Diary Of Zara

Diary Of Zara
Teringat...


__ADS_3

Zara bangun dari tidurnya tanpa melihat arroy berbaring di sisinya, mungkin karna ini sudah sering terjadi zara sudah mulai terbiasa. Setelah membersihkan diri, ia bergegas pergi ke dapur dan membuat sarapan.


“ Arroy sarapannya sudah siap, ayo kita sarapan bersama” Teriak zara sambil menata makanan diatas meja


Zara sudah duduk menunggu begitu lama namun arroy tak kunjung datang, ia pergi ke ruang kerja arroy untuk melihat apa yang membuatnya sibuk, namun ternyata ruangan itu kosong, zara masuk ke kamar namun arroy juga tidak disana.


“ Dia tidak pulang lagi rupanya, apa dia benar-benar sudah lupa jalan pulang, kami bahkan belum bercerai, arroy benar-benar keterlaluan” ucap zara lirih


Zara menghabiskan sarapannya sendirian. Karna zara diliburkan secara paksa ia mengirim pesan pada bi rani untuk beristirahat dirumah saja. Hari ini zara memutuskan untuk merapihkan dan membersihkan rumah.

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa karna saking sibuknya, semua pekerjaan rumah sudah hampir selesai, ia hanya tinggal membersihkan gudang.


Melihat sepedah terparkir disana zara tiba-tiba tersenyum teringat saat ia jalan-jalan pagi dengan arroy, matanya yang indah berkaca-kaca mengingat saat terakhir kali zara melihat arroy.


“Semangat zara, setelah ini kau bisa istirahat” ucap zara menyemangati diri sendiri.


Setelah selesai merapihkan gudang zara yang kelelahan tertidur pulas hingga sebuah telpon membangunkannya. Siang itu tiffani mengajak zara untuk makan siang bersama dicafe, Ia bergegas bersiap dan menemui sahabatnya itu.


“ Agni tidak jadi datang ra, agni bilang karna tuan a pergi keluar kota dia jadi lebih sibuk” Jawab tiffani yang duduk dihadapan zara

__ADS_1


Zara merasa senang karna ia tidak makan sendiri lagi, tapi sayangnya tiffani tidak bisa menemaninya mengobrol, ia tiba-tiba mendapat telepon yang mengharuskannya kembali ke kantornya. Tiffani pergi setelah menghabiskan makanannya, tinggalah zara duduk sendiri.


Zara menikmati secangkir kopi panas setelah makan, ia menatap ke arah jalanan memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang disana.


‘ semua orang begitu sibuk dengan pekerjaan mereka, agni dan tiffani juga, aku sama sekali tidak menyangka, agni sudah jadi sekretaris orang besar, sementara tiffani jadi reporter berita terkenal, disaat teman-temanku sukses aku malah berantakan, jangankan mengharapkan kesuksesan seperti yang kudapatkan diluar negri, jika aku bisa melewatkan waktu 1 minggu dan tidak jadi di pecat saja rasanya aku sangat bersyukur... bu kimmy?’


Zara tengah bergumam dalam hati ketika ia tiba-tiba melihat bosnya, ia beranjak dari tempatnya. Ditengah kerumunan zara mengikuti kemana kimmy pergi, ia melihat kimmy menggandeng tangan seorang pria tampan, zara merasa ia pernah melihat pria itu namun zara tidak ingat dimana.


Dari balik dinding parkiran yang sepi zara melihat kimmy memaksa pria itu untuk lekas masuk kedalam mobil, kimmy mencium pria tampan itu tanpa ampun dan peria itu terlihat menikmatinya, zara sampai tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia merogoh kantung celana jeansnya untuk mencari ponsel, namun ia tidak menemukannya, zara tersadar karna terburu-biru mengejar kimmy ia meninggalkan barang-barangnya dicafe.

__ADS_1


Zara pun memutuskan untuk kembali ke cafe, ia berpikir tidak ada gunanya terus melihat bosnya berciuman. Zara sangat Ingin arroy mengetahui semuanya, hati kecilnya ingin arroy berpaling dari kimmy, namun ia tidak yakin arroy akan percaya padanya jika ia mengatakan apa yang dilihatnya.


Karna zara tidak mempunyai bukti yang nyata, zara pun pulang kerumah setelah mengambil barang-barangnya.


__ADS_2