Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
wanita pilihan


__ADS_3

"SURYA ..."


"Cepat turun!"


Mama Sinta berteriak seperti orang kesetanan pagi hari itu. Dia sudah tidak bisa menahan rasa malu dalam hatinya nanti jika bertemu dengan teman bisnisnya yang lain bahwa pertunangan putranya telah gagal.


"Yah ma!" seru Surya datar sambil berjalan dan membetulkan rambutnya.


"Kamu apakan Renata?"


"Rere?!"


"Iyah, siapa lagi jangan pura-pura bodoh kali ini" ujar mama Sinta begitu menggebu dengan nafas yang menderu.


"Kami baik-baik saja!" sahutnya cuek sambil memasang jam tangan miliknya.


"Tidak mungkin!, tadi Roy kesini dan dia membatalkan pertunangan kalian!. Apanya yang baik-baik saja!" umpat Sinta bertubi-tubi pada putranya.


"Setidaknya itu cukup bagus untukku ma!. Sudahlah lupakan semua itu" terangnya kembali dengan meninggalkan mama Sinta sendiri disana.


"Surya berhenti ..."


"Surya..."


"Surya!!!" teriak mama Sinta.


Putranya itu memilih untuk meninggalkan dirinya dalam keadaan yang masih meluap-luap emosinya. Surya memilih pergi karena ia tak ingin terpancing sedikitpun dengan kemarahan mama kali ini.


"Kerja bagus Re, terimakasih!" ujar Surya yang tengah berbicara sendiri didalam mobil.


*


*


*


"Re!" ucap Roy.


ia terlihat menemui putri kesayangannya itu diruangan kerja miliknya.


"Hm" sahut Renata dengan wajah sendu dengan memutar kursinya.


"Papa telah membatalkan semuanya sayang" tutur Roy dengan menyunggingkan senyuman bahagia dan lega dihadapan Renata.


Tanpa berkata wanita itu kemudian berdiri dari duduknya dan memeluk erat kembali tubuh papanya.


Sebenarnya, hatinya lebih terluka dengan keputusan ini. Tapi setidaknya, ia pun merasa lega karena harus terlepas dari belenggu cinta yang membuatnya bingung selama bertahun-tahun tanpa arah.


"Peluk juga dong!, aku juga turut andil kali ini" sahut Sando menggoda.


"Pa, lihat Abang!"


Dengan menatap lekat mata putranya, Roy memberikan sebuah kode agar jangan mengganggu adiknya terus menerus.


"Sini, biar aku yang peluk. Jangan pernah merasa sendiri, ada aku dan papa yang selalu jagain kamu. Oke!" terang Sando penuh kehangatan.


"Baiklah" ucap Renata.

__ADS_1


Bak seorang putri, dirinya begitu sangat beruntung memiliki kedua lelaki itu. Keduanya selalu mengutamakan perasaannya dibandingkan dirinya sendiri.


"oiya pa, hari ini Sando bakal punya sekretaris baru!. Boleh ya pa" jelas Sando .


"Apapun yang terbaik, lakukan saja." terang Roy .


Anak lelakinya itupun kembali ke ruangan miliknya untuk menunggu kedatangan Novi disana.


"Uuuuuh, sekretaris baru!. Pasti kakak pilih yang paling cantik deh pa" goda Renata kepada papanya.


"Biarkan saja , siapa tau berjodoh denganya" sahut Roy yang juga usil kepada putranya itu.


Sepeninggal istrinya, Roy selalu berusaha merangkul kedua anaknya begitu baik. Ia tak ingin jika kedua anaknya akan terasa sangat kehilangan dengan kepergian istrinya kali ini, meskipun sebenarnya hal itu tak dapat ditepis olehnya. Dia selalu berusaha menjadi yang terbaik saat ini.


"Tok ... tok ..."


Suara ketukan pintu itu terdengar jelas didepan pintu.


"Masuk" sahut Sando yang tengah berada di ruangannya.


"Permisi pak"


mendengar suara itu, hatinya menjadi bergetar kembali. dan ia dengan kikuk menutup cepat semua berkas yang ada dihadapannya itu, dan menyambut Novi dengan senyuman.


"Mbak Novi, mari silahkan duduk"


Novi hanya mengangguk dan tersenyum, hari ini dirinya sangat terlihat cantik disana. Dengan mengenakan setelan blazer dan celana kain hitam berserta hijab pink dirinya terlihat begitu fresh saat itu. Bahkan pandangan Sando tak pernah terlepas dari janda tersebut.


"Pak ..."


"Pak Sando" panggil Novi berulang kali, karena Sando terus melamun.


Novi hanya terdiam sembari terus menyimak pembicaraan dirinya.


