tuan putri, maukah kamu makan malam denganku?." rayu Surya sambil memel*k tubuh sang istri dari belakang.
"Mas , maafkan aku ya." ucap Novi dengan nada bersalah.
Telah tertata rapi sebuah makan malam yang romantis saat itu, berjejer beberapa lilin yang menerangi meja makan saat itu. Dan terlihat dua piring yang berisikan masakan Surya saat itu, dengan penuh sayang dia mempersilakan duduk sang istri. Sebuah nasi goreng dan segelas air putih, nampak di meja makan saat itu.
"Maaf ya sayang, aku masak seadanya didapur." celetuk Surya sambil tersenyum.
"Nggak papa kos mas, ini aja sudah kelihatan enak banget. Wangi lagi, pasti enak banget nasi gorengnya. Kamu memang suami terhebat mas." puji Novi pada suaminya.
Dengan penuh kehangatan, mereka berdua menyantap makan malam itu dengan lahap.
Sedangkan suasana dirumah saat itu, justru terlihat tidak baik. Mama Sinta yang tengah sibuk berada didapur, menggantikan posisi Novi saat itu. Sementara Citra yang seakan tak mau tau tentang isi dapur dan segala isi rumah itu, hanya bisa memerintah dengan seenaknya disana.
"Mbok tolong bikinin saya segelas jus strawberry ya. Jangan manis-manis, susunya sedikit aja. Nggak perlu pakai gula." pinta Citra bertele-tele.
"Baik mbak." sahut si mbok.
__ADS_1
Tidak berapa lama, jus yang dia pesan pun datang dihadapannya. Lalu Citra pun mengambil segelas jus tersebut, dan segera meminumnya.
Uhukk
Suara tersedak Citra saat itu.
"Mbok, apaan si ini. Manis banget mbok, selama ini mbok nggak pernah lihat mbak Novi kalau bikin jus ya." omel Citra pada si mbok.
Saat itu mama Sinta yang mendengar ucapan Citra dari dalam dapur segera menghampiri menantunya itu.
"Akan mama buatkan yang baru ya." ucap mama.
"Nggak perlu ma, biar dia sendiri yang bikin nanti kalau memang dia mau." sahut Juna dari atas tangga.
"Nggak papa, mama juga lagi bikinin buat kamu Jun." ujar mama.
...----------------...
Happy reading guys🤗
ini adalah karya ke dua aku yah, mampir kesini dan nantikan kelanjutan kisahnya ❤️❤️
✓Ditunggu saran dan kritik yang membangun buat othor
✓Ditunggu like dan fav buat othor ya
✓Ditunggu hadiah bunga sekebonya juga❤️❤️❤️
__ADS_1