
“ Haruskah aku meliburkan pegawai dihari sabtu sayang... Muah”
Kata-kata yang agni dengar sebelum arroy memutus sambungan telpon itu sejenak membuatnya membatu, namun tak lama ia berteriak kegirangan, ia bahkan membuat rekan-rekannya mengelus dada karna kaget.
“ Astaga... Ngagetin aja deh! “ Keluh rekan agni
Kata-kata itu terus terngiang-ngiang ditelingga hingga ia merasa dunia ini miliknya seorang, ia tak peduli meski rekan-rekannya memandang dengan tatapan aneh, senyumnya tak hilang dari wajahnya.
Author : adakah seseorang disana yang bisa membantu menyadarkannya...
Agni benar-benar sudah salah faham dengan mengira panggilan sayang dan kecupan mesra itu tertuju padanya.
Setibanya arroy dikantor ia terheran melihat sikap agni yang bengong sambil tersenyum, aneh tak seperti biasanya
“ Pagi diana! pagi agni!” sapa arroy dengan hangat
“ Pagi juga pa!” sahut diana
“ Kenapa dengannya? “
“ Entahlah...( mengangkat bahu) Dia sudah seperti itu lebih dari setengah jam lalu” sahut tiana
“ agni... “ sapa arroy sambil menjentikan jari dihadapan wajah agni
“ Iya” sahut agni
“ Are you oke! “
“ I’m fine handsome “ sahut agni, ia bergegas menutup mulutnya setelah mengatakan itu
__ADS_1
Arroy merasa tidak senang mendengar hal itu, ia pun meminta sekertaris diana untuk menemaninya dalam rapat kali ini.
Rapat berjalan dengan baik, bisa dibilang rapat kali ini lebih seperti diskusi, karna arroy yang biasanya mengeluh kali ini ia justru memberi masukan untuk sesuatu yang membuatnya tidak puas.
Untuk pertama kalinya ruang rapat terasa damai, bahkan anggota rapat pun pergi dengan gembira seperti habis berpesta.
Di ruangan presdir arroy duduk disofa bersama diana,
“ Maaf jika saya lancang tuan, tapi sepertinya tuan harus bicara”
“kau tidak perlu khawatir aku akan menanganinya, apa siang ini ada jadwal penting? “
“ jika tuan ingin saya akan mengundur jadwal yang ada sampai hari senin, tuan sudah banyak bekerja, setidaknya akhir pekan habiskan waktu dengan istri saja”
“ kau melihatnya ya! “
“ Ia tuan”
Diawali dengan memperlihatkan foto dari ponsel arroy, ia pun berbincang-bincang dengan diana prihal masalah cinta.
Diana sedikit terkejut ketika melihat foto zara, pasalnya ia menyaksikan pertengkaran antara agni dan zara, namun ia tidak berani mengadukan hal itu, ia tak ingin kehilangan momen melihat arroy bercerita dan memuji istrinya dengan ceria,
Hari ini diana mengerti, sikap arroy yang hangatlah yang telah membuat banyak wanita salah faham.
Author : ya! Arroy memang begitu, ia terlau baik.
Diana menggelengkan kepala sambil tersenyum senang setelah keluar dari ruangan arroy, ia melihat agni sudah berubah sikap, wajahnya menunjukan kekesalannya, namun tatapannya yang tajam tidak membuat diana gentar.
“ Kenapa kau lama sekali diruangan presdir? “ tanya agni kesal
__ADS_1
“ Ini kantor agni, jangan bersikap kekanak-kanakan dengan mencari ribut “ sahut diana tegas
“ itulah maksudku, ini kantor kau tidak boleh merayu tuan”
“ Agni seharusnya kau berkaca diri, ingatlah sekertaris presdir bukan hanya kau, jadi tidak salahkan jika presdir ingin berdiskusi dengan ku atau sekertarisnya yang lain, jika kau keberatan silahkan bicara sendiri dengan presdir sana” sahut diana dengan ketus
“ diana benar agni, hanya karna kau merangkap sebagai asisten pribadi bukan berarti kau bisa memerintah, disini kita harus bekerja sama” sahut seorang pria tampan
“ kau sudah kembali ali? “ Ucap diana
“ senang rasanya bisa kembali ke kantor pusat, tapi diana! aku tidak kembali untuk jadi sekertaris presdir lagi, aku disini untuk mengambil alih tugas asisten pribadi”
“ itu kabar bagus, apa kita bisa rayakan ini” sahut diana
“ Boleh, nanti malam ditempat biasa aku yang telaktir, kau juga haris ikut nona agni (menatap agni) benar! ” sahut ali
“ Akan ku pikirkan” sahut agni malas
“ Singa ada didalam? “ tanya ali yang dibalas anggukan kepala
Saat ali berbalik arroy sudah berdiri dipintu
“ Kau masih saja tidak berubah ali ( menepuk bahu) singa akan pergi berkencan, jadi kau langsung bekerja saja, tidak perlu melapor padaku” ucap arroy sambil tersenyum
“ Wah... Singa gemukan ya! Apa karna susunya cocok! jangan terlalu berlebihan atau singa akan jadi seperti ikan buntal” sahut ali sambil tersenyum
“ bisa saja kau” sahut arroy sambil tersenyum
“ mau saya antar tuan? “ tanya ali
__ADS_1
“ tidak perlu ( menepuk pundak sambil tersenyum) agni kau yang setir mobil” ucap arroy sambil melempar kunci mobil, dengan sigap agni menangkap kunci dan pergi mengikuti arroy dari belakang