Diary Of Zara

Diary Of Zara
Tak habis pikir


__ADS_3

Zara yang awalnya berniat masuk rumah pun mengurungkan niatnya, ia melangkah pergi dengan perlahan, setelah mendengar percakapan itu tubuh zara terasa lemas tak berdaya, ia berusaha menahan tangis namun air matanya jatuh juga.


Zara tak menyangka, hanya karna ia pergi tiga hari tanpa pamit suaminya tega melakukan semua itu, sekarang ia tidak tahu harus mencari ayah dan ibunya kemana?


Kaki zara tersandung dan ia pun terjatuh ketanah, zara tak hentinya menangis tampa mempedulikan pandangan aneh dari orang-orang yang berlalu-lalang disekitarnya.


Tiba-tiba saja seseorang memakaikan jas menyelimuti tubuh zara, uluran tangan pun terlihat jelas dihadapan wajahnya, zara hendak menggapanya namun ketika ia melihat sosok sang suami ia mengurungkan niatnya.


Karna zara tak kunjung memegang tangannya, arroy pun memegang lengan zara dan memaksanya berdiri, tubuh zara yang lemas tak mampu menopang berat badannya hingga ia hampir terjatuh, beruntung arroy mendekapnya diwaktu yang tepat hingga ia tidak kembali jatuh.


Arroy menggendong zara masuk kedalam rumah, kala itu rumah dalam keadaan kosong karna bi rani dan putranya sudah pergi.


Zara amat terkejut dengan sikap arroy, ia ingin meronta dan menampar pria itu, namun zara tidak melakukannya, ia tidak ingin membuat masalah yang akan membahayakan nyawa kedua orang tuanya.


Arroy membawa zara dan membaringkannya di kamar, terlihat jelas diwajah arroy ia tengah menahan kemarahan, arroy memberikan segelas air dan meminta zara meminummnya sambil memalingkan wajah.

__ADS_1


“ Aku minta maaf, tidak seharusnya aku pergi begitu saja, awalnya aku berencana kembali sore hari tapi, ada begitu banyak hal yang harus ku selesaikan, aku ingin mengabarimu tapi aku tidak punya kontakmu” ucap zara menjelaskan


“ Bagus jika kau menyadari kesalahanmu, istirahatlah,,kau pasti lelah” ucap arroy yang kemudian beranjak pergi


Malam harinya arroy membangunkan zara untuk makan malam, setelah mandi zara bergegas pergi ke dapur, ia melihat makan lezat sudah tersedia diatas meja dan arroy yang tengah duduk menunggunya disana.


“ Ayo makan” ucap arroy sambil menyodorkan stek yang sudah ia iris kecil-kecil


Zara menuruti perintah arroy tanpa bicara, walaupun sejujurnya ia merasa tidak nyaman karna arroy terus menatapnya intens.


“ habiskan makananmu, aku juga akan makan” jawab arroy sambil memotong-motong steak bagiannya


Meski arroy tak lagi menatapnya dengan inten tapi zara masih merasa tidak nyaman, pasalnya arroy masih terus memperhatikan zara disela-sela makannya.


Sejenak zara berpikir bagaimana keadaan ayah dan ibunya dan apakah mereka biasa makan dan tidur dengan nyaman.

__ADS_1


“ jangan hawatir tentang ayah dan ibumu, mereka baik-baik saja, dan mungkin mereka sedang bersenang-senang sekarang” ucap arroy


Arroy berkata seolah tau apa yang tengah zara pikirkan, padahal ia hanya menebak-nebak setelah memperhatikan wajah zara yang terlihat cemas. Kata-kata itu berhasil membuat zara sedikit merasa lega.


“ zara, apa kau bisa memberiku seorang anak walau kau tidak mencintaiku?” tanya arroy tiba-tiba


Perkataan arroy membuat zara sampai tak tahu harus bicara apa


“ Lupakan saja” ucap arroy lagi sambil menghapus noda yang tertinggal dibibir zara


Zara memegang tangan arroy ketika arroy hendak menjaukan tangannya dari bibir zara


“ Aku tidak tahu apa kata cinta akan ada diantara kita, kita baru saling mengenal tapi kenyataan bahwa kita sudah menjadi pasangan menikah tak bisa dipungkiri, aku akan berusaha untuk memenuhi tugasku sebagai seorang istri” ucap zara


Zara melupakan niatnya untuk meminta cerai setelah apa yang ia dengar, karna baginya keselamatan ayah dan ibunya jauh lebih penting dari pada kebahagiaannya.

__ADS_1


Arroy tersenyum senang mendengar ucapan zara, ia berdiri dan menghampiri zara, arroy pun memeluk zara dengan erat, arroy yang terbawa suasana mencium istrinya dengan lembut.


__ADS_2