Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Dia Benalu Dalam Rumah Tanggaku
Pedih


__ADS_3

"Mulai malam ini juga, tinggalkan rumahku secepat mungkin!"


"Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi disini"


"Dan maaf jika perlakuan ku kali ini sangat tidak sopan padamu!" ujar Novi dengan memendam semua rasa kesalnya.


wanita yang sudah selalu baik, bahkan mau merentangkan ke dua tangannya untuk Citra dalam persoalan pelik apapun kini sudah terbangun dari sadarnya. Novi tetaplah wanita yang sama, hanya saja ia ingin terbebas dari orang-orang yang sudah membelenggu dirinya selama ini.


Citra yang sudah merasa kalah, lantas menyeret kedua koper besar miliknya disana dan meninggalkan Novi begitu saja.


"Akh!"


"Sialan!"


"Berat sekali koper ini !" umpat Citra pada koper miliknya.


setelah bersusah payah sendirian, dan semua koper miliknya juga telah masuk ke dalam bagasi mobilnya Citra memacu mobilnya dengan cepat saat itu.


sementara Surya masih tampak menunggui Novi yang masih terus menangis didalam rumahnya.


"Nov, ... " ucap Surya lirih, dan tangannya terlihat mendekat ke arah pundak Novi.


"Hentikan tanganmu mas!"


"Jangan pernah lagi menyentuh ku!" jelas Novi dengan nada tegas.


"Tapi ... aku tidak bersalah dalam hal ini bukan?" timpal Surya.


"Jadi selama ini, kamu belum menyadari dimana letak kesalahan mu ya mas?"


"Sayang sekali ..."


"Nggak ada gunanya perpisahan kita berdua kalau begitu, karena itu tetap tidak merubah apapun dalam dirimu mas!"


"Ayolah, beri aku kesempatan untuk terakhir kalinya sayang!"


"Aku janji tidak akan kecewakan mu lagi!"


"Aku mohon!" ujar Surya, yang kali ini terlihat bertekuk lutut dihadapannya.


laki-laki itu mengibah dengan pandangan mata teduh dan memohon.


"Maafkan aku mas, aku tetap memilih tidak!" sahut Novi cepat dan melangkahkan satu kakinya untuk mundur.


penolakan Novi, membuat Surya segera bangun dari posisinya dan wajahnya terlihat begitu kalut saat itu.


"Apa semua ini karena lelaki itu?!"

__ADS_1


"Apa gara-gara SANDO kau berani menolak diriku?!"


"Katakan NOVI !" teriak Surya berulang kali sambil menekankan setiap kalimat tertentu.


"plakk!!!"


tamparan keras itu mendarat dipipi Surya dengan keras.


"Kau memang tidak pernah berubah mas, dan sampai kapanpun kau akan tetap sama seperti ini !"


"Jangan pernah masukan orang lain dalam hubungan kita!"


"Dan jangan pernah coba-coba berpikir buruk tentangnya, aku yakin dia jauh lebih baik darimu!" maki Novi begitu kesal dan geram ke arah Surya.


dengan jari telunjuknya, ia menunjuk ke arah wajah Surya sambil berlinang air mata. Novi begitu kecewa dengan sikap sang mantan suami yang tak kunjung berubah membaik, dia datang dengan sikap yang sama.


Bahkan setelah semua kejadian itu, tak membuatnya merasa jera dengan sikap main hakimnya sendiri.


"Baiklah, kalau kau lebih memilih laki-laki itu dari pada diriku."


"Selamat berbahagia" ucap Surya yang segera meninggalkan Novi.


masih dengan perasaan campur aduk dan kekecewaan yang begitu besar dan mendalam , Surya memacu mobilnya begitu cepat dijalanan. hingga membuat para pengguna jalan lainnya menjadi ketakutan dan memilih untuk menepi malam itu.


"Pria bodoh!, caranya mengemudikan mobil sangat membahayakan nyawa orang lain" maki seorang pengguna jalan yang tengah menepi setelah mendapatkan klakson panjang berulang kali dari mobil Surya.


*


*


*


"Brengsek si Surya!"


"Berani-beraninya dia permainkan aku seperti ini !"


"Dia buka seluruh kartuku dihadapan Novi, akh! sialan."


"Tak ada lagi tempat berlindung untukku kali ini !"


"Arrrgghhhh!"


