
Tiffany sedang berselfy ria menikmati liburannya di resort aroy, tanpa sengaja ia melihat perkelahian diantara tiga pegawai receptionis, mona bahkan sampai ditampar dengan begitu kencang,
“jika kau masih ingin bekerja disini lebih baik jangan ikut campur urusanku” ucap christy
“Sudah-sudah jangan berkelahi malu pada tamu, sudah biarkan saja mon, aku tidak apa-apa, aku akan bertukar sift dengan christy” ucap rifa
“bagus, ternyata kau lebih bijak dari si mona” ucap christy
“Kenapa kau membelanya? Itu menyalahi aturan rif” ucap mona
“Ga masalah, lagi pula kau tidak ingat semboyan kita, selingkuhan bos mah bebas” ucap rifa
“ jaga bicaramu” ucap tiffani
Mendengar kata selingkuhan bos tiffani jadi sensitif, ia menghampiri mereka dan ikut campur dalam perdebatan yang bahkan ia sendiri tidak tahu apa masalahnya.
“ kenapa aku harus menjaga mulutku, yang aku katakan itu memang benar, wanita itu merayu bos demi keuntungan pribadi” ucap rifa
“ Cukup, kau tahu betapa menyakitkannya tuduhanmu itu, kau tidak akan tahu, menghancurkan kerja keras yang orang lain mungkin menyenangkan bagi kalian” ucap tiffani
“ benar sekali nyonya, mereka hanya bisa menuding tanpa bukti” ucap christy
“ tampa bukti? Hei *****! bukan cuma seorang dua orang yang pernah melihatmu memuaskan bos” ucap rifa
“ Cukup, ayo kita pulang saja, beliau itu tamu kita. Maaf kan saya jika masalah pribadi yang terjadi mengganggu kenyamanan nyonya” ucap mona
“ tapi mon... “ sahut rifa
__ADS_1
“ Sudahlah ayo” ucap mona, beranjak pergi dengan menarik rifa
“ hanya karena bos menyukai saya bukan berarti mereka bisa semena-mena menuduh seperti itu, iya kan nyonya” ucap christy, senyumnya begitu manis hingga seorang tiffani pun bisa tertipu
“ Mereka tidak tahu, apa yang terlihat dan terdengar terkadang salah” ucap tiffani sambil menepuk pundak christy
“ anda benar nyonya, terima kasih sudah membela saya, nama saya christy, jika nyonya membutuhkan sesuatu nyonya bisa memanggil saya” Ucap christy
“ Bukan masalah christy, anggap saja aku juga merasakan apa yang kau rasakan, tapi kau sangat berani menamparnya” Ucap tiffani
“ Ah... Sejujurnya saya merasa bersalah nyonya” ucap christy bohong, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
“dia pantas mendapatkan itu, yang kau lakukan itu sudah benar, aku harap kau tidak akan merasa bersalah” Ucap tiffani
Agni terus memantau keadaan resort, mencoba menggali setiap masalah yang ada di tempat itu, perkelahian itu pun tak luput dari matanya.
Para pria yang bekerja dibagian room servis itu tengah menyaksikan film blue dengan begitu asik, mereka bahkan tidak sadar agni jongkok dibelakang mereka dan ikut menyaksikan film itu, ia bahkan sampai menelan salipanya.
“ Tunggu! Bukankah wanita yang ada di video itu adalah christy? Lalu siapa pria itu” tanya agni membuyarkan keheningan
“ Iya” jawab seseorang dengan name teg dodi
Dodi menjawab sambil menoleh, awalnya ia tak menyadari kehadiran agni, namun ketika ia menoleh untuk yang kedua kalinya ia terkejut,
Ahhh....
Jeritan dari para pegawai lain yang ikut terkejut pun tak terhindarkan, dodi bahkan sampai melempar ponselnya keudara, untung saja tidak sampai jatuh ke tanah.
__ADS_1
Dan yang lain langsung berdiri dengan sigap, menyejajarkan diri dengan dinding menghadap kearah agni, semuanya hanya bisa menundukan kepala karna malu.
“ Ada apa dengan kalian? Ayo putar vidio itu lagi, aku ingin melihatnya” ucap agni dengan penuh semangat
“ Nyonya suka nonton vidio blue?” tanya seseorang dengan name tag ega, tangannya langsung disenggol setelah menanyakan pertanyaan itu, ia juga langsung menundukan kepala
“ tentu saja, itu sangat seru”
Semua orang mendongak terkejut, seorang pria dengan name teg ian sampai keceplosan bicara
“ Aku juga punya vidio lain” ucap ian, tangannya juga disenggol setelah mengatakan hal itu.
Melihat semua orang tak berani menatapnya agni jadi merasa diperlakukan sebagai bos, ia sedikit berpikir agar bisa mendapatkan vidio itu.
“ Ah kalian mah ga asiiikkk, aku kan bukan bos kalian, kenapa kalian bersikap begitu padaku”
Rasa bersalah mulai muncul setelah agni mengatakan hal itu, mereka saling melirik seolah menanyakan apa yang harus mereka lakukan.
Setelah berdiskusi dengan kode mereka pun memutuskan untuk bersikap biasa,
“ maaf nyonya, sebenarnya kami agak canggung, nyonya kan tamu kami, jadi....
“ Kalian tidak bisa menganggapku teman? Begitu!” Sahut agni memotong ucapan dodi
“ Tidak begitu nyonya, apa nyonya benar-benar mau berteman dengan kami? Kami kan hanya pegawai rendahan” ucap pria dengan name tag rio
Agni mengangguk dengan penuh keceriaan, anggukannya itu menjadi awal perdamayan dari dua kubu yang tidak bertikai itu.
__ADS_1
Agni berbaur dengan para karyawan itu tanpa ada batas, rasa canggung yang semula di rasakan para karyawan pun sirnah diantara perbincangan yang disetai tawa. Usai membina pertemanan barang bukti pun sampai ke tangan tanpa ada kecurigaan.