
Selin tidak bisa menerima dimarahi habis-habisan oleh arroy karna insiden jatuhnya lampu diacara reoni, ia mendekati zara untuk mencari celah hubungan di antara keduanya lalu memisahkan mereka, Iya masih belum menyerah dengan keinginannya untuk memiliki arroy, sang pujaan hatinya sejak sekolah menengah atas.
Sesaat sebelum jam makan siang tiba, selin datang menemui Kimmy setelah mendapat informasi tentang zara dari informannya, ia meminta izin pada kimmy untuk meminjam zara dan mengajaknya pergi untuk menebus kesalahanya.
Keinginan itu ditolak dengan tegas oleh kimmy, penolakan itu membuat selin memutar otaknya,
“ Kenapa kimmy? Adakah yang tidak kutahu tentangnya, siapa zara sebenarnya? Aku hanya ingin menebus kesalahan karna sudah merusak acara yang dibuatnya tapi kau menjaganya dengan sangat baik” ucap selin
Demi menghapus kecurigaan dan rasa keingin tauan selin dengan terpaksa kimmy pun memberikan ijin, namun ia hanya memberi waktu 3 jam, meski begitu kimmy tetap merasa cemas
Selin mengajak zara pergi Shopping, zara yang awalnya menolak tidak dapat menghindar dari selin setelah selin memasang wajah memelas meminta dikasihani
Zara merasa tidak enak hati padanya, meski dalam hati kecilnya ia tidak menyukai selin ia juga tidak punya alasan untuk mengabaikannya.
Zara menbatalkan janji makan siangnya dengan kenzo, ia menjanjikan pergi menonton bersama diakhir pekan sebagai gantinya.
__ADS_1
Selin membelikan beberapa pakayan untuk zara, ia bahkan memaksa zara menerimanya dengan kata-kata sendu dan tampang menyedihkan, setelah puas belanja mereka makan siang bersama, kebaikan yang selin tunjukan mengubah pandangan zara terhadapnya.
‘Selin, tidak buruk juga, sepertinya ia orang yang baik, sikapnya yang menyebalkan itu apa mungkin karna ia terbiasa dimanja orang tuanya’ gumam zara dalam hati
Seiring berjalannya waktu zara dan selin pun menjadi semakin dekat, namun hal itu membuat arroy khawatir,
Ketika akhir pekan tiba arroy melihat zara berpakayan rapih dan merias diri dengan begitu cantiknya, arroy begitu penasaran namun ia tetap diam dengan pikiran sebelum pergi zara juga akan memberitahunya.
Namun hal itu hanya ada dalam pikiran arroy saja, setelah sipap zara tidak mengatakan apapun, ia hanya berlalu dihadapanya
“ aku ada janji dengan selin, aku sudah terlambat aku pergi dulu, sampai jumpa” saut zara tanpa menghentikan langkahnya
Arroy ingin mengikuti zara namun tiba-tiba zulfan menelpon mengharuskanya untuk datang ke hotel, ia pun bergegas mengambil kunci mobil dan jas nya di kamar.
Tak seperti biasanya arroy pergi tanpa mengenakan kemeja, rompi dan dasinya, karna terburu-buru ia bahkan hanya mengenakan celana hitam panjang, kaos berwarna abu-abu dan jas yang ia kenakam sembarangan.
__ADS_1
Arroy melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, berharap urusannya akan segera selesai agar ia bisa menyusul zara
Setibanya dihotel zulfan dan tuan smit sudah menunggunya di loby, arroy merasa senang mendapat kesempatan bertemu dengan pengusaha tersukses dunia, terlebih lagi tuan smit datang untuk menginap selama beberapa hari disana.
Tuan smit datang bersama istrinya untuk bulan madu diulang tahun pernikahan yang ke 35thn, arroy menyambut mereka dengan rasa bangga, mereka berbincang ringan sambil menikmati secangkir kopi.
Tak hanya sekali arroy melihat jam tangan dan ponselnya, hal itu cukup mengganggu tuan smit, terlebih arroy tidak banyak bicara saat itu.
“ hal yang lebih penting dari bisnis adalah istri, jika memang karna istrimu pikiranmu melayang dan terus melihat jam tangan, ketahuilah aku tidak keberatan kau tinggal pergi, kita bisa melanjutkan kita dilain waktu, aku harap istrimu akan datang saat itu” ucap mr. Smit tiba-tiba
Arroy berterima kasih pada mr. Smit atas pengertiannya, ia berpamitan dan bergegas pergi untuk melihat apa yang dilakukan istrinya bersama selin, ia pergi menuju lokasi yang ditunjukan gps yang terhubung langsung hp zara.
Arroy mengelilingi mall untuk mencari istrinya itu, jantungnya terasa berhenti sesaat ketika ia melihat istrinya makan bersama dengan seorang pria.
Arroy merasa sesak melihat istri yang dicintainya tertawa bahagia dengan pria lain, ia merasa sangat terluka, rasa percaya diri bisa mendapatkan hati zara pun runtuh seketika.
__ADS_1
‘Harusnya aku yang duduk disana bersamamu zara, kenapa kau berbohong, pria itu jelas bukan selin’