Citra terus mengumpat mantan kakak iparnya itu dengan kata-kata kasar disana.


ketika dirinya tak dapat berpikir dengan jernih lagi, tanpa sengaja ia pun mendapati mobil Surya yang tengah menyalip mobilnya dengan laju.


"Mobil itu?!"

__ADS_1


"Yah, aku yakin itu Surya!"


Citra kemudian menyalip lagi mobil itu dengan cepat, dan ketika mobil keduanya berjalan beriringan dijalan Citra lantas membuka kaca mobilnya dan meneriaki Surya sepanjang jalan.


Surya pun merespon aksi iparnya yang sangat berambisius dan gila itu, ia pun membuka kaca mobil miliknya disana.


"Tarik nafasmu dalam-dalam malam ini!"


"Karena ini akan menjadi malam terakhir mu !!!" teriak Citra begitu keras ke arah Surya.


Dengan liarnya, mobil miliknya menghambat laju jalan mobil Surya disana. Citra mengemudikan mobilnya dengan zig zag diatas jalanan malam itu. setelah cukup lama berduel disana, dari arah berlawanan sebuah truk kontainer melaju begitu cepat dengan membunyikan klakson panjang berulang kali pada kendaraan Citra.


Citra yang sadar akan hadirnya truck tersebut, segera membanting setirnya ke lawan arah untuk menghindari tabrakan dengan truck tersebut. tapi na'as, bukanya selamat dari bahaya Citra justru tengah menjemput mautnya sendiri malam itu.


Mobil yang dikendarainya dengan zig zag tadi malah terjun bebas ke dasar jurang. mendapati mobil Citra dengan cepat menerobos bahu jalan Surya hanya bisa terbelalak dalam mobilnya.


"Astaga!" serunya lirih ketakutan menyaksikan kejadian memilukan itu.


Surya yang tak ingin terseret lebih jauh lagi dalam kasus ini, ia memutuskan untuk segera pergi dari tempat kejadian perkara tersebut. masih dalam keadaan shock dan tertekan Surya memacu mobilnya dengan sesekali melihat ke arah kaca spion untuk memastikan keadaan disana.


saat dirinya tiba dirumah pun, rasa gugup dan takut itu tak dapat ditutupinya dengan baik. sangat terlihat sekali jika ia baru saja mengalami hal yang begitu buruk malam ini.


"Dari mana kamu!" sapa mama Sinta yang tengah asyik didepan televisi.


belum sampai kakinya menyentuh anak tangga, dirinya harus terhenti akibat mendengar suara televisi yang tengah menyampaikan berita malam ini.


"Selamat malam pemirsa, saat ini saya sedang berada di km 50 dan ingin melaporkan kondisi terkini. tepatnya telah terjadi sebuah kecelakaan na'as dan tragis yang baru saja berlangsung sekitar satu jam yang lalu. masih belum dapat diketahui, korban tersebut adalah seorang pria ataupun wanita karena baik mobil ataupun pengendara sama-sama masuk kedalam sana. dan saat ini, polisi tengah berupaya untuk mengevakuasi mobil beserta korban dari dasar jurang. demikian laporan dua malam hari ini terimakasih" jelas reporter saah satu stasiun televisi.


"Kasihan sekali orang itu!" seru mama Sinta yang bergidik menyaksikan kecelakaan na'as tersebut.


berbeda dengan Surya, dia seperti orang ketakutan dan segera berlari menuju kamarnya saat itu.


...----------------...


Bersambung ♥️


*


*


*


...Jangan lupa buat mampir ke karya bestie cantik ini ya guys, rekomendasi cerita yang sangat menarik untuk dibaca ♥...



Seorang suster cantik yang bernama Dina Permata Devindra, diam-diam telah jatuh hati pada sahabat dimasa kecilnya yang bernama Exsel Wiratama yang sudah mempunyai kekasih yang juga merupakan sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Hingga akhirnya Dina memilih mengalah dengan sahabatnya. Namun seiring berjalannya waktu hubungan antara Exsel dan kekasihnya kandas di tengah jalan karena sebuah perjodohan.


Lalu apakah Dina akan berusaha merebut hati Exsel kembali? Ataukah Dina justru lebih memilih orang pilihan keluarganya untuk dijadikan pendamping hidupnya, dari pada Exsel yang juga telah dijodohkan oleh keluarganya?


__ADS_2