Diary Of Zara

Diary Of Zara
Malam pertama


__ADS_3

Arroy menggiring zara masuk kedalam kamar tanpa melepaskan kecupannya, ia mematikan lampu dan mengunci pintu, jantung zara berdebar ketika tangan arroy melucuti pakayannya dan membuatnya berbariang diatas tempat tidur.


Arroy melepas ciumanya setelah sekian lama, ia membuaka rompi, dasi, kemeja dan celananya sementara itu zara yang merasa malu berusaha menutupi tubuhnya dengan tangan membuat arroy tersenyum jahil.


“ Apa kau sudah siap untuk melakukan malam pertama” Ucap arroy yang membuat zara semakn gugup


Arroy menarik tangan zara dan memperhatikan tubuh seksi zara, buah dadanya yang besar itu seolah memanggil meminta untuk disentuhnya, tanpa ragu arroy memulai aksinya.


Semuanya berjalan dengan baik sampai tiba-tiba zara menjerit kesakitan dan mendorong tubuh arroy hinga tersungkur, tergantung di tepian tempat tidur sementara zara bangun dan terduduk


“ apa kau baik-baik saja?” tanya zara dengan hati-hati


“ dengan kepala hampir menyentuh tanah dan separuh tubuh yang masih terbaring ditempat tidur aku tidak tahu apa aku harus bilang aku baik-baik saja zara”

__ADS_1


“Maaf....” ucap zara merasa bersalah, ia kemudian meraih tangan arroy dan membantunya kembali duduk, tatapan kesal arroy membuat zara menundukan kepala


“ sebenarnya apa yang terjadi padamu zara, di malam pertama kau menabrak hidungku sampai berdarah? Dan sekarang kau membuat duniaku terbalik?” tanya arroy kesal


Zara menjelaskan dengan nada memelas“ maaf, aku terkejut saat kau memasukan benda milikmu, rasanya sangat sakit hingga membuatku replek mendorongmu, sungguh arroy.... aku benar-benar tidak melakukannya dengan sengaja, ayo lakukan lagi, aku janji itu tidak akan terulang, bukankah yang kedua tidak akan sesakit yang ke pertama” ucapnya dengan sedikit membujuk, ia takut arroy akan marah


Sambil menghela nafas arroy menjawab “ Zara aku beru memasukan ¼ nya dan kau sudah mendorongku, bagaimana kau bisa mengatakan yang ke dua jika yang pertama saja belum selesai, bagaimana kau akan menjamin aku tidak akan celaka lagi?”


Zara yang terkejut bergumam “ sudah sesakit itu dan baru ¼ nya, astaga... Kenapa benda miliknya besar sekali”


Dengan terpaksa pria itu akhirnya hanya bisa meminta istrinya tidur, ia mengecup kening zara dan mendoakannya bermimpi indah kemudian pergi meninggalkan zara sendirian dikamar.


Arroy pergi keruang kerja, ia berusaha mengalihkan pikirannya karna hasratnya yang tak terlepaskan.

__ADS_1


Pagi harinya zara terbangu sendiri, ia tidak melihat arroy berbaring disisinya, zara pergi kedapur setelah membasuh wajanya, lagi-lagi ia membuat nasi goreng untuk sarapan, karna sebenarnya zara tidak bisa begitu pandai memasak.


Arroy datang dan memeluk zara dari belakang, ia ingin mencium zara namun zara menghentikannya “ kita tidak bisa melakukannya sekarang, matahari sudah terbit arroy, bi rani ada di rumah dan kau juga harus pergi bekerja” ucapnya dengan lembut


“ Apa yang kau pikirkan zara aku hanya ingin menciumu” jawabnya dengan lembut


Zara tersenyum malu karna sudah berpikir liar, Arroy memaksa zara membalikan tubuhnya lalu mencium zara dengang lembut, tanpa disadari zara tak hanya menikmati namun ikut memainkan bibirnya, tak lama ia pun tersadar, ia mendorong suaminya dengan lembut.


“ sudah cukup arroy, aku harus membuat sarapan, dan bukankah kau juga harus bersiap” ucap zara


Arroy melepaskan pelulukan dan pergi setelah mencium kening zara, ia pergi untuk mandi dan kembali setelah memakai setelan rapih.


Zara merasa heran setelah mencicipi nasi gorengnya sudah dibumbui dengan baik dan melihat kompor yang mati, seingatnya saat arroy menciumnya ia belum mematikan kompor, karna zara belum membumbui masakannya juga, namun zara tak mau ambil pusing, ia menyajikan sarapan diatas meja sebelum arroy datang.

__ADS_1


Selama sarapan arroy terus menatap zara intens, ia mahkan makan tanpa melihat makanannya, kali ini nasi goreng yang dibuat zara tidak keasinan, karna tanpa zara sadari ketika zara tengah menikmati kecupannya arroy menyelesaikan masakanya dengan cepat, meski tak satupun kata keluar dari mulutnya, tatapan mata itu seolah mengatakan banyak hal yang tidak dapat zara mengerti.


Arroy pergi ke hotel setelah sarapan seperti biasanya, dan ketika arroy sibuk dengan pekerjaannya dihotel, dirumah zara tengah bersiap untuk bekerja di kantor barunya.


__ADS_2