Diary Of Zara

Diary Of Zara
Hari minggu


__ADS_3

Senyum manis terlukis diwajah arroy kala ia melihat sang istri datang menghampirinya, ia menayakan maksud kedatangan zara dengan suara yang lembuat


“ Aku lupa memberikan dokumen laporan keuangan yang dititipkan sepupumu” jawab zara sambil tersenyum


Zara memberikan dokumen itu pada arroy, namun ketika ia hendak memberikan makan siang yang ia bawa, seorang shaf datang dengan membawa meja dorong berisi penuh makanan, ia berkata “ pak semua hidangan yang harus anda pilih dan cicipi sudah siap” ucapnya


Arroy memerintahkan shef itu untuk menata makanan yang ia bawa diatas meja.


Melihat banyak makanan lezat zara jadi sedikit minder, ia berpikir makanan yang disiapkannya tidak sebanding dengan makanan hotel yang disiapkan untuk suaminya itu, zara pun menyembunyikan makanan yang ia bawa dibalik tubuhnya.


Arroy memperhatikan tingkah aneh zara, ia merebut kotak makan siang yang zara sembunyikan secara paksa


“ Apa makanan ini kau siapkan untukku?” tanya arroy sambil tersenyum senang

__ADS_1


“ ya! Tapi kurasa sebaiknya kau makan saja semua makanan yang ada di meja, makanan yang ku bawa tidak seenak semua makanan itu” jawabnya dengan putus asa


Arroy memakan bekal makan siang yang zara bawa dengan lahap hingga tak tersisa, ia makan seolah itu adalah makanan terlezat yang ia makan, sudah jadi kebiasaan baginya di tengah aktifitasnya yang padat ia makan dengan cepat seolah tengah berpacu dengan waktu.


Setelah menghabiskan makan siangnya arroy meminta zara untuk membantunya mencicipi semua makanan itu, ia juga meminta pendapat zara prihal makanan mana yang cocok untuk pesta reoni.


Zara pun mengiakan permintaan suaminya, bersama arroy zara mencicipi setiap makanan yang sudah tersedia memenuhi meja, ia juga memilih beberapa dari kudapan lezat itu, sarannya tidak disia-siakan oleh arroy karna beberapa makanann yang dipilihnya juga disukai oleh arroy.


Arroy tak hanya mengantar zara ke luar, ia juga memesankan taksi untuk zara, setelah memastikan zara naik ke taksi arroy yang hendak beranjak pergi mendapatkan sebuah pesan singkat yang menghentikan langkahnya.


Tak lama sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam berhenti tepat didepannya, seorang wanita berparas cantik keluar dengan anggun dari mobil itu, arroy tersenyum dan menyapanya dengan ramah.


Dari kaca sepion zara melihat arroy mencium pipi kanan dan pipi kiri seorang wanita cantik, disatu sisi ia amat penasaran dengan wanita itu, namun disisi lain ia tak ingin membuat sahabatnya menunggunya terlalu lama.

__ADS_1


Di sebuah sudut restoran tiffani duduk menunggu kedatangan zara, kedua sahabat itu saling berpelukan melepas rindu ketika bertemu, sayangnya agni sibuk dengan pekerjaan barunya hingga ia tidak bisa datang, pertemuan itu berlangsung lama, namun baik zara maupun tiffany tidak melupakan waktu.


Zara sudah di rumah ketika tiba waktunya arroy pulang, ia mempersiapkan diri mencoba mencari alasaan yang tepat untuk kembali terhindar dari suaminya tanpa harus menyakiti hatinya ataupun membuatnya tersinggung, karna sejujurnya zara tidak ingin berhubungan tanpa cinta.


Matahari sudah tenggelam namun arroy masih belum kembali, kecemasan menanti sang suami membuatnya berjalan dari satu sisi ke sisi lain, ia memegang ponsel namun ia hanya bisa menarik nafas panjang saat menyadari bahwa sampai saat ini ia tidak mengetahui nomer ponsel suaminya.


Malam semakin larut dan zara tanpa sadar terlelap di sofa, arroy pulang dengan wajah lelahnya, ia menggendong zara memindahkannya keatas tempat tidur, melihat posisi tidur zara arroy pun takuasa menahan hasratnya


‘ mungkin jika aku melakukannya saat zara tertidur pulas seperti ini dia tidak akan merasa begitu kesakitan’ batin arrroy


Namun ia mengurungkan niatnya ketika ia mengingat janji yang ia buat untuk zara, ia menyesali janji yang ia ucapkan itu namun ia juga tak punya pilihan selain menepatinya.


‘Ingin rasanya ku berkata kasar, tapi aku tau itu tidaklah baik’ gerutu arroy lagi dalam hati

__ADS_1


__ADS_2