"Baiklah, sesuai janji saya. Mulai hari ini, mbak Novi resmi bekerja dengan saya. Selamat datang disini, semoga betah disini ya" tutur Sando menyambut Novi .


"Terimakasih pak, karena sudah memberikan kesempatan berharga itu kepada saya" jelas Novi dengan tersenyum manis.


Kemudian Sando pun memberikan map yang telah berisi kontrak perjanjian kerja yang harus Novi tanda tangani, dan sebuah nominal gaji yang telah tertera disana.


Wanita itu dengan baik membaca semua isi map tersebut hingga selesai.


"Kaaak!" rengek Renata memanggil Sando .


Adik satu-satunya itu menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Sssshhht!" ucap Sando sambil menatap tajam mata Renata.


"Oh okey!" sahut Renata lirih dengan isyarat tangan.


Sekilas ia melihat, wanita yang tengah menghadap kakaknya tersebut. Dengan penuh ketelitian, rasanya Renata mengenali tubuh wanita yang mengenakan hijab itu.


"Mbak Novi ?" sapa Renata sambil menepuk lirih punggung wanita itu.


"Oh hai, anda juga disini?" sahut Novi dengan gembira.


Sementara Sando hanya menatap keduanya dengan bingung, kenapa mereka berdua bisa seakrab itu disana.

__ADS_1


"Kalian saling kenal?" Sando bertanya kebingungan.


"Tentu dong!" timpal Renata penuh keyakinan.


"Jadi ini sekretaris itu?"


"Hm!" goda Renata sambil memainkan matanya ke arah Sando .


"Jadi kalian berdua bersaudara?" tanya Novi masih dengan wajah bingungnya.


"Iya mbak, dia adalah kakak saya. Sando Pranata, pria bujang yang sudah cukup lama menjomblo disisa usianya." tutur Renata yang tengah mempromosikan kakaknya.


Tentu saja ucapan Renata mengundang tawa kecil diwajah Novi, ia pun menutupi mulutnya dengan tersipu malu karena menahan tawa.


Dengan suara batuknya, Sando mencoba terlihat mengembalikan kewibawaannya dihadapan Novi saat itu.


"Baiklah, bagaimana mbak Novi? apakah sudah bersedia dengan semua isi map itu" tanya Sando memastikan kembali.


"Saya siap pak!" timpal Novi .


"Jangan panggil bapak dong mbak Novi,"


"Dia masih ting-ting loh, panggil saja mas Sando biar lebih akrab didengar!" tegas Renata yang kali ini bergelayut diatas kursi kerja Sando.


Tanpa berlama-lama Sando pun dengan cepat menginjak sepatu Renata dengan kasar disana. Agar adik yang selalu ia anggap masih kecil itu menutup rapat mulutnya didepan Novi.


*


*


*


Kali ini, setelah hampir kurang dari satu tahun lamanya Citra yang tengah berada didalam sel sudah dalam kondisi semula. Ia berangsur membaik dan pulih saat ini, dirinya lebih bisa menerima keadaan dan kenyataan disekitarnya dengan baik.


"Kenapa dia harus kembali kesini lagi. Cih, aku sangat tidak mengharapkan hal itu!" ujar Grista sambil mengepulkan asap rokoknya.


"Bukankah itu bagus, lihat dia sudah menyadari posisinya dimana saat ini" ucap Tiwi menyeringai licik.


Sementara Citra sama sekali tak memperdulikan perkataan mereka sedikitpun dan terus terbaring disana menatap langit-langit sel penjara dengan tatap melamun.


"Kapan aku akan keluar dari sini, apakah kamu tak pernah merindukan diriku lagi disana?" gumam Citra dalam lamunannya.


Dirinya masih sangat mencintai Juna, bahkan ia pun tak pernah tau jika suaminya itu kini resmi menjadi suami orang lain saat ini dan mereka berdua telah bahagia karena sebentar lagi Pricilia akan melahirkan.


bersambung ♥️


...----------------...


*


*


*


...Jangan lupa untuk mampir ke karya bestie cantik ini ya guys, rekomendasi cerita yang menarik untuk dibaca♥️...


__ADS_1


Zahira dan saka berteman sejak kecil bahkan orang tua mereka berencana menjodohkan keduanya. Namun, ternyata Shaka telah melabuhkan hatinya kepada wanita lain. Melihat kenyataan itu, hati Zahira hancur berkeping-keping karena tanpa diketahui oleh siapapun rupanya dia mencintai Shaka sejak masih duduk di bangku SMP.


Lantas, apa yang membuat Zahira bersedia menjadi pengantin pengganti untuk Shaka? Lalu, bagaimana lika-liku kehidupan rumah tangga mereka? Akankah berakhir bahagia?


__ADS_2