Diary Of Zara

Diary Of Zara
Tak tau malu


__ADS_3

Zara bergegas berbalik badan saat melihat arroy hanya memakai sehelai handuk kecil dipinggangnya,


‘Astaga... Kenapa pria ini selalu bersikap santai saat tubuhnya setengah telanjang, apa dia sama sekali tidak memiliki rasa malu, aku saja yang melihatnya merasa malu’ gumam zara dalam hati


“ A...aku datang untuk memberi tahu bahwa sarapannya sudah siap” ucap zara sedikit gugup


“ Zara...”


Zara hendak pergi, namun langkahnya terhenti ketika arroy memanggilnya


“ ada apa?” tanya zara tanpa berbalik


“ tidak jadi, pergilah...”


Tanpa zara kerahui, sebenarnya arroy ingin zara memasangkan dasi untuknya, namun ia merasa sungkan untuk memintanya, sikap arroy yang ambigu itu justru membuat zara sedikit kesal.


Zara tengah mengupas apel ketika arroy datang, ia terbiasa makan buah sebelum makan, zara meletakan pisau dan buah untuk membuat minuman

__ADS_1


“ kau mau minum teh atau kopi? Aku belum menyiapkan minum karna tidak tahu kesukaanmu” Ucap zara


“ Aku minum air putih saja, aku tidak terbiasa minum teh atau kopi di pagi hari” jawab arroy


Setelah mendengar ucapan sang suami zara melanjutakan mengupas apelnya, sementara itu arroy makan dengan cepat, bahkan ia sudah menghabiskan makanannya ketika zara masih memakan buahnya.


“ Arroy itu sarapanku” ucap zara kesal ketika arroy mengambil nasi goreng bagiannya


“ aku masih lapar ra” ucap arroy sambil melanjutkan makannya


Arroy menghabiskan nasi goreng milik zara juga, ia pergi ke dapur untuk memeriksa


‘dia sudah menghabiskan nasi gorengku dan masih saja menanyakan sisanya, apa dia selapar itu? Aku tau dia pasti sengaja melakukannya, dasar pria tak berperasaan’ keluh zara dalam hati


“ sudah tidak ada lagi yang tersisa, kau sudah menghabiskan semuanya” jawab zara dengan nada tinggi


Zara benar-benar kesal dengan ulah suaminya. Arroy menepuk punggung zara memintanya untuk sarapan dengan roti dan selai saja, ia berpamitan dan pergi sambil tersenyum.

__ADS_1


Dihotel arroy tidak bisa melakukan pekerjaan seperti biasanya, beberapa rapat penting pun terpaksa dibatalkan.


“Sebenarnya tadi pagi kau sarapan apa sampai diare seperti ini?” tanya zulfan sambil memberikan obat


“ Aku hanya makan nasi goreng” jawab arroy dengan santai


Zulfan merasa heran dengan sepupunya itu, ia tahu arroy memang tidak pilih-pilih makanan, namun biasanya ia menghindari sarapan yang berminyak dan lebih memilih sarapan dengan 2 lembar roti gandum yang mempunyai kandungan energi yang lebih banyak.


Setelah arroy menceritakan bahwa ia memakan dua piring nasi goreng asin yang dibuatkan istrinya zulfan pun mengeri.


Sementara dirumah zara bersiap untuk kembali keluar negri, ia tidak memberi tahu arroy ataupun menanyakan pendapatnya prihal rencana kepergiannya itu, zara berangkat dengan pesawat siang.


Setibanya disana zara bergegas pergi ke kantor, ia menghadap pimpinannya untuk meminta maaf secara langsung, zara menjelaskan alasannya mangkir selama 5 hari, ia juga meminta dipindahkan kekantor cabang dinegaranya.


“ ra sebenarnya kantor cabang sudah punya cukup pegawai, tapi aku akan mengalihlanmu ke perusahaan lain yang masih berada dalam naungan yang sama, itu juga jika kau bersedia” ucap pimpinannya memberikan penawaran


Zara pun setuju dengan penawaran itu, dari pada hanya berdiam diri dirumah setidaknya dia bisa bekerja untuk menghilangkan kejenuhan pikikirnya.

__ADS_1


Zara mulai menjalankan setiap prosedur yang sudah dijelaskan pimpinannya itu, tanpa terasa hari sudah sore, karna lelah zara yang awalnya berencana untuk langsung pulang memilih untuk menetap, zara kembali ke apartemen yang ia sewa bersama kedua sahabatnya.


__ADS_2